UNIKAMA – Dalam upaya mewujudkan internasionalisasi pendidikan tinggi yang bermakna, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Riphah International University, Pakistan. Kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan dirancang sebagai kerangka jangka panjang untuk memperkuat ekosistem akademik kedua lembaga selama lima tahun ke depan.

Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa esensi dari kolaborasi ini adalah membangun hubungan yang setara dan saling menguntungkan (equality and mutual benefit). Menurutnya, MoU ini harus menjadi fondasi nyata, bukan sekedar formalitas seremonial.

“Kami ingin kemitraan ini mampu mentransformasi cara kita memandang pendidikan global. Bukan hanya soal pertukaran nama institusi, tetapi tentang bagaimana kita saling berbagi keahlian, fasilitas, dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Sudi Dul Aji di sela-sela penandatanganan kerja sama.

Berdasarkan dokumen kerja sama yang diperoleh, terdapat enam pilar utama kolaborasi yang akan diimplementasikan secara bertahap. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pertukaran Mahasiswa (Student Exchange) – Memberikan peluang bagi mahasiswa Unikama dan Riphah University untuk mengalami pembelajaran lintas budaya sekaligus memperoleh pengakuan kredit akademik.
  2. Mobilitas Dosen (Lecturer Mobility) – Memfasilitasi dosen untuk mengajar tamu, melakukan riset kolaboratif, serta mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
  3. Penelitian Bersama (Joint Research) – Mendorong tim peneliti dari kedua universitas untuk mengajukan hibah internasional dan menerbitkan hasil riset pada jurnal terindeks global.
  4. Seminar dan Konferensi Internasional – Menyelenggarakan forum ilmiah secara bergantian baik di Indonesia maupun di Pakistan.
  5. Publikasi Ilmiah – Mendorong co-authorship dan publikasi bersama diberbagai jurnal bereputasi.
  6. Program Pengabdian kepada Masyarakat (Community Development Programs) – Mengintegrasikan riset aksi dan pemberdayaan komunitas berbasis isu lintas negara.

Riphah International University dikenal sebagai institusi dengan fokus kuat pada riset terapan dan etika profesi, sementara Unikama memiliki keunggulan di bidang pedagogi dan pemberdayaan masyarakat. Kombinasi ini berpotensi menghasilkan model kolaborasi yang unik, misalnya dalam pengembangan kurikulum berbasis komunitas lintas agama dan budaya, mengingat Pakistan dan Indonesia sama-sama memiliki masyarakat majemuk.

Dr. Sudi Dul Aji mengakhiri pernyataannya dengan optimisme terukur. “Kami tidak ingin hanya berhenti di tanda tangan. Yang kami bangun hari ini adalah fondasi. Lima tahun ke depan, kami ingin melihat mahasiswa Unikama belajar di laboratorium Pakistan, dosen kami meneliti bersama, dan hasil risetnya kembali ke masyarakat untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

MALANG – Suasana berbeda terasa dalam Workshop Kampanye Anti Bullying yang digelar oleh PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu (18/4/2026). Para peserta yang merupakan calon guru profesional tampak serius sekaligus antusias mengikuti sesi demi sesi.

Mengusung tema “Edukasi, Pencegahan dan Aksi Nyata Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman di Sekolah”, workshop ini menjadi bekal krusial bagi guru masa depan dalam menghadapi fenomena perundungan yang kerap menjadi “gunung es” di dunia pendidikan.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi guru profesional tidaklah mudah. Butuh pengalaman dan kesiapan mental untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, termasuk perundungan.

“Langkah menuju guru profesional memang tidak mudah. Satu hal yang harus kita pastikan: bagaimana caranya agar peserta didik menganggap sekolah sebagai rumah kedua mereka. Kenyamanan siswa adalah yang terpenting,” ujar Dr. Cicilia.

Ia berharap, sebelum membuka acara, para calon guru mampu memberikan edukasi positif sekaligus melakukan pencegahan dini terhadap potensi perundungan di lingkungan sekolah masing-masing.

