Optimalisasi Peran Organisasi Kemahasiswaan Unikama Melalui Diseminasi Program Kerja

MALANG – Suasana ruang pertemuan di Kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berubah menjadi ruang diskusi yang dinamis, Rabu (15/5/2026). Berbagai elemen mahasiswa perwakilan dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) duduk bersama, bukan sekadar untuk seremonial, melainkan untuk menguji kelayakan program kerja mereka masing-masing dalam kegiatan Diseminasi Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) ini menghadirkan seluruh pilar ormawa Unikama, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, Ketua Himpunan Program Studi (HMPS) se-Unikama, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Proses diseminasi berlangsung secara terbuka. Satu per satu perwakilan ormawa maju ke depan untuk mempresentasikan peta jalan organisasi mereka untuk periode mendatang. Mulai dari rencana kerja BEM yang berfokus pada advokasi kebijakan kampus, program HMPS yang mengintegrasikan keilmuan dengan pengabdian masyarakat, hingga strategi UKM dalam mencetak atlet dan seniman berprestasi.

“Kami ingin tidak ada lagi program yang bersifat ‘tidur’ atau sekadar formalitas. Setiap rencana harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas,” ujar Romadhon, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Potensi Mahasiswa Unikama, saat memberikan arahan di sela-sela presentasi.

Ia menekankan bahwa diseminasi ini adalah gerbang awal akuntabilitas. Menurutnya, kegiatan organisasi kemahasiswaan bukanlah sekadar ajang mencari pengalaman, tetapi laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya. “Setiap anggaran yang direncanakan harus berbanding lurus dengan output yang dirasakan oleh mahasiswa secara umum,” tegas Romadhon.

Puncak perhatian tertuju pada sesi respons dari Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (DKA). Dengan nada tegas namun penuh motivasi, ia memberikan catatan kritis kepada setiap perwakilan ormawa yang telah menyampaikan laporan program kerjanya.

“Saya melihat antusiasme yang baik, tapi kita butuh loncatan kuantitas dan kualitas. Saya berharap ormawa ke depan lebih aktif lagi. Jangan sampai program kerja hanya berhenti di proposal,” ujar Dr. Teguh di hadapan puluhan peserta.

Pesan paling kuat disampaikannya khusus kepada jajaran BEM Unikama. Menurutnya, sebagai ujung tombak eksekutif mahasiswa, BEM harus mampu bertransformasi menjadi lokomotif—atau seperti yang ia ibaratkan sebagai “gerbong penggerak”—yang tidak hanya berjalan sendiri, tetapi juga mengajak dan menghantarkan ormawa lain (HMPS, Senat, dan UKM) menuju tata kelola organisasi yang pro-aktif dan lebih baik.

“Jika BEM-nya dinamis, maka ekosistem ormawa lainnya akan ikut bergerak. BEM adalah katalisatornya,” imbuh Dr. Teguh.

Perwakilan dari mahasiswa menyampaikan program kerja (doc.humasunikama)

Tidak ada suasana kaku atau monolog panjang. Setelah selesai presentasi, langsung dilanjutkan dengan arahan dan diskusi bersama. Rekan-rekan dari berbagai ormawa dengan leluasa saling bertukar pendapat, melontarkan kritik membangun, serta memberikan solusi atas hambatan yang kerap ditemui di lapangan.

Tim dari DKA pun turun langsung menjadi fasilitator diskusi, memastikan setiap masukan dapat terakomodasi dalam revisi program kerja. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap program yang telah didiseminasikan agar dapat terealisasi tepat waktu.