Perkuat Peran Guru sebagai Agen Kesehatan, FIP Unikama Gelar Pelatihan UKS/M

Kesehatan merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang strategis dalam menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Guru sebagai garda terdepan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk budaya kesehatan di sekolah. Atas dasar tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan pelatihan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) bagi mahasiswa calon guru.

Pelatihan UKS/M ini dilaksanakan selama dua hari, pada 2–3 Februari 2025, bertempat di Auditorium Multikultural Unikama. Kegiatan tersebut diikuti oleh 282 mahasiswa, yang terdiri dari 151 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 131 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Prihatin Sulistyowati, S.S., M.Pd., melaporkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali calon guru profesional agar mampu mengelola UKS/M di sekolah secara optimal. Menurutnya, pemahaman tentang kesehatan sekolah menjadi bekal penting bagi guru dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, drg. Muhammad Zamroni. Kabid Kesehatan Masyarakat tersebut berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk materi, pre test, dan post test, dengan baik sehingga dapat lulus 100 persen. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program UKS/M di Kota Malang telah berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan.

“Program ini telah berjalan sebagaimana semestinya dan semakin membaik. Program UKS/M merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan di lingkungan sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan ini peserta diharapkan memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar.

Dalam paparannya, drg. Muhammad Zamroni juga memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat di Kota Malang, termasuk upaya penekanan angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta penurunan angka stunting. drg. Muhammad Zamroni menjelaskan bahwa saat ini Kota Malang lebih banyak menghadapi penyakit tidak menular, seperti hipertensi yang menempati urutan tertinggi, disusul diabetes melitus. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat serta rendahnya kesadaran melakukan pencegahan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Malang telah menjalankan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan rohani atau kejiwaan selain kesehatan jasmani.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Dekan FIP Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd. Dekan menyampaikan bahwa kerja sama antara FIP Unikama dan Dinas Kesehatan telah terjalin sejak lama dan diharapkan dapat terus berlanjut dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal.

Menurutnya, sebagai calon guru, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kompetensi nonakademik yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Melalui FIP Unikama, Anda dibekali keilmuan dan pengalaman tentang pentingnya kesehatan, minimal bersifat preventif, dimulai dari diri sendiri kemudian kepada orang lain,” ungkapnya.

Dekan FIP Unikama juga menyoroti pola hidup mahasiswa saat ini, seperti kebiasaan begadang, tidur larut malam, serta konsumsi makanan siap saji. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan peran sebagai pendidik. “Kalau kita sehat, maka kita bisa membuat sehat orang lain,” pungkasnya.