UNIKAMA – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti Aula Auditorium Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) pada Jumat, 27 Maret 2026. Seluruh Civitas Akademika, tenaga pendidik, serta jajaran pengurus yayasan berkumpul dalam acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mengusung tema “Fitrah yang Suci, Unikama yang Harmoni”, acara ini menjadi momentum awal transformasi besar institusi menuju pencapaian yang lebih gemilang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIKAMA, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., bersama jajaran pimpinan Universitas, para dekan, dosen, dan staf. Kehangatan terlihat jelas saat satu per satu saling berjabat tangan, melepas silaturahmi setelah rutinitas akademik yang libur beberapa waktu yang lalu.

Dalam sambutannya, Rektor Sudi Dul Aji menyampaikan refleksi mendalam tentang hakikat kesuksesan di lingkungan pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa capaian besar sebuah institusi bukanlah semata-mata hasil kerja individu yang hebat, melainkan buah dari soliditas tim dan kekuatan keluarga besar.

“Kesuksesan itu bukan hanya dari individu yang hebat, tapi merupakan team atau keluarga yang kuat dan solid. Tidak ada jenderal yang menang tanpa pasukan yang kompak,” ujar Prof. Sudi dengan tegas.

Sambutan Rektor UNIKAMA (doc.humasunikama)

Rektor menegaskan bahwa harmonisasi dan kebersamaan dalam lingkungan kampus adalah fondasi paling utama. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam diskusi akademik adalah hal lumrah, namun semangat kekeluargaan harus menjadi perekat yang tidak boleh luntur.

“Hari ini adalah awal dari transformasi besar. Transformasi dalam kinerja, transformasi dalam pembelajaran, dan yang paling penting, kita mengedepankan kebersamaan. Mari kita bangun Unikama dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” ajaknya.

Semangat pembaruan juga mengalir dari sambutan Wakil PPLP-PT PGRI Malang selaku Badan Penyelenggara UNIKAMA, Bapak Nawaji. Ia mengajak seluruh Civitas Akademika memanfaatkan momentum kemenangan ini sebagai modal utama untuk melangkah ke depan.

“Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada untuk perkembangan Unikama. Marilah kita melangkah dengan hati yang bersih, suci, dan siap mengisi kembali dengan energi serta semangat baru yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” pesan Nawaji.

Suasana halal bihalal semakin istimewa dengan hadirnya penceramah, KH. Ahmad Musyaffa Asady, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kota Malang. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa puncak ibadah Ramadhan adalah kembalinya seseorang kepada fitrah. Namun, kesucian tersebut harus dijaga pasca Lebaran, terutama dalam hubungan antarmanusia.

“Setelah kembali fitrah, tantangan terbesar adalah menjaga lisan. Dalam dunia kampus, di antara dosen, mahasiswa, dan staf, sering kali muncul ujian berupa gibah dan dusta mengenai orang lain. Padahal, rusaknya hubungan sosial seringkali bermula dari lisan yang tidak terjaga,” ujar Kiai Musyaffa.

Ia menekankan pentingnya membangun peradaban kampus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga adiluhung secara moral. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablum minannas) adalah cerminan keberhasilan ibadah kepada Sang Pencipta (hablum minallah). “Jadikan kampus ini tempat yang nyaman, di mana tidak ada yang saling menyakiti dengan lisan. Itulah harmoni yang sesungguhnya,” tambahnya.

Tema “Fitrah yang Suci, Unikama yang Harmoni” benar-benar hidup dalam setiap rangkaian kegiatan acara pagi ini. Acara yang berlangsung hingga menjelang siang itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi UNIKAMA agar senantiasa diberikan keteguhan dalam menjalankan misi mencerdaskan bangsa dengan landasan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan.

Suasana para dosen, karyawan salaing berjabat tangan (doc.unikama)

Dengan semangat yang telah diperbarui, keluarga besar UNIKAMA kini melangkah keluar dari Auditorium dengan satu tekad: menjadikan fitrah yang suci sebagai modal, dan harmoni sebagai budaya, untuk melesat menuju transformasi besar di masa depan. Sebuah awal yang baru, dengan energi yang lebih baik dari sebelumnya.