Narasumber Leni Latifah, M.Pd., Kons. saat menyampaikan materi (doc.humasunikama)

Hadir sebagai narasumber utama, Leni Latifah, M.Pd., Kons., yang merupakan anggota Satgas PPKTP (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi) Unikama. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun mudah dicerna, ia membedah tuntas seluk-beluk bullying.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
· Konsep Dasar dan Jenis Bullying: Mulai dari fisik, verbal, hingga perundungan sosial dan cyber bullying.
· Tanda-tanda dan Penyebab: Mengenali perilaku korban maupun pelaku sejak dini.
· Analisis, Pencegahan, dan Penanganan: Strategi praktik yang bisa langsung diterapkan di kelas.

Tidak hanya pemaparan materi, pemateri juga memutarkan video edukasi berisi gambaran nyata praktik perundungan di sekolah. Adegan dalam video tersebut membuka mata banyak peserta bahwa dampak bullying tidak hanya jangka pendek, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam.

Sesi foto bersama narasumber dan para peserta PPG Gelombang 1 Unikama

Workshop yang berlangsung Auditorium Multikultural Unikama ini menjadi salah satu rangkaian penting PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Dengan bekal pemahaman yang komprehensif tentang fenomena bullying, diharapkan para guru tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan keberanian untuk mewujudkan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi semua anak.

Dr. Cicilia menutup sambutannya dengan pesan penuh makna: “Jika anak merasa aman, maka belajar akan mengalir dengan bahagia. Itulah tugas utama kita sebagai pendidik.”

MALANG – Suasana ruang pertemuan di Kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berubah menjadi ruang diskusi yang dinamis, Rabu (15/5/2026). Berbagai elemen mahasiswa perwakilan dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) duduk bersama, bukan sekadar untuk seremonial, melainkan untuk menguji kelayakan program kerja mereka masing-masing dalam kegiatan Diseminasi Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) ini menghadirkan seluruh pilar ormawa Unikama, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, Ketua Himpunan Program Studi (HMPS) se-Unikama, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Proses diseminasi berlangsung secara terbuka. Satu per satu perwakilan ormawa maju ke depan untuk mempresentasikan peta jalan organisasi mereka untuk periode mendatang. Mulai dari rencana kerja BEM yang berfokus pada advokasi kebijakan kampus, program HMPS yang mengintegrasikan keilmuan dengan pengabdian masyarakat, hingga strategi UKM dalam mencetak atlet dan seniman berprestasi.

“Kami ingin tidak ada lagi program yang bersifat ‘tidur’ atau sekadar formalitas. Setiap rencana harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas,” ujar Romadhon, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Potensi Mahasiswa Unikama, saat memberikan arahan di sela-sela presentasi.

Ia menekankan bahwa diseminasi ini adalah gerbang awal akuntabilitas. Menurutnya, kegiatan organisasi kemahasiswaan bukanlah sekadar ajang mencari pengalaman, tetapi laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya. “Setiap anggaran yang direncanakan harus berbanding lurus dengan output yang dirasakan oleh mahasiswa secara umum,” tegas Romadhon.

Puncak perhatian tertuju pada sesi respons dari Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (DKA). Dengan nada tegas namun penuh motivasi, ia memberikan catatan kritis kepada setiap perwakilan ormawa yang telah menyampaikan laporan program kerjanya.

“Saya melihat antusiasme yang baik, tapi kita butuh loncatan kuantitas dan kualitas. Saya berharap ormawa ke depan lebih aktif lagi. Jangan sampai program kerja hanya berhenti di proposal,” ujar Dr. Teguh di hadapan puluhan peserta.

Pesan paling kuat disampaikannya khusus kepada jajaran BEM Unikama. Menurutnya, sebagai ujung tombak eksekutif mahasiswa, BEM harus mampu bertransformasi menjadi lokomotif—atau seperti yang ia ibaratkan sebagai “gerbong penggerak”—yang tidak hanya berjalan sendiri, tetapi juga mengajak dan menghantarkan ormawa lain (HMPS, Senat, dan UKM) menuju tata kelola organisasi yang pro-aktif dan lebih baik.

