MALANG – Dalam upaya merespons tantangan transformatif di era digital, tim akademisi dari kampus multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menggelar program Pengabdian Masyarakat berorientasi masa depan. Mengusung fokus pada penguatan kapasitas tenaga pendidik, kegiatan ini dirancang khusus untuk mengakselerasi adaptasi teknologi serta profesionalisme pendidik di tingkat satuan pendidikan menengah atas.

Program Pengabdian Masyarakat yang dikemas dalam bentuk “Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan” tersebut berlangsung secara interaktif dan kondusif di SMAN 1 Lawang. Melalui pendampingan intensif ini, para pengajar dibekali kesiapan mental, pedagogis, serta teknis dalam menyikapi integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam lanskap persekolahan modern.

Pengabdian Masyarakat Dosen Pendidikan Geografi Unikama Hadirkan Solusi Pembelajaran Abad 21

Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim Pengabdian Masyarakat yang dimotori oleh dosen Pendidikan Geografi Unikama secara konsisten mendampingi para pendidik di daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk menguraikan berbagai kompleksitas serta tantangan instruksional yang kerap dihadapi pendidik saat mengimplementasikan kurikulum berbasis teknologi modern.

Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi oleh para pakar edukasi ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teoritis semata, melainkan memberikan kerangka aplikatif yang dapat langsung diterapkan di dalam kelas. Kehadiran tim pendamping dari kampus Unikama menjadi angin segar bagi ekosistem pendidikan lokal dalam mempercepat transformasi digital secara inklusif.

Sinergi Akademisi Unikama dan SMAN 1 Lawang dalam Penguatan Mutu Pendidikan

Sinergi berkelanjutan antara akademisi Unikama dan pihak SMAN 1 Lawang mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat mutu proses belajar-mengajar. Dalam kegiatan yang berlangsung intensif ini, kolaborasi difokuskan pada pengembangan strategi pembelajaran aktif, inovatif, serta berpusat pada peserta didik (student-centered learning).

Melalui wadah Pengabdian Masyarakat ini, para dosen Pendidikan Geografi Unikama bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan pendidik untuk mengidentifikasi potensi serta tantangan teknologi digital. Hasil kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan iklim akademik yang responsif terhadap dinamika zaman di lingkungan SMAN 1 Lawang.

Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan Libatkan 63 Guru SMAN 1 Lawang

Pelaksanaan Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang digelar pada Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi momen krusial bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di SMAN 1 Lawang. Kegiatan monumental ini diikuti secara antusias oleh seluruh tenaga pendidik sekolah setempat, yang berjumlah 63 orang guru dari berbagai rumpun mata pelajaran.

Partisipasi penuh seluruh jajaran pengajar tersebut mencerminkan tingginya kesadaran institusional SMAN 1 Lawang terhadap pentingnya pembaruan kompetensi secara konsisten. Selama satu hari penuh, para peserta terlibat aktif dalam sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga simulasi pemanfaatan perangkat digital modern.

Pengabdian Masyarakat Tim Dosen Pendidikan Geografi Unikama Beri Dampak Nyata

Dampak positif dari program Pengabdian Masyarakat ini dirasakan langsung oleh 63 pendidik yang hadir. Tim pelaksana yang dipimpin oleh akademisi berdedikasi, di antaranya Ika Meviana, M.Pd. dan Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., memberikan panduan komprehensif agar materi workshop tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan menjadi panduan praktis harian.

Kehadiran Ika Meviana, M.Pd. bersama Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd. sebagai perwakilan tim dosen Pendidikan Geografi Unikama menegaskan integritas akademis dan kepedulian kampus dalam membina sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur. Pendampingan terstruktur ini dirancang untuk memastikan setiap guru memiliki keahlian konkret seusai lokakarya.

Ika Meviana, M.Pd. saat sedang menyampaikan materi workshop (dok. tim pengabdian)

AI Sebagai Asisten Guru: Bukan Menggantikan, Melainkan Memperkuat Pembelajaran

Salah satu materi inti yang menjadi sorotan utama dalam lokakarya ini adalah konseptualisasi Artificial Intelligence (AI) dalam ranah sekolahan. Tim Pengabdian Masyarakat memberikan penekanan mendasar mengenai materi “AI sebagai Asisten Guru: Bukan Menggantikan, Memperkuat Pembelajaran”, sebuah paradigma yang dirancang untuk menghapus kekhawatiran pendidik terhadap disrupsi teknologi.

Dalam sesi ini, diuraikan secara mendalam bagaimana platform AI dapat difungsikan untuk membantu tugas-tugas administratif dan instruksional guru. Mulai dari penyusunan rancangan pembelajaran, pembuatan materi presentasi interaktif, hingga analisis awal terhadap kebutuhan belajar siswa, semuanya dapat diakselerasi dengan efisien menggunakan AI.

Edukasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Bagi Pendidik SMAN 1 Lawang

Pemaparan materi mengenai AI sebagai asisten guru memberikan wawasan baru bagi para pendidik SMAN 1 Lawang. Tim pendamping dari Unikama menekankan bahwa keunggulan utama pendidik manusia terletak pada nilai emosional, keteladanan moral, dan pembentukan karakter—hal-hal yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.

Dengan menempatkan AI sebatas instrumen pendukung (asisten), guru didorong untuk memanfaatkannya demi menghemat waktu operasional administratif. Efisiensi tersebut kemudian dapat dialokasikan untuk pendampingan siswa secara lebih personal dan kreatif, sehingga kualitas proses belajar-mengajar di kelas meningkat secara signifikan.

Penguatan Empat Kompetensi Utama Guru untuk Akselerasi Kualitas Pendidikan

Selain penguasaan teknologi digital, workshop ini memberikan penekanan berimbang pada pengukuhan fondasi dasar profesi pendidik. Tim Pengabdian Masyarakat memaparkan materi strategis terkait pentingnya penguatan empat kompetensi utama guru, yaitu:

  1. Kompetensi Pedagogik: Kemampuan mengelola pembelajaran siswa, merancang strategi instruksional, serta melaksanakan evaluasi hasil belajar secara objektif.
  2. Kompetensi Profesional: Penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, termasuk metodologi keilmuan dan pembaruan substansi ajar.
  3. Kompetensi Kepribadian: Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian unggul, arif, berwibawa, serta menjadi teladan bagi peserta didik.
  4. Kompetensi Sosial: Kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan inklusif dengan siswa, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat.

Rekonstruksi Pendidik Profesional Melalui Integrasi Empat Kompetensi Utama

Penjelasan mengenai empat kompetensi utama guru ini disajikan secara holistik oleh tim dosen Pendidikan Geografi Unikama. Penguasaan alat teknologi canggih seperti AI harus senantiasa diimbangi dengan kematangan pedagogik dan kepribadian yang kokoh. Tanpa landasan kompetensi yang kuat, pemanfaatan teknologi riskan kehilangan arah pedagogisnya.

Dengan mengintegrasikan pemanfaatan AI ke dalam empat dimensi kompetensi tersebut, para pendidik SMAN 1 Lawang diarahkan untuk menjadi pengajar yang unggul, berkarakter, serta fleksibel dalam menghadapi dinamika era pembelajaran digital.

Penegasan Visi dan Komitmen Tim Pengabdian Masyarakat Unikama

Selaku anggota tim Pengabdian Masyarakat sekaligus akademisi Unikama, Ika Meviana, M.Pd., mengutarakan gagasan mendasar yang menjadi pemantik terselenggaranya kegiatan ini. Dalam keterangannya di sela-sela lokakarya, ia menggarisbawahi pentingnya adaptabilitas guru di tengah derasnya arus modernisasi pendidikan.

“Melalui workshop ini, kami ingin mendorong guru untuk terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya AI. AI bukan untuk menggantikan guru, melainkan menjadi asisten yang mendukung pembelajaran agar lebih kreatif dan efektif. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi guru untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” ujar Ika Meviana, M.Pd.

Harapan Keberlanjutan Inovasi Pembelajaran di SMAN 1 Lawang

Pernyataan dari tim dosen Pendidikan Geografi Unikama tersebut mempertegas visi jangka panjang dari program pengabdian ini. Kampus Unikama berharap agar benih-benih inovasi yang telah disemaikan melalui Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan ini dapat tumbuh menjadi budaya belajar mandiri di kalangan guru-guru SMAN 1 Lawang.

Antusiasme dan Respon Positif Peserta Workshop SMAN 1 Lawang

Manfaat konkret dari pelaksanaan lokakarya ini dirasakan langsung oleh para peserta. Kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan AI dan mendiskusikan penguatan kompetensi guru disambut hangat oleh 63 pendidik yang hadir sepanjang sesi.

Salah seorang guru sekaligus peserta workshop Nukhe Katharina, S.Pd memberikan tanggapan dan apresiasinya atas inisiatif tim Pengabdian Masyarakat dari Unikama ini:

“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru, terutama dalam memahami pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif. Kami juga semakin menyadari pentingnya mengembangkan empat kompetensi guru secara berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah,” ungkap Nukhe Katharina, S.Pd guru SMAN 1 Lawang dengan penuh optimis.