(06/03/2026) – Sebagai langkah konkret dalam merealisasikan kerja sama yang telah terjalin, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan Kuliah Tamu bertajuk implementasi strategis Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara ini berlangsung meriah di Auditorium Multikultural Unikama dan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023-2025 serta jajaran dosen di lingkungan FEB Unikama.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata efektivitas kolaborasi antara dunia akademik dengan sektor industri manufaktur (PT Indolakto) dan sektor jasa profesional (KAP Sendy Cahyadi & Erry Febrianto Saputra).

Dalam sambutan Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya terpaku pada teks buku, tetapi juga menyerap dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Sambutan Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM

“Melalui kuliah tamu ini, kami berharap para mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya integrasi keilmuan—termasuk pengembangan akuntansi forensik, manajemen operasional, dan kebijakan ekonomi—dalam membangun ekosistem bisnis yang transparan dan berintegritas. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan,” ujar Dr. Rita.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua pakar di bidangnya untuk memberikan perspektif mendalam dari sudut pandang yang berbeda. Materi Pertama yakni Akuntansi Forensik dan Integritas Profesi, Disampaikan oleh Sendy Cahyadi, SE., MSA., Ak., CA., CPA. (Managing Partner KAP Sendy Cahyadi & Erry Febrianto Saputra).

Sendy Cahyadi, SE., MSA., Ak., CA., CPA. memaparkan mengenai pentingnya akuntansi forensik dalam mendeteksi kecurangan (fraud) serta bagaimana peran akuntan dalam menjaga transparansi keuangan di era digital. Mahasiswa diajak memahami bahwa ketelitian dan etika adalah kunci utama dalam profesi akuntan.

Selanjutnya, materi Kedua membahas tentang Dinamika Organisasi SDM di Industri Manufaktur, Disampaikan oleh Yasman Suparyo, S.E., M.M., CHRM.

Penjelasan Materi oleh Yasman Suparyo, S.E., M.M., CHRM

HR & GA Manager PT Indolakto tersebut mengupas tuntas mengenai tata kelola sumber daya manusia di lingkungan PT Indolakto.

Materi ini memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi apa saja yang dicari oleh perusahaan multinasional dan bagaimana budaya kerja profesional diimplementasikan untuk mencapai efisiensi operasional.

Antusiasme peserta mencapai puncaknya pada sesi tanya jawab. Mahasiswa angkatan 2023-2025 tampak aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari tantangan karir bagi lulusan baru hingga implementasi teknologi dalam audit forensik.

Interaksi dua arah ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB Unikama memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap realitas industri.

Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri, serta memperkokoh posisi FEB Unikama sebagai fakultas yang adaptif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja global.

Malang – Menyambut keistimewaan bulan Ramadan yang penuh berkah, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menghadirkan momen yang sarat makna dan kepedulian. Segenap keluarga besar Unikama yang terdiri dari jajaran pimpinan, dosen, dan karyawan, menyalurkan santunan kepada Yayasan anak yatim piatu yang berada dibeberapa wilayah Malang Raya, Senin (9/3/2026).

Kegiatan santunan yang berlangsung di bulan suci ini menjadi simbol nyata bahwa institusi pendidikan tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengembangan intelektual, tetapi juga terhadap nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial. Momen berbagi ini pun mendapat apresiasi hangat dari para pejabat struktural universitas hingga perwakilan dari yayasan.

Wakil Rektor II Unikama melaporkan hasil dari kegiatan santunan Yatim Piatu (doc.humasunikama)

Wakil Rektor II Unikama Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar atas terselenggaranya kegiatan santunan di bulan yang penuh ampunan ini. Ia menekankan bahwa setiap langkah baik yang dilakukan oleh sivitas akademika memiliki nilai lebih dan bukan sekadar seremonial biasa.

“Di bulan Ramadan yang suci ini, semoga apa yang kita lakukan hari ini dicatat sebagai amal kebaikan. Kami mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada bapak-ibu dosen dan karyawan Unikama semua atas dukungan dan partisipasinya yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. secara khusus menyoroti solidaritas luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh elemen kampus di bulan yang penuh berkah ini. Menurutnya, kelancaran acara bukan hanya karena persiapan yang matang, tetapi juga berkat gotong royong dan hati yang tulus untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama anak-anak yatim.