“Jika BEM-nya dinamis, maka ekosistem ormawa lainnya akan ikut bergerak. BEM adalah katalisatornya,” imbuh Dr. Teguh.

Perwakilan dari mahasiswa menyampaikan program kerja (doc.humasunikama)

Tidak ada suasana kaku atau monolog panjang. Setelah selesai presentasi, langsung dilanjutkan dengan arahan dan diskusi bersama. Rekan-rekan dari berbagai ormawa dengan leluasa saling bertukar pendapat, melontarkan kritik membangun, serta memberikan solusi atas hambatan yang kerap ditemui di lapangan.

Tim dari DKA pun turun langsung menjadi fasilitator diskusi, memastikan setiap masukan dapat terakomodasi dalam revisi program kerja. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap program yang telah didiseminasikan agar dapat terealisasi tepat waktu.

Dari 75.000 mahasiswa yang terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) se-Indonesia pada periode 2024-2025, hanya sekitar 10% proposal yang berhasil mendapatkan pendanaan. Angka ini menjadi pijakan bagi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) untuk membekali mahasiswanya secara lebih strategis melalui Coaching Clinic PKM 2026, dengan menghadirkan praktisi sekaligus reviewer nasional

UNIKAMA ,MALANG – Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan Coaching Clinic dalam rangka persiapan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 6 April 2026, bertempat di Aula Abd. Rajab Unikama ini menghadirkan narasumber utama Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus reviewer nasional PKM.

Sebelum pemaparan inti, Direktur DKA Unikama, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kesuksesan di bidang kompetisi akademik seperti PKM tidak datang secara instan. “Kesuksesan itu memerlukan sebuah proses, belajar dari kegagalan, dan mencermati setiap proses refleksi untuk memperbaikinya menuju kesuksesan yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa peserta coaching clinic.

Dr. Teguh juga menyisipkan pengalaman pribadinya sebagai bentuk motivasi, mengajak mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dan terus mengasah kemampuan berpikir kreatif serta inovatif. Sambutan ini menjadi pembuka yang membangkitkan semangat para peserta sebelum memasuki sesi inti.

Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd. dalam menyampaikan sambutannya (doc. humasunikama)

PKM: Program Bergengsi dengan tingkat Selektivitas Tinggi

Memasuki sesi utama, Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, memaparkan secara gamblang peta kompetisi PKM di tingkat nasional. Menurutnya, PKM adalah program yang luar biasa dan sangat bergengsi, terbukti dari tingginya angka partisipasi mahasiswa.

“Pada periode 2024-2025, tercatat sekitar 75.000 mahasiswa terlibat dalam PKM di seluruh Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut, proposal yang diterima untuk seleksi hanya berkisar 40.000 – 60.000 proposal. Sementara yang berhasil didanai hanya sekitar 4.000 hingga 6.000 proposal saja,” papar Prof. Henik.

Berdasarkan data tersebut, ia menyoroti bahwa rasio kelulusan pendanaan PKM hanya berada di kisaran 10 persen. “Artinya, peluang itu sempit tetapi sangat terbuka bagi mereka yang mempersiapkan proposal dengan matang, berbasis data, dan memiliki inovasi yang tajam,” tegasnya.

Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, memaparkan materi secara langsung kepada para mahasiswa (doc. humasunikama)

Prestasi Mahasiswa Kunci Menuju Unggul

Di akhir pemaparannya, Prof. Henik menegaskan bahwa prestasi mahasiswa di bidang PKM tidak hanya memberikan keuntungan individu, tetapi juga kan berdampak sistemik pada institusi. “Prestasi mahasiswa ini nantinya dapat menghantarkan Universitas menuju predikat Perguruan Tinggi yang Unggul, demikian pula dengan program studi yang berhasil mencetak juara PKM, tentu akan mempermudah langkahnya menuju status Program Studi yang Unggul pula,” ungkapnya.