Komitmen Transformasi Pembelajaran Pasca-Workshop

Tanggapan positif dari perwakilan guru SMAN 1 Lawang ini menjadi bukti nyata bahwa materi yang disampaikan oleh tim dosen Pendidikan Geografi Unikama sangat relevan dengan kebutuhan lapangan. Kesadaran kolektif yang terbangun pasca-kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya suasana kelas yang lebih interaktif, relevan, serta berdaya saing tinggi di SMAN 1 Lawang.

Bergabunglah Bersama Program Studi Pendidikan Geografi Unikama!

Ingin menjadi pendidik profesional yang inovatif, menguasai teknologi pembelajaran modern, dan siap bersaing di era digital? Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) adalah pilihan tepat untuk mengukir masa depan gemilang di dunia pendidikan.

Di bawah bimbingan dosen Pendidikan Geografi Unikama yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi, Anda akan dibekali dengan kurikulum unggulan berbasis teknologi, spasial, dan pemetaan modern. Bergabunglah menjadi bagian dari keluarga besar Unikama dan wujudkan cita-cita Anda menjadi pendidik serta tenaga profesional geografi yang berdampak bagi masyarakat.

Daftarkan diri Anda segera melalui pendaftaran resmi PMB Unikama dan mari tumbuh bersama kampus unggulan dan multikultural!

Malang (8/10/2026) — Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali mengusung komitmen kuat sebagai institusi pencetak generasi unggul, prodi ini sukses menggelar acara ” Accounting Excellence Award 2026 ” di Aula Sarwakirti Unikama. Kegiatan bergengsi ini dirancang khusus untuk mengapresiasi kerja keras sivitas akademika sekaligus memotivasi mahasiswa Kuliah Akuntansi Terbaik agar terus berkarya, berprestasi, dan memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa.

Puncak Prestasi Akademik dan Non-Akademik Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Akuntansi, Mochamad Fariz Irianto, SE., ME. Dalam sambutannya, Kaprodi Akuntansi tersebut memaparkan berbagai lompatan besar yang berhasil diraih oleh program studi selama kurun waktu satu tahun terakhir. Capaian ini meliputi peningkatan akreditasi, prestasi dosen, hingga berbagai torehan membanggakan di kancah nasional maupun internasional yang dilakukan oleh para mahasiswa.

Apresiasi Gemilang bagi Mahasiswa Berprestasi di Aula Sarwakirti

“Pada pagi hari ini kami berkesempatan untuk bersama-sama merefleksikan apa yang sudah kita lakukan dalam satu tahun kemarin. Berbagai macam upaya sudah kita lakukan, baik itu di tingkat program studi, dosen, maupun juga dalam tingkat mahasiswa,” ujar Mochamad Fariz Irianto, SE., ME.

Lebih lanjut, Fariz menyampaikan rasa syukur atas pencapaian kolektif yang berhasil dikantongi oleh institusinya. Peningkatan mutu akademik tercermin dari perolehan akreditasi yang melonjak naik menjadi Unggul. Tidak hanya itu, prestasi individu dosen juga mengharumkan nama institusi, di mana gelar dosen terbaik Unikama tahun ini diraih oleh perwakilan dari Program Studi Akuntansi, yaitu Dr. Supami Wahyu Setiyowati, SE., MSA.

Capaian jabatan akademik tertinggi hingga Lektor Kepala serta lahirnya dua doktor baru, yakni Susmita Dian Indiraswari, SE., M.Ak. dan Dr. Supami Wahyu Setiyowati, SE., MSA., semakin memperkokoh fondasi keilmuan di prodi ini.

Refleksi Satu Tahun Kinerja Cemerlang Menuju Standar Internasional

Sertifikasi profesi dosen di Program Studi Akuntansi kini bahkan telah mencapai angka seratus persen. Kiprah internasional turut diwarnai oleh kegiatan visiting lecture yang dilaksanakan oleh Fauzan, SE., S.Fil., MM., Ph.D di Malaysia. Di sisi lain, mahasiswa aktif juga tidak kalah menorehkan prestasi gemilang, mulai dari program academic exchange di Malaysia, keikutsertaan dalam konferensi internasional akuntansi, hingga berbagai kejuaraan di bidang olahraga dan bidang lainnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, manajemen program studi memberikan apresiasi khusus melalui enam kategori penghargaan utama. Kategori tersebut meliputi Akademik, Non-Akademik, Profesional Kompetensi, Leadership Contributions, Entrepreneur, serta Best English Proficiency. Pemberian penghargaan ini dilangsungkan seusai sesi seminar utama.

“Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada mahasiswa, namun sebagai motivasi dan juga harapan kami untuk seluruh mahasiswa di Program Studi Akuntansi. Sebagai motto atau semboyan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis adalah: Mahasiswa untuk berkarya, berprestasi, dan bermanfaat bagi masa depan,” tegas Kaprodi Akuntansi.

Kemeriahan acara ini juga didukung penuh oleh berbagai pihak mitra strategis. Program Studi Akuntansi menyampaikan apresiasi kepada Routin Academy yang memberikan voucer sertifikat senilai ratusan ribu rupiah bagi para juara. Dukungan serupa juga datang dari Wakil Rektor II, Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ph.D, bersama Dr. Sulistyo, M.Ak berupa voucer belanja di Omi Kanjuruhan Mart bagi peraih Juara 1. Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat kerja keras Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, staf FEB, serta dukungan penuh dari unit Biro Administrasi Umum (BAU) dan Humas Unikama.

Transformasi Peran Akuntan Modern Menghadapi Dinamika Pajak Global

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi dan produktivitas Program Studi Akuntansi dalam mengukir prestasi. Keberhasilan meraih akreditasi LAMEMBA Unggul dinilai sebagai bukti nyata dari sinergi yang solid antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

Sinergi Strategis Bersama Routin Academy dalam Seminar Perpajakan Nasional

“Kegiatan hari ini sangat-sangat luar biasa. Prodi Akuntansi kembali lagi berkarya, berkarya sesuai dengan apa yang sudah kita canangkan. Prestasi yang ada di Prodi Akuntansi sangat luar biasa. Mulai dari mahasiswa, Bapak/Ibu dosen, semuanya dalam satu tahun terakhir ini menunjukkan prestasi yang luar biasa,” tutur Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., dalam pidato pembukaannya.

Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menambahkan bahwa kegiatan penghargaan ini dirancang untuk menjadi inspirasi bagi program studi lainnya di lingkungan universitas. Budaya apresiasi dinilai sangat krusial dalam merawat motivasi sivitas akademika untuk terus mendukung kemajuan institusi.

Komitmen Nyata Fakultas Mencetak Lulusan Profesional dan Berdaya Saing

Selain penganugerahan penghargaan, agenda hari ini juga diisi dengan seminar perpajakan nasional guna membekali mahasiswa menghadapi tantangan era modern yang sarat teknologi. Perubahan regulasi dan sistem digitalisasi perpajakan menuntut profil lulusan akuntansi yang adaptif dan strategis.

“Selain itu, rangkaian kegiatan selain kegiatan award ini juga ada seminar terkait dengan pajak. Di mana sekarang ini di era yang serbamodern, serbateknologi, semuanya sudah berubah. Aturan pajak sudah berubah, teknologi pajak sudah berubah, dunia sudah berubah, bisnis sudah berubah. Adik-adik diminta untuk seorang akuntan yang paham betul terkait dengan pajak, tidak lagi seorang akuntan yang tukang mencatat, tetapi seorang akuntan yang strategis terhadap pajak,” jelas Dekan FEB tersebut.

Dengan terselenggaranya kegiatan Accounting Excellence Award 2026 dan seminar perpajakan ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unikama optimis dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap memimpin transformasi bisnis masa depan di kancah nasional maupun global. Acara ditutup secara resmi oleh Dekan FEB dengan harapan agar semangat inovasi dan prestasi terus membara di seluruh lini program studi.

Daftar Pemenang dan Kategori Penghargaan Mahasiswa Berprestasi

Puncak acara Accounting Excellence Award 2026 dimeriahkan dengan pengumuman resmi daftar pemenang dari berbagai kategori bergengsi. Apresiasi ini diberikan langsung kepada mahasiswa yang menunjukkan dedikasi, inovasi, serta performa luar biasa di bidang akademik maupun non-akademik.

Enam Kategori Utama Penghargaan Sivitas Akademika

Manajemen Program Studi Akuntansi menetapkan enam kategori penghargaan utama pada tahun ini. Kategori tersebut mencakup Best Academic Award, Best Non Academic Award, Best Professional Competency Award, Best Leadership & Contribution Award, Best Entrepreneur Award, serta Best English Proficiency Award.

Rincian Peraih Juara Berdasarkan Kategori Kompetisi

Berdasarkan data resmi panitia penyelenggara, berikut adalah daftar lengkap mahasiswa yang berhasil menyabet gelar juara pada masing-masing kategori:

Best Academic Award:
Angkatan 2023: Juara 1 Chang Shu Chin, Juara 2 Silvi Dwi Nandasari, Juara 3 Alfiatul Zahro.

