KUTA SELATAN, BALI — Kesiapan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital menjadi fokus utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung di TK Negeri Pembina Kuta Selatan, Bali, pada Selasa (29/9/2026). Mengangkat isu krusial mengenai pengasuhan anak usia dini, akademisi dan pakar psikologi Dr. Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi., Psikologyang juga merupakan dosen PG-PAUD Unikama menghadirkan edukasi Mindfulness Parenting untuk Generasi Beta yang Unggul di Masa Depan guna membekali para orang tua menghadapi tantangan dinamika zaman.
Generasi Beta, yakni anak-anak yang lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, membutuhkan pendekatan pengasuhan yang responsif dan penuh kesadaran (mindfulness). Melalui program PkM ini, orang tua diajak untuk memahami pentingnya keterlibatan emosional dan penyediaan media stimulasi literasi yang tepat sejak dini.
Menghadapi Tantangan Pengasuhan Generasi Beta Melalui Mindfulness Parenting
Dinamika kehidupan modern menuntut orang tua untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara utuh dalam setiap tahapan perkembangan anak usia dini. Penerapan mindfulness parenting menjadi fondasi utama agar interaksi dalam keluarga dapat berjalan lebih positif dan bermakna.
Dalam paparan edukasinya di TK Negeri Pembina Kuta Selatan, Dr. Sarah Emmanuel Haryono menegaskan bahwa pola pengasuhan yang penuh kesadaran dapat mengurangi tingkat stres orang tua sekaligus meningkatkan kualitas kelekatan (attachment) antara orang tua dan anak.
Manfaat Utama Mindfulness Parenting Bagi Anak Usia Dini
Penerapan mindfulness parenting dalam lingkungan keluarga memberikan sejumlah dampak positif yang signifikan bagi tumbuh kembang Generasi Beta, di antaranya:
- Meningkatkan Regulasi Emosi: Orang tua yang tenang dan responsif membantu anak belajar mengelola emosi secara sehat.
- Membangun Komunikasi Positif: Pendekatan tanpa interupsi dan penuh empati mempererat hubungan emosional dalam keluarga.
- Menciptakan Lingkungan Aman: Lingkungan rumah yang bebas dari tekanan tinggi mendukung ketahanan psikologis anak di masa depan.
Peluncuran Buku “Jendela Literasi Ceria” Sebagai Media Stimulasi Bahasa Anak
Selain edukasi pengasuhan, rangkaian kegiatan PkM ini juga ditandai dengan penyerahan media belajar inovatif berupa buku berjudul “Jendela Literasi Ceria”. Buku ini dirancang khusus untuk memacu perkembangan bahasa anak usia dini (AUD) melalui aktivitas literasi yang adaptif dan menyenangkan.
Buku Jendela Literasi Ceria merupakan karya kolaboratif tiga akademisi dan praktisi pendidikan dari PG-PAUD Universitas PGRI Kanjuruhan Malang:
- Dr. Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi., Psikolog
- Dr. Henni Anggraini, M.Psi., Psikolog
- Dr. Siti Muntomimah, M.Pd.
Kehadiran buku ini menjadi jawaban atas kebutuhan guru dan orang tua dalam memberikan kegiatan literasi yang relevan dengan karakteristik anak usia pra-sekolah.
Keunggulan Metodologi Literasi Ceria untuk Tumbuh Kembang Anak
Buku Jendela Literasi Ceria dikembangkan dengan mengedepankan prinsip belajar sambil bermain. Beberapa keunggulan utama dari media stimulasi bahasa ini meliputi:
- Pendekatan Interaktif: Mendorong minat baca anak secara alami tanpa adanya unsur pemaksaan.
- Meningkatkan Kosakata: Membantu anak memahami konsep bahasa dasar melalui visual dan cerita menarik.
- Sinergi Rumah dan Sekolah: Memudahkan orang tua dan pendidik di TK Negeri Pembina Kuta Selatan untuk menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Sinergi Pendidik dan Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Optimal Anak
Keberhasilan pengasuhan Generasi Beta tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara lingkungan sekolah dan rumah. Pelaksanaan PkM di TK Negeri Pembina Kuta Selatan menjadi wujud nyata dari upaya membangun sinergi antara akademisi, pendidik, dan orang tua murid.
Melalui integrasi antara edukasi mindfulness parenting dan penyediaan buku Jendela Literasi Ceria, diharapkan anak-anak usia dini dapat memperoleh stimulasi holistik—baik dari aspek emosional, kognitif, maupun bahasa—sesuai dengan tahapan usianya.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Usia Dini di Bali
Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk kontribusi nyata para akademisi dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengasuhan berkualitas. Komitmen ini diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai lembaga pendidikan usia dini lainnya di Bali dan Indonesia.
Dengan kesadaran pola asuh yang tinggi serta dukungan media literasi yang tepat, Generasi Beta diproyeksikan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter unggul, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