Kegiatan coaching clinic ini merupakan bagian dari komitmen Unikama dalam mendorong daya saing akademik mahasiswa. Dengan menghadirkan reviewer nasional, diharapkan mahasiswa mampu memahami pola penilaian, menghindari kesalahan umum, serta menyusun proposal yang lebih terarah dan berkualitas.

Dengan adanya pendampingan yang intensif dan wawasan dari reviewer langsung, Unikama optimistis dapat meningkatkan jumlah proposal lolos pendanaan PKM 2026, sekaligus memperkuat posisi menuju status perguruan tinggi unggul.

UNIKAMA – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti Aula Auditorium Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) pada Jumat, 27 Maret 2026. Seluruh Civitas Akademika, tenaga pendidik, serta jajaran pengurus yayasan berkumpul dalam acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mengusung tema “Fitrah yang Suci, Unikama yang Harmoni”, acara ini menjadi momentum awal transformasi besar institusi menuju pencapaian yang lebih gemilang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIKAMA, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., bersama jajaran pimpinan Universitas, para dekan, dosen, dan staf. Kehangatan terlihat jelas saat satu per satu saling berjabat tangan, melepas silaturahmi setelah rutinitas akademik yang libur beberapa waktu yang lalu.

Dalam sambutannya, Rektor Sudi Dul Aji menyampaikan refleksi mendalam tentang hakikat kesuksesan di lingkungan pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa capaian besar sebuah institusi bukanlah semata-mata hasil kerja individu yang hebat, melainkan buah dari soliditas tim dan kekuatan keluarga besar.

“Kesuksesan itu bukan hanya dari individu yang hebat, tapi merupakan team atau keluarga yang kuat dan solid. Tidak ada jenderal yang menang tanpa pasukan yang kompak,” ujar Prof. Sudi dengan tegas.

Sambutan Rektor UNIKAMA (doc.humasunikama)

Rektor menegaskan bahwa harmonisasi dan kebersamaan dalam lingkungan kampus adalah fondasi paling utama. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam diskusi akademik adalah hal lumrah, namun semangat kekeluargaan harus menjadi perekat yang tidak boleh luntur.

“Hari ini adalah awal dari transformasi besar. Transformasi dalam kinerja, transformasi dalam pembelajaran, dan yang paling penting, kita mengedepankan kebersamaan. Mari kita bangun Unikama dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” ajaknya.

Semangat pembaruan juga mengalir dari sambutan Wakil PPLP-PT PGRI Malang selaku Badan Penyelenggara UNIKAMA, Bapak Nawaji. Ia mengajak seluruh Civitas Akademika memanfaatkan momentum kemenangan ini sebagai modal utama untuk melangkah ke depan.

“Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada untuk perkembangan Unikama. Marilah kita melangkah dengan hati yang bersih, suci, dan siap mengisi kembali dengan energi serta semangat baru yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” pesan Nawaji.

Suasana halal bihalal semakin istimewa dengan hadirnya penceramah, KH. Ahmad Musyaffa Asady, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kota Malang. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa puncak ibadah Ramadhan adalah kembalinya seseorang kepada fitrah. Namun, kesucian tersebut harus dijaga pasca Lebaran, terutama dalam hubungan antarmanusia.

“Setelah kembali fitrah, tantangan terbesar adalah menjaga lisan. Dalam dunia kampus, di antara dosen, mahasiswa, dan staf, sering kali muncul ujian berupa gibah dan dusta mengenai orang lain. Padahal, rusaknya hubungan sosial seringkali bermula dari lisan yang tidak terjaga,” ujar Kiai Musyaffa.

Ia menekankan pentingnya membangun peradaban kampus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga adiluhung secara moral. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablum minannas) adalah cerminan keberhasilan ibadah kepada Sang Pencipta (hablum minallah). “Jadikan kampus ini tempat yang nyaman, di mana tidak ada yang saling menyakiti dengan lisan. Itulah harmoni yang sesungguhnya,” tambahnya.