Angkatan 2024: Juara 1 Maria Ersilia Fatlolon, Juara 2 Fitria Novi Kurniasari, Juara 3 Klaunadia Juwita.

Angkatan 2025: Juara 1 Putri Atima Aprilia, Juara 2 Zaskiyah Amelia Dzakirah, Juara 3 Selvia Octa Ramadhani.

Best Non Academic Award: Juara 1 Siska Firnanda Lekirupy (Angkatan 2023) dan Juara 2 Dian Citra (Angkatan 2025).

Best Professional Competency Award: Juara 1 Nabilla Andyra Artalita dan Juara 2 Erina Dwi Suryaningtyas dari Angkatan 2024.

Best Leadership & Contribution Award: Juara 1 Chang Shu Chin (Angkatan 2023), Juara 2 Maria Ersilia Fatlolon (Angkatan 2024), dan Juara 3 Roy Demsi Efendi (Angkatan 2025).

Best Entrepreneur Award: Apriana Wandagau dari Angkatan 2025 dengan karya inovatif “Rajut Noken Modern”.

Best English Proficiency Award: Angkatan 2026 disabet oleh Shinta Vianita Ngura sebagai Juara 1, Permata Rahma Widuri sebagai Juara 2, serta Aldi Ahmad Al-Kahfi Wirayuda sebagai Juara 3.

Dengan terselenggaranya kegiatan Accounting Excellence Award 2026 dan seminar perpajakan ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unikama optimis dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap memimpin transformasi bisnis masa depan di kancah nasional maupun global. Dekan FEB berharap agar semangat inovasi dan prestasi terus membara di seluruh lini program studi.

MALANG, Kamis, (8/10/2026) – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi menggelar acara Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta bidang studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan lulusan program Peningkatan Kualifikasi Akademik (PKA). Para peserta orientasi ini berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap 3 bagi lulusan PKA ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kompetensi dan legalitas profesionalisme pendidik di tanah air.

Kelanjutan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi

Dalam laporan resminya, Ketua Program Studi PPG Unikama menyampaikan bahwa pelaksanaan PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 ini merupakan kelanjutan langsung dari program RPL Afirmasi. Program tersebut sebelumnya telah membuka jalan bagi para guru untuk menuntaskan serta meningkatkan kualifikasi akademik mereka.

Setelah berhasil menyelesaikan tahap peningkatan kualifikasi, para peserta kini difasilitasi penuh untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG). Skema ini dirancang sebagai bentuk penguatan serta pengakuan resmi atas kompetensi profesional guru yang selama ini telah mengabdi di lapangan.

Komitmen Pendampingan di Tengah Kesibukan Mengajar

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan semangat kepada seluruh peserta Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3. Beliau menegaskan komitmen fakultas dalam mengawal proses pembelajaran para peserta hingga lulus.

“Atas nama Fakultas, kami mengucapkan selamat belajar kembali. Mudah-mudahan Bapak/Ibu diberikan kelancaran dan dapat lulus tepat waktu sesuai yang diharapkan. Kami sangat terbuka untuk memberikan pendampingan manakala Bapak/Ibu mengalami kesulitan,” ujar Dr. Cicilia.

Beliau juga memaklumi tantangan besar yang dihadapi para peserta, di mana durasi pelaksanaan program tergolong singkat sementara para guru tetap harus menjalankan tugas mengajar harian.

Dekan FIP memberikan sambutan sebelum acara resmi dibuka (doc.humasunikama)

“Kami melihat melalui layar Zoom, masih ada Bapak/Ibu yang mengikuti orientasi sambil mengajar dan menjalankan kewajiban lainnya. Tentu ini bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, mohon kesempatan ini jangan disia-siakan. Harapan kami, pembelajaran singkat ini akan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas Bapak/Ibu guru serta anak-anak didik kita di sekolah,” tambahnya.

Rektor Unikama: Dorong Kemandirian Belajar Peserta

Acara Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kemandirian belajar dalam menghadapi dinamika program PPG yang padat.

“Saat ini Bapak dan Ibu bergabung bersama dalam program PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 dengan alokasi waktu yang sangat pendek. Dalam kondisi seperti ini, kemandirian belajar dituntut secara luar biasa. Kunci sukses peserta selama mengikuti orientasi dan perkuliahan PPG adalah sejauh mana mampu mengelola kemandirian belajarnya,” jelas Prof. Sudi Dul Aji.

Rektor Unikama menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi orientasi PPG Unikama (doc.humasunikama)

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Unikama memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak yang solid dalam mengelola berbagai program sertifikasi pendidik.

“Kami di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang sudah sangat berpengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa, baik untuk kategori Guru Tertentu maupun Calon Guru. Dengan pengalaman dan fasilitas yang kami miliki, insyaallah seluruh proses dapat berjalan lancar dan para peserta berhasil lulus dengan hasil terbaik,” tutup Rektor.

Penguatan Kualitas Pendidikan Nasional Lewat PPG Unikama

Penyelenggaraan Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 di Unikama menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung percepatan sertifikasi guru nasional. Melalui pendampingan intensif dari dosen FIP Unikama dan semangat belajar mandiri dari peserta lintas pulau, program ini diharapkan melahirkan lulusan guru profesional yang siap meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

BALI, — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi di kancah nasional dan internasional. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif dosen PG PAUD UNIKAMA dalam Kongres APG PAUD ke-16 yang digelar di Hotel Harris Sunset Road, Bali, pada 30 September–3 Oktober 2026.

Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (APG PAUD) dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah. Mengusung tema besar “Arah Pengembangan Kompetensi Program Studi PG PAUD Menuju Kompetensi Global,” kongres ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi untuk merumuskan arah baru pendidikan anak usia dini yang berdaya saing global.

Sinergi Dosen PG PAUD UNIKAMA Perkuat Kurikulum Nasional dan Profil Lulusan

Dalam ajang bergengsi tersebut, PG PAUD UNIKAMA mengutus dua akademisi senior, yakni Dr. Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi., Psikolog dan Dr. Henni Anggraini, M.Psi., Psikolog. Kehadiran wakil dari Universitas Kanjuruhan Malang ini menegaskan peran strategis UNIKAMA dalam pembentukan standar kurikulum PAUD di Indonesia.

Partisipasi dosen PG PAUD UNIKAMA dalam forum ini bertujuan untuk menyelaraskan arah pembelajaran di kampus dengan dinamika kebutuhan dunia kerja modern. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, lulusan PG PAUD tidak hanya dituntut menguasai teori pengasuhan dan pendampingan anak, tetapi juga harus memiliki wawasan global, literasi digital, serta kepekaan psikologis yang matang.

Kontribusi Akademisi UNIKAMA dalam Forum APG PAUD ke-16

Selama empat hari pelaksanaan kongres, para utusan PG PAUD UNIKAMA terlibat aktif dalam berbagai agenda diskusi panel dan lokakarya akademik. Beberapa peran utama partisipasi dosen meliputi:

  • Sumbang Pikiran Redesign Kurikulum: Memberikan masukan berbasis riset dan pengalaman lapangan mengenai tantangan psikologis anak usia dini di era digital.
  • Penguatan Sinergi Antar-Perguruan Tinggi: Membangun jejaring kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat bersama pengelola PG PAUD se-Indonesia.
  • Peningkatan Kualitas Lulusan UNIKAMA: Memastikan bahwa mahasiswa PG PAUD UNIKAMA mendapatkan muatan kurikulum yang terintegrasi dengan standar capaian pembelajaran nasional.

Perumusan CPL dan Profil Lulusan PG PAUD untuk Menjawab Tantangan Global

Salah satu agenda paling vital dalam Kongres APG PAUD ke-16 adalah perumusan ulang profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi PG PAUD se-Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan anak usia dini, era revolusi industri, serta tuntutan kualifikasi global.

Melalui perumusan CPL yang baru, setiap institusi penyelenggara PG PAUD—termasuk UNIKAMA—akan memiliki panduan baku dalam merancang matakuliah, metode pembelajaran, hingga evaluasi kompetensi mahasiswa.

Implikasi Perumusan CPL APG PAUD Bagi Lulusan PG PAUD UNIKAMA

Pembaruan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ini memberikan dampak langsung bagi pengembangan akademik di PG PAUD UNIKAMA, antara lain:

  1. Penguatan Kompetensi Profesional: Menghasilkan calon pendidik PAUD yang unggul dalam stimulasi tumbuh kembang anak berbasis keilmuan psikologi dan pedagogi terkini.
  2. Daya Saing Kerja Global: Membekali lulusan dengan kemampuan adaptasi budaya, bahasa, dan teknologi sehingga siap bersaing di lembaga pendidikan nasional maupun internasional.
  3. Standarisasi Mutu Pembelajaran: Memastikan proses perkuliahan di PG PAUD UNIKAMA senantiasa sejalan dengan standar mutu nasional yang ditetapkan oleh APG PAUD.

