Menu

Lulusan Unikama Tembus Beasiswa ke China

Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri China, petuah Arab itu akhirnya bisa direalisasikan oleh lulusan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Jazuli Khanafi. Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2010 itu berhasil menembus beasiswa studi post doctoral dari Nanjing University of Information Science and Technologie Jiangsu, China.

  Pada 1 September besok, Jazuli akan segera terbang untuk mencari ilmu di Jiangsu. Jiangsu adalah sebuah kota di China yang merupakan kota pelajar. Tak ada kekhawatiran dari wajah Jazuli, meski harus jauh dari Indonesia dan dari keluarga tercintanya.
“Orangtua saya mendukung sekali, apalagi saya tidak harus mengeluarkan biaya selama dua tahun di China nantinya,” ungkapnya.
Aktivis Unikama ini menuturkan, selama studi, ia akan mendapatkan sekitar 30 ribu Yuan atau sekitar Rp. 70 juta per tahun. Sementara untuk biaya studinya, hanya membutuhkan sekitar 20 Yuan. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk biaya hidup, makan, dan juga tempat tinggal. Rencananya selama di China, ia akan tinggal di asrama kampus. “Saya juga bisa masak sendiri kebutuhan untuk makan, biar lebih irit,” bebernya.
Rencananya, hari pertama menginjakkan kaki di China nanti, ia hendak berziarah ke makam sahabat Nabi. Jazuli memang gemar sekali berziarah, bahkan ia mengaku pernah ke wali 9 dengan cara numpang di truk atau kendaraan lain. Karena itulah, ia langsung ingin berziarah setiba di China nantinya. Selain itu, ia juga sudah berangan-angan untuk bisa berkunjung ke Kota Guangzho, kota terbesar di China Selatan. Di kota tersebut, ada banyak penduduk muslim.
“Kota tempat saya belajar dekat dengan Guangzho, saya ingin segera mengunjungi tempat tersebut,” bebernya.
Wakil Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa Kota Malang ini menuturkan, kesempatan berharga ini didapatkannya ketika ia mencari informasi beasiswa. Rupanya, di Jiangsu ada banyak beasiswa yang diberikan untuk pelajar asing. Syarat pendaftarannya dengan menulis paper tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Naskah yang ditulisnya lolos dan kemudian ia harus mengikuti medical check up.
“Sebenarnya saya mendaftar ke Nanjing University of Science and Technology, tapi kemudian diarahkan ke NUIS,” urainya.
Disinggung apa targetnya setelah menyelesaikan studi S2 tersebut, Jazuli tak punya keinginan besar kecuali bisa mengamalkan ilmunya sehingga bermanfaat bagi bangsanya.
“Jadi apa saja tidak apa-apa, yang penting bisa bermanfaat,” tegasnya. (empe)