Tema “Fitrah yang Suci, Unikama yang Harmoni” benar-benar hidup dalam setiap rangkaian kegiatan acara pagi ini. Acara yang berlangsung hingga menjelang siang itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi UNIKAMA agar senantiasa diberikan keteguhan dalam menjalankan misi mencerdaskan bangsa dengan landasan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan.

Suasana para dosen, karyawan salaing berjabat tangan (doc.unikama)

Dengan semangat yang telah diperbarui, keluarga besar UNIKAMA kini melangkah keluar dari Auditorium dengan satu tekad: menjadikan fitrah yang suci sebagai modal, dan harmoni sebagai budaya, untuk melesat menuju transformasi besar di masa depan. Sebuah awal yang baru, dengan energi yang lebih baik dari sebelumnya.

(06/03/2026) – Sebagai langkah konkret dalam merealisasikan kerja sama yang telah terjalin, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan Kuliah Tamu bertajuk implementasi strategis Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara ini berlangsung meriah di Auditorium Multikultural Unikama dan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023-2025 serta jajaran dosen di lingkungan FEB Unikama.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata efektivitas kolaborasi antara dunia akademik dengan sektor industri manufaktur (PT Indolakto) dan sektor jasa profesional (KAP Sendy Cahyadi & Erry Febrianto Saputra).

Dalam sambutan Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya terpaku pada teks buku, tetapi juga menyerap dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Sambutan Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM

“Melalui kuliah tamu ini, kami berharap para mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya integrasi keilmuan—termasuk pengembangan akuntansi forensik, manajemen operasional, dan kebijakan ekonomi—dalam membangun ekosistem bisnis yang transparan dan berintegritas. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan,” ujar Dr. Rita.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua pakar di bidangnya untuk memberikan perspektif mendalam dari sudut pandang yang berbeda. Materi Pertama yakni Akuntansi Forensik dan Integritas Profesi, Disampaikan oleh Sendy Cahyadi, SE., MSA., Ak., CA., CPA. (Managing Partner KAP Sendy Cahyadi & Erry Febrianto Saputra).

Sendy Cahyadi, SE., MSA., Ak., CA., CPA. memaparkan mengenai pentingnya akuntansi forensik dalam mendeteksi kecurangan (fraud) serta bagaimana peran akuntan dalam menjaga transparansi keuangan di era digital. Mahasiswa diajak memahami bahwa ketelitian dan etika adalah kunci utama dalam profesi akuntan.

Selanjutnya, materi Kedua membahas tentang Dinamika Organisasi SDM di Industri Manufaktur, Disampaikan oleh Yasman Suparyo, S.E., M.M., CHRM.

Penjelasan Materi oleh Yasman Suparyo, S.E., M.M., CHRM

HR & GA Manager PT Indolakto tersebut mengupas tuntas mengenai tata kelola sumber daya manusia di lingkungan PT Indolakto.

Materi ini memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi apa saja yang dicari oleh perusahaan multinasional dan bagaimana budaya kerja profesional diimplementasikan untuk mencapai efisiensi operasional.

Antusiasme peserta mencapai puncaknya pada sesi tanya jawab. Mahasiswa angkatan 2023-2025 tampak aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari tantangan karir bagi lulusan baru hingga implementasi teknologi dalam audit forensik.

Interaksi dua arah ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB Unikama memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap realitas industri.

Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri, serta memperkokoh posisi FEB Unikama sebagai fakultas yang adaptif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja global.

Malang – Menyambut keistimewaan bulan Ramadan yang penuh berkah, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menghadirkan momen yang sarat makna dan kepedulian. Segenap keluarga besar Unikama yang terdiri dari jajaran pimpinan, dosen, dan karyawan, menyalurkan santunan kepada Yayasan anak yatim piatu yang berada dibeberapa wilayah Malang Raya, Senin (9/3/2026).

Kegiatan santunan yang berlangsung di bulan suci ini menjadi simbol nyata bahwa institusi pendidikan tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengembangan intelektual, tetapi juga terhadap nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial. Momen berbagi ini pun mendapat apresiasi hangat dari para pejabat struktural universitas hingga perwakilan dari yayasan.