Perkuat Jejaring Akademik, PG PAUD UNIKAMA Siap Adaptasi Perkembangan Zaman

Keikutsertaan Dr. Sarah Emmanuel Haryono dan Dr. Henni Anggraini dalam Kongres APG PAUD ke-16 tidak hanya sekadar menghadiri undangan akademik, melainkan menjadi komitmen nyata UNIKAMA dalam mendorong terwujudnya pembelajaran berkualitas tinggi.

Ke depan, hasil dari perumusan CPL dan profil lulusan dalam kongres di Bali ini akan diintegrasikan ke dalam kurikulum internal PG PAUD Universitas Kanjuruhan Malang. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi UNIKAMA sebagai salah satu program studi pencetak pendidik anak usia dini yang profesional, adaptif, dan berkarakter unggul.

Harapan Kolaborasi Pendidikan Tinggi PAUD di Indonesia

Melalui wadah APG PAUD, sinergi antar-perguruan tinggi diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam merespons tantangan pendidikan masa depan, sehingga anak-anak Indonesia mendapatkan pendampingan awal terbaik dari para guru PAUD yang terdidik dan berkompeten secara global.

UNIKAMA, Kota Malang, (3/10/2026) – Memahami perkembangan emosi dan psikologi anak menjadi landasan utama dalam membentuk karakter serta mental generasi mendatang. Guna mengedukasi para pendidik dan orang tua mengenai seni berkomunikasi dengan anak denganrasa dan empati, Yayasan Hamalatul Quran Amanah – Quranic Daycare Rutaba Sukun, Kota Malang, sukses menyelenggarakan workshop psikologi komunikasi anak. Workshop ini menghadirkan Dr. Siti Muntomimah, M.Pd., seorang pakar pendidikan anak usai dini yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Dini (PG-PAUD) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

Melalui kolaborasi kepakaran dari PG-PAUD Unikama, kegiatan workshop ini memberikan pandangan mendalam mengenai tahapan emosi anak, komunikasi berbasis empati, hingga teknik manajemen perilaku yang efektif untuk diterapkan di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.

Workshop Psikologi Komunikasi PG-PAUD Unikama Bedah Dampak Buruk Membentak Anak

Dalam paparan utamanya, Dr. Siti Muntomimah, M.Pd. selaku Kaprodi PG-PAUD Unikama menegaskan bahwa kebiasaan membentak anak dapat menimbulkan efek destruktif pada psikologis dan tumbuh kembang anak. Banyak orang tua atau pendidik tidak menyadari bahwa suara keras bernada ancaman menciptakan “luka tak kasatmata” yang tersimpan dalam memori jangka panjang sang anak.

Para pakar di PG-PAUD Unikama menyoroti lima dampak buruk utama akibat bentakan yang sering dialami oleh anak usia dini:

  1. Kecemasan Berlebihan (Anxiety): Anak yang sering dibentak hidup dalam kondisi waspada tinggi secara terus-menerus.
  2. Ketakutan Mengambil Keputusan: Bentakan mematikan keberanian anak untuk bereksplorasi dan mencoba hal baru karena takut berbuat salah.
  3. Krisis Kepercayaan Diri: Rasa percaya diri anak tergerus akibat penilaian negatif yang diterima melalui bentakan.
  4. Kesulitan Meregulasi Emosi: Anak tidak belajar cara menenangkan diri, melainkan meniru pola komunikasi agresif yang dicontohkan orang dewasa.
  5. Kemelekatan Trauma (Trauma Attachment): Respon emosional negatif membekas hingga anak menginjak usia dewasa dan mempengaruhi hubungan interpersona di masa depan.

Oleh karena itu, edukasi yang diusung oleh PG-PAUD Unikama ini menekankan pentingnya menghentikan budaya membentak demi menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan sehat.

Membangun Rasa Aman dan Kerjasama Anak Menurut Pakar PG-PAUD Unikama

Fisiologi Kehadiran dan Empati Berbasis Tubuh

Dr. Siti Muntomimah, M.Pd. dari PG-PAUD Unikama menjelaskan bahwa sebelum anak mau diajak berdiskusi atau bekerjasama, mereka harus merasakan rasa aman terlebih dahulu. Rasa aman ini tidak hanya hadir lewat kata-kata, melainkan dari fisiologi kehadiran orang dewasa di sekitar anak. Empati sejati selalu dimulai dari bahasa tubuh yang menenangkan.

Dalam materi workshop PG-PAUD Unikama di Rutaba Sukun Malang ini, dipaparkan empat elemen penting dalam membangun fisiologi kehadiran:

  • Eye Level Contact: Menyelaraskan posisi mata dengan anak saat berbicara untuk menghilangkan impresi dominasi atau intimidasi.
  • Bahasa Tubuh yang Terbuka: Menghindari gestur tubuh yang kaku, bertolak pinggang, atau menunjuk-nunjuk.
  • Sentuhan Kasih Sayang: Memberikan pelukan, usapan lembut pada bahu, atau sentuhan hangat untuk menenangkan sistem saraf anak.
  • Lingkungan yang Kondusif: Menyediakan ruang fisik yang tenang dan bebas dari gangguan emosional yang memicu kepanikan.

Melalui pendekatan terapan dari PG-PAUD Unikama, orang tua diajarkan cara menurunkan ketegangan fisik sebelum memulai interaksi verbal dengan anak.

Neurosains Komunikasi: Mengaktifkan Prefrontal Cortex (PFC) Melalui Ketenangan

Peran Amygdala dan Pengendalian Emosi Anak Menurut Dosen Unikama

Secara neurosains, Dr. Siti Muntomimah, M.Pd. yang memimpin prodi PG-PAUD Unikama membeberkan apa yang terjadi pada otak anak ketika sedang menangis histeris atau mengalami tantrum. Komunikasi dengan suara keras dan nada tinggi justru akan memperbesar respon ancaman pada area Amygdala (pusat emosi dan rasa takut di otak).

Ketika Amygdala terstimulasi secara berlebihan oleh bentakan, bagian Prefrontal Cortex (PFC)—yang bertanggung jawab atas logika, pemecahan masalah, dan regulasi diri—akan nonaktif (shutdown). Akibatnya, anak tidak akan mampu menyerap pesan moral atau nasihat sebaik apa pun yang disampaikan oleh orang tua saat itu.

Kunci utama yang disampaikan oleh pemateri dari PG-PAUD Unikama adalah ketenangan yang dihadirkan dari orang dewasa dilingkungan sekitarnya. Dengan menjaga nada suara tetap tenang, bernapas teratur, dan menunjukkan kontrol emosi yang baik, orang tua membantu menenangkan Amygdala anak sehingga Prefrontal Cortex (PFC) dapat aktif kembali. Setelah PFC aktif, barulah anak mampu diajak berpikir rasional, diajak bekerjasama, dan memahami konsekuensi perilaku.

Dr. Siti Muntomimah, M.Pd bersama dengan para ustadzah dan pengurus dari Yayasan Hamalatul Quran Amanah – Quranic Daycare Rutaba Sukun, Kota Malang.

Komitmen PG-PAUD Unikama dalam Pengabdian Masyarakat dan Edukasi Pengasuhan

Kehadiran Kaprodi PG-PAUD Unikama dalam workshop di Quranic Daycare Rutaba Sukun Kota Malang ini merupakan wujud nyata komitmen civitas akademika Unikama dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Program Studi PG-PAUD Unikama terus berupaya menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan pendidikan anak usia dini dan pola pengasuhan (parenting) berbasis riset neurosains serta psikologi perkembangan. Melalui kegiatan edukasi publik secara berkesinambungan, PG-PAUD Unikama berharap dapat mencetak generasi pendidik dan orang tua yang cerdas secara emosional demi melahirkan generasi emas Indonesia yang sehat mental dan berkarakter kuat.

MALANG – Perundungan (bullying) masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan yang membutuhkan solusi nyata serta wadah pengaduan yang aman bagi para siswa. Guna mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Kelas PKn C Proyek Kepemimpinan menggelar Workshop Ruang Gaung di SMPN 10 Malang pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Laboratorium IPA SMPN 10 Malang ini mengusung tema “Membangun Keberanian Bersuara dan Budaya Sekolah Aman”. Berfokus pada upaya pencegahan bullying, workshop ini diikuti oleh 23 murid kelas VII yang dibekali pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan sekaligus dikenalkan pada inovasi digital platform pengaduan privat bernama Website Ruang Gaung.

Edukasi Bahaya Perundungan dan Pentingnya Menciptakan Budaya Sekolah Aman

Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif, materi utama dalam workshop ini disampaikan langsung oleh Bilgis Bayuti Anugera Millenium, S.Pd., selaku Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 10 Malang. Dalam pemaparannya, beliau mengupas secara komprehensif mengenai definisi bullying, berbagai bentuk perundungan—mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying—serta dampak psikologis yang dapat dialami oleh korban.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan komunikatif. Murid tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga diajak untuk berdiskusi aktif dan menyampaikan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Antusiasme para peserta terlihat jelas saat mereka membagikan pandangan serta pengalaman seputar dinamika pertemanan di sekolah. Melalui pendekatan ini, kesadaran siswa akan pentingnya saling peduli dan menjaga lingkungan sekolah dari aksi bullying dapat terbangun secara alami.