Rektor UNIKAMA menyampaikan sambutan (doc.humasunikama)

“Terima kasih sebesar-besarnya atas support dan bantuan dari seluruh bapak dan ibu dosen Unikama semuanya. Dengan kebersamaan ini, acara santunan bisa berjalan lancar sedemikian rupa. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan untuk kita semuanya, terutama di bulan Ramadan yang mulia ini,” tuturnya.

Kehadiran unsur yayasan turut memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan ini. Dr Nawaji M.Pd Wakil PPLP-PT PGRI Malang yang hadir memberikan arahan khusus kepada seluruh sivitas akademika. Ia mengingatkan bahwa di tengah kesibukan akademik dan administratif, nilai-nilai fundamental justru tidak boleh luntur, terlebih di bulan suci.

“Yang paling penting adalah rasa kekeluargaan yang tetap dan harus terus terjaga. Ketakwaan yang terus terawat dengan baik. Bulan Ramadan adalah momentum tepat untuk memupuk kembali nilai-nilai ini,” pesannya, menggarisbawahi bahwa keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari eratnya tali persaudaraan dan ketaatan kepada Tuhan yang maha esa.

Penyerahan santunan disalah satu yayasan yatim piatu Kota Malang (doc.humasunikama)

Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan oleh jajaran pimpinan universitas kepada perwakilan anak yatim. Senyum bahagia terpancar dari wajah para penerima manfaat, menandakan bahwa bulan suci tahun ini benar-benar menghadirkan kebahagiaan yang hangat dan membanggakan bagi mereka.

Malang, 9 Maret 2026 – Suasana kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dipenuhi semangat baru pada Senin pagi tadi. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) resmi dilantik. Momen bersejarah ini dirangkai secara simbolis dengan pembukaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang akan berlangsung selama empat hari ke depan, mulai dari tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.

Acara yang digelar di Aula Sarwakirti ini tidak hanya sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi titik balik lahirnya kader-kader pemimpin masa depan yang berkualitas. Ketua Panitia Romadhon, S.Pd., M.Pd. dalam laporannya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan didesain dengan dua kata kunci utama: produktif dan berdampak. Dua kata ini kemudian mengemuka dan dielaborasi lebih dalam oleh para pimpinan universitas dalam sambutan mereka.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unikama Yuliatin dalam pidatonya menyambut antusias para pengurus baru. Ia menekankan bahwa produktivitas dan dampak nyata tidak bisa dicapai sendirian. “Dengan kebersamaan dan semangat persatuan, kita akan mampu menjadi agen penerus bangsa yang produktif dan berdampak pada era digital yang terus berkembang pesat saat ini,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia mengajak seluruh elemen Ormawa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat kolaborasi, bukan sebaliknya yang justru membuat jarak pemisah diantaranya.

(kiri) Yuliatin saat prosesi serah terima dari kepemimpinan presma sebelumnya (kanan) AM Adib’ Abidatam

Senada dengan hal tersebut, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd. Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Unikama menyoroti pentingnya adaptasi dan pertumbuhan pribadi di tengah derasnya arus digital. Ia berharap agar Ormawa dapat melahirkan banyak prestasi dan aktif berkolaborasi di dunia digital kedepannya.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau bertumbuh untuk terus memperbaiki diri. Ingat, kunci dari keberhasilan organisasi itu adalah: komunikasi, kolaborasi, dan critical thinking (berpikir kritis),” tegasnya. Menurutnya, tiga pilar inilah yang akan membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berlandaskan teknologi dan kearifan lokal bagi masyarakat sekitar.

Rektor Unikama Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. sangat mengapresiasi inisiatif dan semangat yang terpancar dari para calon pemimpin organisasi Unikama.
“Ide, gagasan, dan pergerakan yang baik harus didukung secara penuh oleh universitas. Tujuan akhir kita adalah melahirkan calon-calon mahasiswa yang memiliki integritas, kejujuran, etika, dan tanggung jawab,” ujar Rektor dengan penuh harap.

