Menu

Unikama Ditoleh Universitas Lain

UNIKAMA – Sebagai universitas yang mengusung semangat Multikultural di dalam lingkungan akademik kampusnya, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Seminar dan Workshop Pengembangan Model Pembelajaran Multikultural, kemarin. Kegiatan ini mengundang Guru Besar Bahasa dan Sastra, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti.

Dalam Seminar dan Workshop yang diselenggarakan di Auditorium Multikultural ini sendiri dihadiri oleh 179 dosen dan tenaga pendidik Unikama, guna mendapatkan wawasan baru terkait model pembelajaran multikultural yang dapat diaplikasikan di kegiatan, belajar mengajar di Unikama.

Dalam penyampaian materinya sendiri, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti sangat mengapresiasi semangat multikultural yang di tumbuhkan oleh Unikama di lingkungan kampusnya. Bahkan dirinya mengakui bahwa Unikama saat ini sudah dapat dikatakan sebagai contoh baik untuk universitas multikurtural.

“Sudah bisa dikatakan bahwa saat ini semangat multikultural Unikama patut untuk ditoleh oleh Universitas lain. Apalagi terkait pembelajaran multikultural yang sudah di aplikasikan di lingkungan akademisnya,” paparnya.

Menurutnya, pendidikan kebudayaan sangatlah penting. Karena kebudayaan merupakan suatu esensi dari pendidikan itu sendiri. Untuk itu dirinya menginginkan pendidikan menjadi suatu proses pembudayaan dimana ruang kelas menjadi suatu ruang untuk penanaman pembelajaran multikultural.

“Mulai saat ini kita perlu banyak mengajak berbagai macam pihak khusunya di Unikama sebagai kampus multicultural, ayo kita sama-sama berbudaya. Mari kita sama-sama ciptakan ruang tegur sapa didalam pendidikan multikultural,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti juga menjelaskan, pembelajaran multikultural merupakan jantung untuk menciptakan kesetaraan bagi seluruh warga masyarakat. Mengingat pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia, dirinya juga berharap bahwa pusat studi multikultural di Unikama bisa menjadi salah satu pendorong munculnya wacana pendidikan multikultural di kampus-kampus lain.

“Saya berharap dengan adanya Pusat Studi Multikultural di Unikama, maka proses pendidikan disini dapat berbasis pada budaya nusantara. Sehingga baik mahasiswa maupun dosen di Unikama dapat menelurkan kajian-kajian budaya lebih banyak lagi,” paparnya. (inka)