Pengenalan langsung website Ruang Gaung

Inovasi Website Ruang Gaung: Platform Pengaduan Privat dan Aman Bagi Murid

Salah satu agenda krusial dalam Workshop Ruang Gaung di SMPN 10 Malang adalah pengenalan Website Ruang Gaung. Platform digital ini dirancang khusus oleh Tim Kelas C Proyek Kepemimpinan PPG Unikama sebagai sarana komunikasi serta pengaduan yang menjaga kerahasiaan (privasi) murid.

Selama sesi pelatihan, tim mahasiswa memberikan pendampingan langsung (step-by-step) kepada 23 murid kelas VII dalam mengakses dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam website. Melalui Website Ruang Gaung, murid yang mengalami perundungan, menjadi saksi aksi bullying, atau memiliki permasalahan pribadi yang sulit diungkapkan secara langsung kini memiliki saluran resmi yang aman untuk bersuara tanpa rasa takut.

Fitur Utama dan Manfaat Website Ruang Gaung bagi Lingkungan Sekolah

Jaminan Kerahasiaan Identitas: Memberikan rasa aman penuh bagi pelapor (whistleblower) atau korban bullying.

Kemudahan Akses Digital: Dapat diakses kapan saja oleh murid melalui perangkat pintar (smartphone) atau komputer sekolah.

Respon Cepat Tim Bimbingan Konseling: Memudahkan Guru BK dalam memetakan, memantau, serta menindaklanjuti potensi kasus perundungan secara dini.

Ruang Literasi Digital dan Edukasi: Menyediakan materi edukatif seputar hak-hak anak dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Sambutan Positif dan Kolaborasi Nyata Demi Masa Depan Pendidikan di Malang

Inisiatif yang dihadirkan oleh mahasiswa PPG Universitas PGRI Kanjuruhan Malang ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah, baik jajaran guru maupun para murid. Kehadiran Website Ruang Gaung dinilai sebagai langkah konkret yang relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini dalam memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Rangkaian acara berjalan dengan lancar, tertib, dan terstruktur sesuai rancangan susunan acara panitia. Melalui keberhasilan Workshop Ruang Gaung di SMPN 10 Malang, diharapkan sinergi antara akademisi PPG Unikama dan satuan pendidikan ini dapat menjadi pemantik lahirnya sekolah-sekolah ramah anak lainnya di Kota Malang yang bebas dari perundungan dan kaya akan keberanian bersuara.

MALANG, — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Tiga tim delegasi mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) UNIKAMA berhasil memboyong trofi kemenangan dalam ajang bergengsi tingkat nasional APG PAUD Awards 2026 yang diselenggarakan pada 30 September hingga 3 Oktober 2026 di Hotel Harris Sunset Road, Bali.

Ajang tahunan ini merupakan bagian integral dari Rangkaian Kongres Asosiasi Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (APG PAUD) ke-16. Berdasarkan catatan panitia, animo peserta tahun ini melonjak drastis dengan menghadirkan lebih dari 300 kontingen akademisi, dosen, dan ratusan mahasiswa perguruan tinggi ternama dari seluruh pelosok Indonesia.

Sebagai wadah resmi, APG PAUD Awards berfungsi sebagai panggung kompetisi akademik dan kreatif nasional yang dirancang untuk menguji, memetakan, serta mengeksplorasi potensi inovasi calon pendidik usia dini di Indonesia. Keberadaan ajang ini sangat strategis dalam mencetak lulusan PAUD yang tidak hanya menguasai teori pengajaran, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.

Deretan Prestasi Mahasiswa PG-PAUD UNIKAMA di APG PAUD Awards 2026

Keberhasilan tiga tim mahasiswa PG-PAUD UNIKAMA dalam menembus panggung juara nasional ini menjadi bukti konkret dari efektivitas pembinaan minat dan bakat di lingkungan kampus. Persaingan ketat dalam kategori media visual dan karya seni gerak lagu berhasil ditaklukkan oleh para delegasi UNIKAMA.

Inovasi Visual: Tim Angkatan 2024 Sabet Juara Harapan 2 Lomba Poster

Pada kategori karya visual, tim mahasiswa PG-PAUD UNIKAMA angkatan 2024 yang beranggotakan Binti Robiyatul Fitriyati, Putri Puspitasari, dan Febriyanti Risma Khalila berhasil menyabet gelar Juara Harapan 2 Lomba Poster Nasional. Poster yang disajikan mengusung edukasi visual inovatif yang relevan dengan kebutuhan stimulasi anak usia dini di era modern.

Kreativitas Edukatif: Dua Tim Angkatan 2025 Kuasai Kategori Cipta Gerak dan Lagu

Keunggulan PG-PAUD UNIKAMA semakin dipertegas pada cabang perlombaan Cipta Gerak dan Lagu. Karya edukatif bertema kesehatan dan sosial anak berhasil memikat dewan juri nasional:

  1. Juara Harapan 2 (Kategori Cipta Gerak dan Lagu – “Ayo Jaga Tubuhmu”): Diraih oleh tim mahasiswa angkatan 2025 yang terdiri dari Angelina Lusia Klusu Temu, Nazwatus Fauziah, Sausania Lathifa, Anisa Ulkha Risma, dan Nasywa Dwi Sabrina. Karya ini menghadirkan komposisi musik dan koreografi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh sejak dini.
  2. Juara Harapan 1 (Kategori Cipta Gerak dan Lagu – “Persahabatan”): Diraih oleh tim kolaboratif yang dianggotai oleh Robi’atul Adawiyah, Qurotul Aini Haibah, Reyzka Salsabilla Putri, Reyzki Salsabilla Putri, dan Victory Angel Dipa Prameswari. Karya ini menekankan pentingnya pengembangan karakter, empati, dan nilai kebersamaan pada anak usia pra-sekolah.

Kunci Sukses Keunggulan Akademik dan Inovasi Pembelajaran PG-PAUD UNIKAMA

Capaian gemilang para mahasiswa di ajang APG PAUD Awards 2026 ini tidak lepas dari ekosistem pembelajaran holistik yang diterapkan di PG-PAUD UNIKAMA. Pembelajaran tidak hanya difokuskan di dalam ruang kuliah, tetapi juga secara intensif mendorong keterlibatan mahasiswa dalam riset terapan, pembuatan media pembelajaran interaktif, serta penguasaan seni dan budaya anak.

Dukungan dosen pembimbing yang berpengalaman dan kurikulum berbasis capaian pembelajaran berstandar nasional menjadi pilar utama yang membentuk mentalitas juara serta keahlian praktis para mahasiswa UNIKAMA.

Kuliah di PG-PAUD UNIKAMA: Wujudkan Cita-Cita Menjadi Pendidik PAUD Profesional dan Berprestasi

Prestasi skala nasional ini menegaskan bahwa PG-PAUD UNIKAMA merupakan salah satu program studi unggulan pencetak calon pendidik anak usia dini yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing tinggi di Indonesia.

Bagi calon mahasiswa baru yang memiliki passion di bidang pendidikan anak usia dini, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) telah resmi dibuka. Bergabunglah bersama keluarga besar PG-PAUD UNIKAMA dan kembangkan potensi terbaik Anda melalui fasilitas pembelajaran modern, bimbingan dosen ahli, serta ragam kesempatan mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Informasi Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru UNIKAMA

Proses pendaftaran PMB UNIKAMA dapat dilakukan dengan mudah secara daring. Dapatkan peluang beasiswa jalur prestasi akademik dan non-akademik bagi calon mahasiswa yang berprestasi.

  • Situs Resmi PMB UNIKAMA: pmb.unikama.ac.id
  • Layanan Informasi Prodi: Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
  • Lokasi Kampus: Jl. S. Supriadi No. 48, Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

KUTA SELATAN, BALI — Kesiapan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital menjadi fokus utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung di TK Negeri Pembina Kuta Selatan, Bali, pada Selasa (29/9/2026). Mengangkat isu krusial mengenai pengasuhan anak usia dini, akademisi dan pakar psikologi Dr. Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi., Psikologyang juga merupakan dosen PG-PAUD Unikama menghadirkan edukasi Mindfulness Parenting untuk Generasi Beta yang Unggul di Masa Depan guna membekali para orang tua menghadapi tantangan dinamika zaman.

Generasi Beta, yakni anak-anak yang lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, membutuhkan pendekatan pengasuhan yang responsif dan penuh kesadaran (mindfulness). Melalui program PkM ini, orang tua diajak untuk memahami pentingnya keterlibatan emosional dan penyediaan media stimulasi literasi yang tepat sejak dini.