Wakil Rektor II Unikama melaporkan hasil dari kegiatan santunan Yatim Piatu (doc.humasunikama)

Wakil Rektor II Unikama Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar atas terselenggaranya kegiatan santunan di bulan yang penuh ampunan ini. Ia menekankan bahwa setiap langkah baik yang dilakukan oleh sivitas akademika memiliki nilai lebih dan bukan sekadar seremonial biasa.

“Di bulan Ramadan yang suci ini, semoga apa yang kita lakukan hari ini dicatat sebagai amal kebaikan. Kami mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada bapak-ibu dosen dan karyawan Unikama semua atas dukungan dan partisipasinya yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. secara khusus menyoroti solidaritas luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh elemen kampus di bulan yang penuh berkah ini. Menurutnya, kelancaran acara bukan hanya karena persiapan yang matang, tetapi juga berkat gotong royong dan hati yang tulus untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama anak-anak yatim.

Rektor UNIKAMA menyampaikan sambutan (doc.humasunikama)

“Terima kasih sebesar-besarnya atas support dan bantuan dari seluruh bapak dan ibu dosen Unikama semuanya. Dengan kebersamaan ini, acara santunan bisa berjalan lancar sedemikian rupa. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan untuk kita semuanya, terutama di bulan Ramadan yang mulia ini,” tuturnya.

Kehadiran unsur yayasan turut memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan ini. Dr Nawaji M.Pd Wakil PPLP-PT PGRI Malang yang hadir memberikan arahan khusus kepada seluruh sivitas akademika. Ia mengingatkan bahwa di tengah kesibukan akademik dan administratif, nilai-nilai fundamental justru tidak boleh luntur, terlebih di bulan suci.

“Yang paling penting adalah rasa kekeluargaan yang tetap dan harus terus terjaga. Ketakwaan yang terus terawat dengan baik. Bulan Ramadan adalah momentum tepat untuk memupuk kembali nilai-nilai ini,” pesannya, menggarisbawahi bahwa keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari eratnya tali persaudaraan dan ketaatan kepada Tuhan yang maha esa.

Penyerahan santunan disalah satu yayasan yatim piatu Kota Malang (doc.humasunikama)

Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan oleh jajaran pimpinan universitas kepada perwakilan anak yatim. Senyum bahagia terpancar dari wajah para penerima manfaat, menandakan bahwa bulan suci tahun ini benar-benar menghadirkan kebahagiaan yang hangat dan membanggakan bagi mereka.

Malang, 9 Maret 2026 – Suasana kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dipenuhi semangat baru pada Senin pagi tadi. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) resmi dilantik. Momen bersejarah ini dirangkai secara simbolis dengan pembukaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang akan berlangsung selama empat hari ke depan, mulai dari tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.

Acara yang digelar di Aula Sarwakirti ini tidak hanya sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi titik balik lahirnya kader-kader pemimpin masa depan yang berkualitas. Ketua Panitia Romadhon, S.Pd., M.Pd. dalam laporannya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan didesain dengan dua kata kunci utama: produktif dan berdampak. Dua kata ini kemudian mengemuka dan dielaborasi lebih dalam oleh para pimpinan universitas dalam sambutan mereka.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unikama Yuliatin dalam pidatonya menyambut antusias para pengurus baru. Ia menekankan bahwa produktivitas dan dampak nyata tidak bisa dicapai sendirian. “Dengan kebersamaan dan semangat persatuan, kita akan mampu menjadi agen penerus bangsa yang produktif dan berdampak pada era digital yang terus berkembang pesat saat ini,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia mengajak seluruh elemen Ormawa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat kolaborasi, bukan sebaliknya yang justru membuat jarak pemisah diantaranya.

