MALANG – Memperingati Hari Santri 2026, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar seminar inspiratif bertajuk “Keajaiban Rezeki: Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah, Mempersiapkan Diri Menuju Baitullah”. Acara yang diselenggarakan atas kerja sama Unikama, Tugu Media Group, Chatour Travel, dan Localpreneur Indonesia ini berlangsung meriah di Auditorium Multikultural Unikama pada Rabu (21/10/2026). Dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum, kegiatan ini bertujuan memotivasi civitas akademika dalam membangun finansial yang berkah sekaligus memperkuat kecerdasan spiritualitas campus life.

Sinergi Strategis Perguruan Tinggi dan Industri Media
Kolaborasi lintas sektor antara dunia akademik dan industri media menjadi pilar penting dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif dan inspiratif kepada publik. Melalui kemitraan strategis ini, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) bersama Tugu Media Group berkomitmen untuk menghadirkan forum-forum bernilai tambah yang mampu menyentuh persoalan nyata civitas akademika serta masyarakat luas.
Kolaborasi Unikama dan Tugu Media Group dalam Peringatan Hari Santri 2026
Penyelenggaraan seminar ini menjadi wujud nyata sinergi berkelanjutan antara Unikama dan media tepercaya Tugu Media Group. CEO dan Founder Tugu Media Group, Irham Thoriq, S.Psi., menyampaikan bahwa kolaborasi ini hadir sebagai solusi atas dinamika dan tantangan finansial yang dihadapi masyarakat dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.

“Apapun jurusannya, jurusan hukum, jurusan teknik, jurusan psikologi, dan semua di Indonesia masalahnya sama, yaitu soal rezeki atau keuangan. Bahkan lulusan keuangan pun kadang juga bermasalah di bidang keuangan. Namun, yang perlu kita yakini bahwa Allah itu Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Selama kita masih hidup, kita bisa terus meningkatkan kesejahteraan kita. Keyakinan itu yang harus kita tanamkan, khususnya kepada mahasiswa dan dosen,” ujar Irham Thoriq dalam sambutannya.
Menanamkan Pola Pikir Positif dan Rasa Syukur bagi Mahasiswa
Lebih lanjut, Irham Thoriq menekankan pentingnya membangun mindset kelimpahan (abundance mindset) sejak dini di lingkungan akademik. Rezeki tidak hanya dipandang dalam bentuk materi fisik, melainkan mencakup kesehatan, kesempatan belajar, dan jejaring sosial yang bermanfaat. Dengan membiasakan rasa syukur, setiap individu akan terus dibukakan jalan kemudahan dan kenikmatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Implementasi Nilai Santri dan Penguatan Spiritualitas Campus Life
Peringatan Hari Santri di lingkungan perguruan tinggi membawa momentum reflektif untuk mereaktualisasikan nilai-nilai keteladanan, kemandirian, dan pencarian ilmu. Unikama mengintegrasikan esensi nilai kesantrian ke dalam ekosistem kampus modern guna mengukuhkan landasan moral, etika, dan kecerdasan spiritual bagi seluruh sivitas akademika dalam menghadapi tantangan zaman.
Makna Hari Santri dan Filosofi Pembelajaran di Unikama
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., secara resmi membuka seminar ini sekaligus menegaskan relevansi nilai-nilai Hari Santri dengan iklim pendidikan modern. Menurut beliau, spirit penuntut ilmu (santri) sangat sejalan dengan perjuangan para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Hari Santri menjadi hari nasional yang harus kita peringati. Jika kita lihat, santri adalah orang yang sedang mencari ilmu. Kalau mahasiswa yang hadir di sini, cocoklah disebut santri. Sedangkan para dosen dan orang tua adalah wali santrinya. Tugas wali santri adalah mengantarkan mereka mendapatkan ilmu yang kuat, memiliki karakter yang baik, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si.
Perspektif Keajaiban Rezeki dalam Manajemen Finansial dan Ibadah
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unikama juga membagikan pengalaman pribadinya mengenai konsep rezeki yang melampaui perhitungan matematis semata. Penguatan pemahaman ini penting bagi seluruh civitas akademika agar mampu mengelola perencanaan finansial, termasuk dalam mewujudkan impian ibadah ke Baitullah.
“Secara matematis, kalau kita berhitung secara keuangan rasanya cukup jauh untuk biaya berangkat ke sana (Baitullah). Tetapi kalau kita meyakini bahwa rezeki punya keajaiban sendiri, tidak seperti matematika 1 + 1 = 2. Saya ini ASN, bekerja di Kanjuruhan, kalau dihitung finansial barangkali tidak cukup. Namun karena ada keajaiban rezeki dan rasa syukur, saya pernah berhaji dan umrah. Pencerahan ini penting agar kita semua dapat memandu dan mengelola keuangan dengan baik,” tambah Rektor Unikama.
Solusi Praktis Menjemput Rezeki dan Mewujudkan Impian ke Baitullah
Pemahaman spiritual mengenai rezeki perlu diimbangi dengan langkah konkret dan strategi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemaparan pakar dan praktisi, para peserta dibekali panduan praktis untuk mengubah pola pikir, mengatasi hambatan psikologis, serta merancang langkah nyata menuju kesejahteraan finansial dan pencapaian spiritual tertinggi.

Mengatasi Hambatan Mental dan Membangun Impian
Materi inti seminar disampaikan oleh M. Abdul Ghofur, SH., CTMR., Certified Trainer Magnet Rezeki, pengusaha, penulis, sekaligus agen resmi Chatour Travel. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali fokus impian hidup agar tidak terkikis oleh rutinitas harian atau hambatan mental.
“Seringkali kita punya mimpi, dan sering terlupakan. Hal ini yang membuat mimpi itu tidak segera terwujud, karena terkeceoh dengan hal lainnya. Kita harus menjaga kejelasan fokus dan meyakini bahwa setiap niat baik yang dirawat dengan konsisten akan menemukan jalannya,” jelas M. Abdul Ghofur.
Menciptakan Keajaiban Bagi Sesama Melalui Empati dan Kepedulian
M. Abdul Ghofur juga menjelaskan bahwa keajaiban hidup kerap hadir di balik ujian atau kesulitan yang dialami seseorang. Sikap saling membantu dan memberikan kebahagiaan kepada sesama menjadi kunci utama pembuka pintu rezeki yang melimpah.

“Akan ada tumbuh keajaiban setelah ujian. Ketika kita mendapatkan kesulitan, di sisi lain ada orang lain yang sedang menjemput rezekinya. Contohnya, ketika ban kita bocor, di situ ada tukang tambal ban yang sedang menjemput rezekinya. Keajaiban itu akan datang kepada Anda jika Anda juga memberikan keajaiban kepada orang lain, misalnya dengan membuat orang lain bahagia,” pangkasnya.
—
Melalui kegiatan berbobot ini, Unikama kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus multikultural yang tidak hanya fokus pada keunggulan akademis dan literasi finansial, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual yang kokoh. Informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran mahasiswa baru, program studi, dan agenda kegiatan kampus Unikama dapat diakses melalui portal resmi Unikama atau membaca ulasan kegiatan di Tugu Malang.