Menghadapi Tantangan Pengasuhan Generasi Beta Melalui Mindfulness Parenting

Dinamika kehidupan modern menuntut orang tua untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara utuh dalam setiap tahapan perkembangan anak usia dini. Penerapan mindfulness parenting menjadi fondasi utama agar interaksi dalam keluarga dapat berjalan lebih positif dan bermakna.

Dalam paparan edukasinya di TK Negeri Pembina Kuta Selatan, Dr. Sarah Emmanuel Haryono menegaskan bahwa pola pengasuhan yang penuh kesadaran dapat mengurangi tingkat stres orang tua sekaligus meningkatkan kualitas kelekatan (attachment) antara orang tua dan anak.

Manfaat Utama Mindfulness Parenting Bagi Anak Usia Dini

Penerapan mindfulness parenting dalam lingkungan keluarga memberikan sejumlah dampak positif yang signifikan bagi tumbuh kembang Generasi Beta, di antaranya:

  • Meningkatkan Regulasi Emosi: Orang tua yang tenang dan responsif membantu anak belajar mengelola emosi secara sehat.
  • Membangun Komunikasi Positif: Pendekatan tanpa interupsi dan penuh empati mempererat hubungan emosional dalam keluarga.
  • Menciptakan Lingkungan Aman: Lingkungan rumah yang bebas dari tekanan tinggi mendukung ketahanan psikologis anak di masa depan.

Peluncuran Buku “Jendela Literasi Ceria” Sebagai Media Stimulasi Bahasa Anak

Selain edukasi pengasuhan, rangkaian kegiatan PkM ini juga ditandai dengan penyerahan media belajar inovatif berupa buku berjudul “Jendela Literasi Ceria”. Buku ini dirancang khusus untuk memacu perkembangan bahasa anak usia dini (AUD) melalui aktivitas literasi yang adaptif dan menyenangkan.

Buku Jendela Literasi Ceria merupakan karya kolaboratif tiga akademisi dan praktisi pendidikan dari PG-PAUD Universitas PGRI Kanjuruhan Malang:

  1. Dr. Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi., Psikolog
  2. Dr. Henni Anggraini, M.Psi., Psikolog
  3. Dr. Siti Muntomimah, M.Pd.

Kehadiran buku ini menjadi jawaban atas kebutuhan guru dan orang tua dalam memberikan kegiatan literasi yang relevan dengan karakteristik anak usia pra-sekolah.

Keunggulan Metodologi Literasi Ceria untuk Tumbuh Kembang Anak

Buku Jendela Literasi Ceria dikembangkan dengan mengedepankan prinsip belajar sambil bermain. Beberapa keunggulan utama dari media stimulasi bahasa ini meliputi:

  • Pendekatan Interaktif: Mendorong minat baca anak secara alami tanpa adanya unsur pemaksaan.
  • Meningkatkan Kosakata: Membantu anak memahami konsep bahasa dasar melalui visual dan cerita menarik.
  • Sinergi Rumah dan Sekolah: Memudahkan orang tua dan pendidik di TK Negeri Pembina Kuta Selatan untuk menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Momen dimana Dr. Sarah dan perwakilan sekolah foto bersama sekaligus penyerahan buku (doc.pribadi)

Sinergi Pendidik dan Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Optimal Anak

Keberhasilan pengasuhan Generasi Beta tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara lingkungan sekolah dan rumah. Pelaksanaan PkM di TK Negeri Pembina Kuta Selatan menjadi wujud nyata dari upaya membangun sinergi antara akademisi, pendidik, dan orang tua murid.

Melalui integrasi antara edukasi mindfulness parenting dan penyediaan buku Jendela Literasi Ceria, diharapkan anak-anak usia dini dapat memperoleh stimulasi holistik—baik dari aspek emosional, kognitif, maupun bahasa—sesuai dengan tahapan usianya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Usia Dini di Bali

Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk kontribusi nyata para akademisi dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengasuhan berkualitas. Komitmen ini diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai lembaga pendidikan usia dini lainnya di Bali dan Indonesia.

Dengan kesadaran pola asuh yang tinggi serta dukungan media literasi yang tepat, Generasi Beta diproyeksikan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter unggul, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi membuka kegiatan Orientasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 pada Kamis (1/10/2026) di Ruang Rapat Abdul Rajab. Sebanyak 125 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera hingga Papua, dipastikan lolos dan siap menjalani pembelajaran daring selama kurang lebih satu bulan ke depan.

Unikama Gelar Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menyelenggarakan orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Abdul Rajab ini menjadi pintu masuk bagi para peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebelum menjalani rangkaian pembelajaran.

Pembukaan orientasi PPG di Unikama ini dihadiri jajaran Pimpinan Universitas, pengelola program, serta para peserta yang mengikuti kegiatan diruang zoom masing – masing. Acara tersebut diisi dengan laporan Ketua Program Studi PPG, sambutan Dekan FIP, dan juga sambutan Rektor Unikama.

Tahap Awal yang Penting bagi Peserta PPG Guru Tertentu

Ketua Program Studi PPG Unikama, Dr. Dyah Triwahyuningtyas, S.Si., M.Pd., melaporkan bahwa terdapat 125 peserta yang berhasil lolos dan berlanjut ke tahap berikutnya dalam program PPG Guru Tertentu Tahun 2026 saat ini. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Dyah, orientasi merupakan tahapan awal yang sangat penting. Pada tahap ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai program PPG, mulai dari teknis pembelajaran, mekanisme pembelajaran, hingga visi dan misi penyelenggaraan PPG di Unikama.

“Kami berharap para peserta dapat memahami seluruh informasi dengan seksama agar dapat mengikuti alur PPG dengan lancar dari awal sampai akhir,” ujarnya. Ia juga mengharapkan peserta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Dr. Dyah Triwahyuningtyas, S.Si., M.Pd., saat melaporkan progress hasil dari orientasi PPG GT 3 Unikama (doc.humasunikama)

Dekan FIP: Pembelajaran PPG Daring Butuh Kolaborasi

Dekan FIP Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Guru Tertentu yang terpilih belajar di Unikama selama kurang lebih satu bulan.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran PPG kali ini berjalan sepenuhnya secara online. Karena itu, kerja sama dan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan seluruh elemen di lingkungan kampus sangat diperlukan.

Target Lulus Bersama dengan Nilai Memuaskan

Dekan berharap seluruh peserta dapat lulus bersama-sama dengan nilai yang memuaskan. Menurutnya, pihak fakultas telah menyiapkan segala kebutuhan dengan baik demi menunjang kualitas lulusan PPG Unikama yang unggul.

“Kami sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik demi menunjang kualitas lulusan yang luar biasa,” tuturnya.

Dr. Cicilia saat menyampaikan sambutan dan harapannya (doc.humasunikama)

Rektor Unikama: Peserta dari Sumatera hingga Papua, Disiplin Jadi Kunci

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan PPG Guru Tertentu tahun ini.

Ia menyebutkan bahwa 125 peserta yang mengikuti program ini tersebar dari Sumatera hingga Papua. Hal tersebut menunjukkan bahwa program PPG di Unikama menjangkau guru-guru dari beragam wilayah di Indonesia.

Kedisiplinan dan Semangat Ekstra dalam Pembelajaran Daring

Menurut Rektor, proses pembelajaran daring menuntut semangat dan kedisiplinan ekstra dari para peserta. Karena peserta berada di lokasi yang berjauhan, komitmen pribadi menjadi faktor penentu keberhasilan PPG daring.

Komunikasi Dua Arah antara Peserta dan Pengelola PPG

Unikama bersama tim PPG berkomitmen membuka ruang komunikasi dua arah seluas-luasnya dengan peserta. Pengelola program akan mendampingi dan membimbing peserta dengan sepenuh hati dan secara maksimal selama proses pembelajaran.

“Selamat bergabung bersama kami di Unikama. Belajarlah dengan tekun dan penuh semangat,” pesan Rektor kepada para peserta.

Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. memberikan sambutan sekaligus membuka acara (doc.humasunikama)

Harapan Unikama untuk Kualitas Guru Profesional

Melalui orientasi ini, Unikama berharap seluruh peserta PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 memiliki bekal pemahaman yang kuat tentang alur dan mekanisme program. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menjalani pembelajaran secara optimal dan menyelesaikan program tepat waktu.

Sinergi antara peserta, dosen, dan pengelola program menjadi kunci agar tujuan Pendidikan Profesi Guru dapat tercapai, yakni menghasilkan guru profesional yang berkualitas dan siap meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing.

Malang, 26 September 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Salah satu mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Nanda Dwi Pratama, S.Pd., berhasil meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi Lomba Generasi Emas Storytelling Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP PGMI) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY). Prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini menjadi bukti nyata dedikasi, bakat, serta kualitas kompetensi mahasiswa Unikama di kancah Nasional.