(kiri) Yuliatin saat prosesi serah terima dari kepemimpinan presma sebelumnya (kanan) AM Adib’ Abidatam

Senada dengan hal tersebut, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd. Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Unikama menyoroti pentingnya adaptasi dan pertumbuhan pribadi di tengah derasnya arus digital. Ia berharap agar Ormawa dapat melahirkan banyak prestasi dan aktif berkolaborasi di dunia digital kedepannya.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau bertumbuh untuk terus memperbaiki diri. Ingat, kunci dari keberhasilan organisasi itu adalah: komunikasi, kolaborasi, dan critical thinking (berpikir kritis),” tegasnya. Menurutnya, tiga pilar inilah yang akan membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berlandaskan teknologi dan kearifan lokal bagi masyarakat sekitar.

Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. sangat mengapresiasi inisiatif dan semangat yang terpancar dari para calon pemimpin organisasi Unikama.
“Ide, gagasan, dan pergerakan yang baik harus didukung secara penuh oleh universitas. Tujuan akhir kita adalah melahirkan calon-calon mahasiswa yang memiliki integritas, kejujuran, etika, dan tanggung jawab,” ujar Rektor dengan penuh harap.

Rektor unikama saat menyampaikan sambutan (doc.humasunikama)

Lebih lanjut, Rektor menggarisbawahi bahwa di era disrupsi ini, nilai-nilai klasik organisasi justru menjadi fondasi yang kokoh. “Kolaborasi dan komunikasi memang sangat perlu ditingkatkan. Begitu juga dengan inovasi dan kreativitas. Jika kalian bisa menggabungkan integritas dengan inovasi, maka kalian tidak hanya akan sukses secara pribadi, tetapi juga akan berdampak luas bagi lingkungan dan bangsa,” pungkasnya.

Dengan bekal semangat yang luar biasa, rangkaian LKMM-TD selama empat hari ke depan diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan manajerial yang aplikatif. Pelantikan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa mahasiswa Unikama adalah agen perubahan yang produktif dan benar-benar berdampak nyata.

Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan kegiatan yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Jumat (27/02/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat di Ruang Abdoel Radjab dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta para mahasiswa yang dinyatakan lulus.

Dalam periode ini, FH Unikama mengukuhkan sebanyak 17 mahasiswa. Prosesi yudisium menjadi penanda resmi berakhirnya masa studi para mahasiswa, sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai insan hukum.

Dekan FH Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang serba terbuka saat ini sangat berpengaruh terhadap legitimasi hukum. Dekaan FH tersebut menyampaikan bahwa dinamika era digital menuntut para lulusan hukum untuk lebih adaptif dan kritis dalam menyikapi berbagai persoalan hukum yang berkembang.

Dekan FH Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH menyampaikan sambutan.

“Pada era teknologi yang serba terbuka, tentu hal itu sangat berpengaruh pada legitimasi hukum yang ada pada saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH., menyoroti pentingnya konsistensi moral dalam penegakan hukum. Menurutnya, kurangnya konsistensi moral menjadi penyebab utama nilai-nilai hukum seolah kering tanpa makna. Ia menekankan bahwa hukum tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga harus dihidupi dengan integritas dan tanggung jawab.

Para lulusan juga diingatkan agar menjadi pribadi yang bijak dalam mengambil sikap. Keputusan yang diambil, tegasnya, harus memiliki arah dan dasar yang jelas.

“Jadilah pribadi yang bijak dalam mengambil sikap, jangan mudah mengambil keputusan yang tidak jelas arah dan akarnya,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus. Sejak detik itu pula, tanggung jawab untuk turut serta menegakkan keadilan disematkan kepada mereka.

“Detik ini, Anda sudah dinyatakan lulus dan mulai detik ini juga Anda turut serta bertanggung jawab dalam menegakkan keadilan setegak-tegaknya di luar sana,” tegas Dekan.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang mengikuti yudisium, Nur Azizah, S.H., menyampaikan pesan dan kesan mewakili rekan-rekannya. Mahasiswa yang dinyatakan lulus terbut, mengungkapkan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil dari tempaan luar biasa selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

“Keberhasilan saat ini merupakan hasil dari tempaan luar biasa yang telah kita lewati selama berada di sini,” tuturnya.