Keberhasilan Nanda Dwi Pratama, S.Pd. dalam Lomba Generasi Emas & Storytelling Nasional 2026 ini bukan sekadar kemenangan individu. Prestasi ini merupakan cerminan dari sistem pembinaan akademik yang berkualitas, lingkungan belajar yang suportif, serta semangat sivitas akademika Unikama untuk terus mendorong mahasiswa PPG Unikama berprestasi di tingkat nasional. Ajang Generasi Emas Storytelling yang digelar di UNHASY menjadi panggung bagi mahasiswa PPG Unikama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bercerita, menyampaikan gagasan, dan menginspirasi generasi muda Indonesia.

Nanda Dwi Pratama, S.Pd.: Mahasiswa PPG Unikama Peraih Juara 3 Nasional

Sebagai mahasiswa PPG Unikama, Ia berhasil membuktikan bahwa mahasiswa PPG Unikama mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa PPG Unikama lainnya.

Dalam Lomba Generasi Emas Storytelling Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh HMP PGMI UNHASY, Nanda tampil memukau dengan kemampuan storytelling yang luar biasa. Mahasiswa PPG Unikama ini berhasil menyihir dewan juri dan audiens dengan penyampaian cerita yang penuh makna, menggugah, dan relevan dengan tema Generasi Emas. Prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini semakin memperkuat posisi Unikama sebagai Universitas yang mampu mencetak guru-guru profesional dan berdaya saing tinggi.

Perjalanan Menuju Panggung Nasional Generasi Emas Storytelling 2026

Perjalanan Nanda Dwi Pratama menuju Juara 3 Lomba Generasi Emas Storytelling Nasional 2026 tidaklah instan. Mahasiswa PPG Unikama ini harus melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari persiapan intensif, latihan storytelling, hingga pembimbingan dari dosen-dosen PPG Unikama. Prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan dari sivitas akademika Unikama mampu menghasilkan hasil yang membanggakan.

Ajang Lomba Generasi Emas & Storytelling Tingkat Nasional 2026 di UNHASY diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menuntut peserta untuk tidak hanya pandai bercerita, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan pendidikan yang kuat dan relevan.

Dampak Prestasi Nasional Mahasiswa PPG Unikama bagi Sivitas Akademika Unikama

Kebanggaan bagi Seluruh Sivitas Akademika Unikama

Prestasi yang diraih oleh Nanda Dwi Pratama, S.Pd. merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi seluruh sivitas akademika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Prestasi tingkat Nasional mahasiswa PPG Unikama ini menjadi bukti nyata bahwa Unikama mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Semua pantas untuk turut merasakan dan merayakan kebahagiaan atas prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini. Apa yang telah diperoleh tentu saja menjadi simbol keberhasilan Unikama dalam membina mahasiswa PPG Unikama menjadi guru-guru profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan storytelling yang mumpuni.

Motivasi bagi Mahasiswa PPG Unikama Lainnya

Apa yang telah diraih oleh Nanda Dwi Pratama, S.Pd. diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa PPG Unikama lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. Mahasiswa PPG Unikama harus menyadari bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Hal ini semakin membuktikan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan penuh dari sivitas akademika Unikama, mungkin tak hanya PPG saja tetapi seluruh mahasiswa Unikama akan mampu meraih prestasi gemilang dikemudian hari.

Unikama sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada kualitas, terus mendorong mahasiswa PPG Unikama untuk aktif dalam berbagai kompetisi Nasional. Upaya Unikama dalam membina mahasiswa PPG Unikama membuahkan hasil yang nyata. Mahasiswa PPG Unikama diharapkan dapat mengikuti jejak Nanda Dwi Pratama, S.Pd. dalam meraih prestasi nasional.

Kualitas Kompetensi Mahasiswa PPG Unikama di Kancah Nasional

Mahasiswa PPG Unikama ini telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Prestasi nasional mahasiswa PPG Unikama ini menjadi indikator keberhasilan PPG Unikama dalam mencetak guru-guru profesional.

Kualitas kompetensi mahasiswa PPG Unikama tidak perlu diragukan lagi. Mahasiswa PPG Unikama dibekali dengan berbagai keterampilan, termasuk kemampuan storytelling, yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Tentu ini semakin memperkuat reputasi Unikama sebagai universitas yang unggul dalam bidang pendidikan.

Peran PPG Unikama dalam Mencetak Guru Profesional

PPG Unikama memiliki peran strategis dalam mencetak guru-guru profesional yang siap mengabdi di dunia pendidikan Indonesia. Unikama mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Mereka tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.

Semoga ini mampu menjadikan motivasi untuk terus berkarya, menginspirasi, dan mengabdi demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Unikama harus terus mengembangkan diri dan tidak berpuas diri dengan pencapaian yang sudah ada, karena ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan.

ini adalah tentang kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. seluruh mahasiswa adalah agen perubahan yang akan membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Semoga apa yang telah diraih dapat menjadikan awal yang bagus bagi Unikama untuk menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

Peringati Hari Tani Nasional, PFI Malang gelar pameran foto dan diskusi kemajuan perekonomian Kota Malang. Simak rangkuman diskusi ketahanan pangan dan urban farming di sini.

Sinergi Visual dan Diskusi Publik dalam Memperingati Hari Tani Nasional

Kolaborasi PFI Malang dan Pemkot Malang dalam Sorotan Ketahanan Pangan

Peringatan Hari Tani Nasional tahun 2026 di Kota Malang disemarakkan dengan sebuah acara yang menggabungkan seni visual dan diskusi intelektual. Bertempat di Gedung Parkir Kayutangan pada Kamis, 24 September 2026, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang sukses menyelenggarakan Pembukaan Pameran Foto dan Diskusi Kemajuan Perekonomian Kota Malang. Mengusung tema “Tanah, Pangan dan Harapan” , acara ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya jurnalistik foto, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis mengenai masa depan ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, legislatif, akademisi, hingga komunitas lokal. Darmono, selaku Ketua PFI Malang, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pemangku kepentingan dan rekan – rekan yang telah hadir dalam pembukaan acara pameran foto tersebut. Ia menekankan bahwa momen Hari Tani Nasional ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali betapa vitalnya sektor pertanian dan pangan bagi keberlanjutan hidup anak cucu di masa depan. Melalui lensa kamera, para pewarta foto berusaha menyajikan potret realitas pertanian perkotaan yang sarat akan makna.

Apresiasi Pemerintah Kota Malang terhadap Jurnalisme Foto dan Program Ketahanan Pangan

Dukungan Penuh Walikota Malang untuk Event Lokal dan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif PFI Malang. Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT., selaku Asisten II Pemerintahan Kota Malang yang hadir mewakili Walikota Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan pesan khusus. Walikota berharap agar ke depannya semakin banyak event serupa yang mengangkat lokus Kota Malang sebagai subjek utama dan berharap agar bisa untuk kemudian dilombakan.

“Pameran ini sangat bagus sekali, karena tema yang disampaikan terkait Tanah, Pangan dan Harapan sesuai dengan Program Strategis Nasional terkait ketahanan pangan,” ujar Diah Ayu saat membacakan sambutan Walikota. Dukungan ini menegaskan bahwa isu kedaulatan pangan bukan hanya milik daerah agraris, tetapi juga menjadi perhatian serius pemerintah kota yang memiliki keterbatasan lahan. Pameran ini diharapkan menjadi katalisator kesadaran publik akan pentingnya kemandirian pangan di tingkat lokal.

Dari kiri: Ibu Diah, Ibu Amithya, Ibu Irma sedang memperhatikan setiap foto dan caption diruang pameran. (doc humas unikama)

Dinamika Diskusi: Strategi Tata Kelola Pangan di Kota Malang

Tantangan Geografis dan Ketergantungan Pasokan antar Daerah

Setelah prosesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan forum diskusi yang membahas secara mendalam Kemajuan Perekonomian Kota Malang. Dalam paparannya, Ir. Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan data terkini mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Malang. Ia menyadari bahwa tipologi Kota Malang bukanlah daerah berbasis pertanian produsen, melainkan konsumen.

“Sebagai perkotaan, kita menyadari bahan pangan tidak dihasilkan sendiri di kota. Jadi kita tetap menggantungkan kerja sama dengan daerah-daerah lain,” jelasnya. Namun, pemerintah tetap berkomitmen melakukan intervensi pada aspek distribusi. Fokus utama Pemkot Malang adalah memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran komunikasi antar pihak, serta ketersediaan stok pangan yang memadai bagi masyarakat perkotaan. Ini merupakan wujud nyata manajemen logistik pangan yang responsif terhadap kebutuhan warga.

Optimalisasi Rantai Pasok dan Inovasi Smart Farming

Sesi diskusi semakin menarik ketika Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D., Wakil Rektor II Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), memberikan pandangannya sebagai akademisi. Irma Tya menyoroti fenomena Kota Malang sebagai “Kota Pendidikan” yang menjadi magnet bagi pendatang. Dengan sekitar 60 institusi pendidikan tinggi, kebutuhan makanan di Kota Malang terus meningkat secara signifikan, sementara lahan pertanian semakin terbatas.

“Ketika kita berbicara tata kelola, kita berbicara tentang supply chain atau rantai pasok. Bagaimana kita bisa memotong rantai pasok yang panjang yang menyebabkan inefisiensi menjadi rantai pasok yang lebih pendek,” tegas Irma. Ia mendorong penerapan pertanian urban atau smart farming sebagai solusi inovatif. Teknologi ini memungkinkan produksi pangan dilakukan di lahan terbatas, namun mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota. Hal ini sejalan dengan konsep ekosistem ekonomi perkotaan yang tidak hanya berpusat pada pasar sebagai tempat transaksi, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan petani serta konsumen.

Peran Legislatif dalam Menyiapkan Ketersediaan Pangan

Senada dengan narasumber lainnya, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS., Ketua DPRD Kota Malang, menekankan pentingnya peran legislatif dalam mengawal kebijakan pangan. Ia menyadari bahwa keterbatasan lahan dan kondisi geografis Kota Malang mengharuskan adanya strategi jangka panjang untuk mempersiapkan supply bahan pangan.

“Sebagai wakil rakyat, kita harus mempersiapkan supply-nya. Ini adalah salah satu peran penting yang selalu diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ujar Amithya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk merancang regulasi yang mendukung ketahanan pangan kota, termasuk dalam hal penganggaran dan perlindungan terhadap petani lokal serta pelaku usaha pangan.

Ibu Irma saat memaparkan materi terkait kemajuan perekonomian Kota Malang (doc. humas unikama)

Sinergi Multipihak untuk Masa Depan Pangan Kota Malang

Menjadikan Pameran sebagai Momentum Refleksi dan Aksi

Pameran foto dan diskusi yang digelar oleh PFI Malang ini membuktikan bahwa isu ketahanan pangan dan perekonomian kota dapat dikomunikasikan secara menarik melalui pendekatan visual dan dialogis. Karya-karya fotografi yang dipamerkan bukan sekadar estetika, melainkan representasi dari realitas sosial yang membutuhkan solusi konkret.

Melalui diskusi ini, terungkap bahwa Kota Malang menghadapi tantangan nyata dalam hal keterbatasan lahan, namun memiliki peluang besar melalui inovasi teknologi pertanian, optimalisasi rantai pasok, dan kolaborasi antardaerah. Peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular di perkotaan semakin tumbuh. Pameran ini menjadi bukti bahwa jurnalisme foto dapat menjadi alat advokasi yang kuat untuk perubahan sosial, khususnya dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan dan perekonomian.

MALANG – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menegaskan komitmen keberlanjutan lingkungan melalui penanaman bibit pohon alpukat di area Rusunawa Unikama. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2025) ini diselenggarakan sebagai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Langkah strategis tersebut memperkuat predikat Unikama sebagai Kampus Eco Green Unikama yang konsisten mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan hidup bagi civitas akademika sejak hari pertama perkuliahan.

Penanaman pohon alpukat tidak sekadar simbolis, melainkan agenda tahunan yang dirancang untuk memberikan dampak ekologis serta ekonomis jangka panjang. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT-PGRI) Malang, rektorat, serta Adipati Kanjuruhan 2026 yang tergabung dalam keluarga besar Unikama. Melalui penanaman bibit ini, kampus berupaya menciptakan ekosistem hijau yang asri sekaligus membangun kesadaran kolektif mahasiswa baru terhadap isu-isu kelestarian lingkungan global dari lingkup terdekat.

Wujud Nyata Komitmen Lingkungan dalam Rangkaian PKKMB Unikama

Rangkaian agenda PKKMB tahun ini dirancang secara khusus untuk membentuk mentalitas mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga responsif terhadap kelestarian alam. Kawasan Rusunawa Unikama dipilih sebagai lokasi penanaman karena menjadi salah satu pusat aktivitas mahasiswa yang berpotensi menjadi laboratorium hijau kampus.

Penanaman bibit pohon alpukat oleh jajaran pengurus PPLP PT-PGRI Malang pada rangkaian kegiatan PKKMB Unikama 2026.

Implementasi program hijau ini merefleksikan keseriusan pihak pengelola dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian alam ke dalam kurikulum non-akademik. Kehadiran ruang hijau yang produktif di lingkungan kampus diharapkan mampu menurunkan suhu mikro kawasan, meningkatkan resapan air, serta menyediakan suplai oksigen yang bersih bagi seluruh penghuni rusunawa dan sekitarnya.

Sambutan Wakil Ketua 1 PPLP PT-PGRI Malang tentang Keberlanjutan Program

Wakil Ketua 1 PPLP PT-PGRI Malang, Dr. Nawaji, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan berwawasan lingkungan ini. Pihak yayasan menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam merawat bibit yang telah ditanam agar dapat memberikan manfaat nyata di masa depan.

“Kita semua wajib menjaga dan merawat apa yang kita tanam, semoga bertumbuh dengan baik, dan nanti kedepan mahasiswa baru dapat menikmati alpukatnya. Setiap tahun kita melaksanakan penanaman pohon, semoga kedepan dapat dijalankan terus, kegiatan ini menjadi salah satu langkah peduli lingkungan,” ujar Dr. Nawaji, M.Pd. di sela-sela acara penanaman bibit pohon.

Dr. Nawaji, M.Pd. juga menggarisbawahi peran aktif para peserta mahasiswa baru yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan. Yayasan menilai partisipasi generasi muda dalam aksi lingkungan merupakan investasi sosial yang sangat berharga bagi reputasi institusi dan keberlanjutan bumi.

“Kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi Adipati Kanjuruhan dalam kegiatan PKKMB untuk penanaman bibit buah alpukat, kegiatan ini memiliki nilai positif bagi kehidupan,” tutur Dr. Nawaji, M.Pd.

Aksi Nyata Generasi Muda Adipati Kanjuruhan di Area Rusunawa

Para mahasiswa baru yang dikenal dengan julukan Adipati Kanjuruhan tampak antusias mengolah tanah dan menanam bibit-bibit alpukat di area yang telah ditentukan. Kerja sama antarpenghuni kampus menciptakan suasana kebersamaan yang erat, mengikis jarak antara mahasiswa, dosen, dan jajaran pimpinan lembaga.

Keterlibatan langsung mahasiswa dalam aksi penanaman ini membentuk rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap fasilitas serta lingkungan kampus. Bibit tanaman alpukat dipilih karena jenis pohon ini memiliki daya tahan yang baik, perakaran yang kuat untuk menahan erosi tanah, serta menghasilkan buah yang kaya nutrisi bagi masyarakat kampus.

Penguatan Identitas Kampus Eco Green Unikama Melalui Edukasi Berkelanjutan

Identitas keberlanjutan yang disandang oleh Unikama bukanlah slogan semata, melainkan prinsip dasar yang diterapkan dalam berbagai tata kelola operasional dan kegiatan kemahasiswaan. Pihak rektorat menegaskan bahwa integrasi kepedulian lingkungan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan kampus, mulai dari pembatasan penggunaan plastik sekali pakai hingga aksi penanaman pohon produktif.

Edukasi lingkungan hidup di Unikama diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup hijau (green lifestyle) di kalangan civitas akademika. Pendekatan terpadu ini diharapkan membentuk lulusan yang berwawasan lingkungan serta mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat luas setelah menyelesaikan studi.

Penegasan Rektor Unikama Terkait Kampus Eco Green Unikama dan Pengurangan Sampah Plastik

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., dalam sambutannya menegaskan kembali posisi institusi sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen penuh terhadap nilai-nilai ekologis. Kebijakan ramah lingkungan telah diterapkan secara konsisten sepanjang pelaksanaan PKKMB, salah satunya melalui larangan pembawaan botol plastik sekali pakai bagi para peserta.

“Kampus kita disebut Kampus Eco Green Unikama yang peduli lingkungan. Kalau kemarin pada saat PKKMB saudara tidak boleh membawa botol plastik, sekarang bagaimana kemudian kita melestarikan lingkungan dengan menanam pohon alpukat ini,” kata Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si.

Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. menambahkan bahwa momen penanaman pohon ini merupakan gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk memahami tanggung jawab ekologis mereka sebagai bagian dari masyarakat akademis yang modern dan beradab.

“Mudah-mudahan ini adalah bagian momentum yang penting bagi saudara-saudara untuk memulai pendidikan lingkungan di sekitar kita,” jelas Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si.

Dampak Positif Jangka Panjang Penanaman Alpukat bagi Civitas Akademika

Program penghijauan berbasis tanaman buah memberikan manfaat ganda bagi lingkungan kampus Unikama. Selain memperindah estetika kawasan Rusunawa Unikama, keberadaan pohon-pohon alpukat ini diproyeksikan akan menciptakan peneduh alami yang mengurangi panas radiasi matahari di area pemukiman mahasiswa.

Manfaat ekonomi dan konsumsi juga menjadi nilai tambah yang tidak terpisahkan di masa mendatang. Hasil panen buah alpukat dari program ini kelak dapat dinikmati bersama oleh mahasiswa, pengelola rusunawa, serta warga sekitar kampus, sebagai simbol keberhasilan kolaborasi green movement yang dimulai sejak masa orientasi studi.

Scroll to Top
WhatsApp