Nur Azizah, S.H., juga menyampaikan apresiasi atas ilmu, kesabaran, dan kepercayaan yang telah diberikan oleh para dosen. Menurutnya, setiap ilmu yang diperoleh akan selalu hidup dalam setiap langkah para lulusan ke depan.

“Setiap ilmu, setiap kesabaran dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami akan selalu hidup dalam setiap langkah kami,” ujarnya.

Dalam yudisium periode ini, capaian akademik membanggakan juga diraih oleh salah satu mahasiswa. Nur Azizah dan Adi Mulya dinobatkan sebagai lulusan terbaik FH Unikama dengan Indeks Prestasi Kumulatif IPK 3.92. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi selama masa studi membuahkan hasil yang gemilang.

Dengan terselenggaranya yudisium ini, para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu hukum secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan. Prosesi yang telah dilaksanakan tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum refleksi atas tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para sarjana hukum lulusan FH Unikama.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang Abdoel Radjab Unikama.

Pada yudisium kali ini, FEB Unikama mengukuhkan sebanyak 54 lulusan, yang terdiri dari 2 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, 9 mahasiswa Prodi Akuntansi, dan 43 mahasiswa Prodi Manajemen.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Ega Kurniawan dari Prodi Pendidikan Ekonomi meraih IPK 3,69. Maria Norbertha Fatlolon dari Prodi Akuntansi mencatatkan IPK 3,86. Sementara itu, Nur Avidah dari Prodi Manajemen menjadi peraih IPK tertinggi dengan 3,87.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FEB, Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa FEB Unikama meyakini keunggulan global justru tumbuh dari akar lokal yang kuat.

“Nilai-nilai integritas, kearifan lokal, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi merupakan DNA lulusan FEB Unikama yang menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan ekonomi dan bisnis yang berkelanjutan.” ungkapnya.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M, Dekan FEB Unikama tengah memberikan sambutan pada kegiatan Yudsisium.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. menekankan bahwa inovasi dan daya saing tidak harus meninggalkan identitas lokal. Justru, kearifan lokal menjadi sumber nilai strategis yang membentuk karakter, etika, serta keunggulan kompetensi lulusan di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

Menurutnya, dunia saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga lulusan yang beretika, kompeten, inovatif dalam berwirausaha, serta profesional dalam dunia kerja. Oleh karena itu, FEB Unikama berkomitmen secara konsisten mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap transformasi digital, dinamika pasar global, dan pertumbuhan berkelanjutan melalui kurikulum yang relevan, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, penguatan kewirausahaan, serta integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam proses pembelajaran.

“FEB UNIKAMA berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya job seeker, tetapi job creator dan solution maker bagi masyarakat,” tegasnya.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. juga berpesan agar para lulusan menjadi representasi terbaik fakultas di berbagai ruang profesional, baik di dunia usaha, sektor publik, maupun di tengah masyarakat. “Keberhasilan Anda akan menjadi cerminan keberhasilan institusi ini. Ketika Anda mampu menciptakan dampak ekonomi yang inklusif, membangun bisnis yang beretika, dan berkontribusi pada masyarakat yang berkelanjutan, saat itulah nilai FEB UNIKAMA hadir secara nyata di tingkat nasional dan global,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato perwakilan mahasiswa yang disampaikan oleh Maria Norbertha Fatlolon dari Prodi Akuntansi. Dalam pidatonya, mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa sebagai lulusan FEB Unikama, mahasiswa telah dibentuk melalui proses akademik yang terstruktur.

“Kita dibekali ilmu, keterampilan, serta pola pikir kritis untuk menghadapi tantangan dunia nyata,” ujarnya.

Sebagai penutup, Maria mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademik hingga mencapai hari bersejarah tersebut.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah dan usaha kita ke depan,” pungkasnya.

Yudisium Semester Genap 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi para lulusan FEB Unikama untuk melangkah ke dunia profesional dengan kompetensi, integritas, serta semangat kewirausahaan yang kuat, sekaligus membawa nilai-nilai lokal ke panggung global.