Rektor unikama saat menyampaikan sambutan (doc.humasunikama)

Lebih lanjut, Rektor menggarisbawahi bahwa di era disrupsi ini, nilai-nilai klasik organisasi justru menjadi fondasi yang kokoh. “Kolaborasi dan komunikasi memang sangat perlu ditingkatkan. Begitu juga dengan inovasi dan kreativitas. Jika kalian bisa menggabungkan integritas dengan inovasi, maka kalian tidak hanya akan sukses secara pribadi, tetapi juga akan berdampak luas bagi lingkungan dan bangsa,” pungkasnya.

Dengan bekal semangat yang luar biasa, rangkaian LKMM-TD selama empat hari ke depan diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan manajerial yang aplikatif. Pelantikan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa mahasiswa Unikama adalah agen perubahan yang produktif dan benar-benar berdampak nyata.

Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan kegiatan yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Jumat (27/02/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat di Ruang Abdoel Radjab dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta para mahasiswa yang dinyatakan lulus.

Dalam periode ini, FH Unikama mengukuhkan sebanyak 17 mahasiswa. Prosesi yudisium menjadi penanda resmi berakhirnya masa studi para mahasiswa, sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai insan hukum.

Dekan FH Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang serba terbuka saat ini sangat berpengaruh terhadap legitimasi hukum. Dekaan FH tersebut menyampaikan bahwa dinamika era digital menuntut para lulusan hukum untuk lebih adaptif dan kritis dalam menyikapi berbagai persoalan hukum yang berkembang.

Dekan FH Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH menyampaikan sambutan.

“Pada era teknologi yang serba terbuka, tentu hal itu sangat berpengaruh pada legitimasi hukum yang ada pada saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, SH., MH., menyoroti pentingnya konsistensi moral dalam penegakan hukum. Menurutnya, kurangnya konsistensi moral menjadi penyebab utama nilai-nilai hukum seolah kering tanpa makna. Ia menekankan bahwa hukum tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga harus dihidupi dengan integritas dan tanggung jawab.

Para lulusan juga diingatkan agar menjadi pribadi yang bijak dalam mengambil sikap. Keputusan yang diambil, tegasnya, harus memiliki arah dan dasar yang jelas.

“Jadilah pribadi yang bijak dalam mengambil sikap, jangan mudah mengambil keputusan yang tidak jelas arah dan akarnya,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus. Sejak detik itu pula, tanggung jawab untuk turut serta menegakkan keadilan disematkan kepada mereka.

“Detik ini, Anda sudah dinyatakan lulus dan mulai detik ini juga Anda turut serta bertanggung jawab dalam menegakkan keadilan setegak-tegaknya di luar sana,” tegas Dekan.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang mengikuti yudisium, Nur Azizah, S.H., menyampaikan pesan dan kesan mewakili rekan-rekannya. Mahasiswa yang dinyatakan lulus terbut, mengungkapkan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil dari tempaan luar biasa selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

“Keberhasilan saat ini merupakan hasil dari tempaan luar biasa yang telah kita lewati selama berada di sini,” tuturnya.

Nur Azizah, S.H., juga menyampaikan apresiasi atas ilmu, kesabaran, dan kepercayaan yang telah diberikan oleh para dosen. Menurutnya, setiap ilmu yang diperoleh akan selalu hidup dalam setiap langkah para lulusan ke depan.

“Setiap ilmu, setiap kesabaran dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami akan selalu hidup dalam setiap langkah kami,” ujarnya.

Dalam yudisium periode ini, capaian akademik membanggakan juga diraih oleh salah satu mahasiswa. Nur Azizah dan Adi Mulya dinobatkan sebagai lulusan terbaik FH Unikama dengan Indeks Prestasi Kumulatif IPK 3.92. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi selama masa studi membuahkan hasil yang gemilang.

Dengan terselenggaranya yudisium ini, para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu hukum secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan. Prosesi yang telah dilaksanakan tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum refleksi atas tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para sarjana hukum lulusan FH Unikama.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang Abdoel Radjab Unikama.

Pada yudisium kali ini, FEB Unikama mengukuhkan sebanyak 54 lulusan, yang terdiri dari 2 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, 9 mahasiswa Prodi Akuntansi, dan 43 mahasiswa Prodi Manajemen.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Ega Kurniawan dari Prodi Pendidikan Ekonomi meraih IPK 3,69. Maria Norbertha Fatlolon dari Prodi Akuntansi mencatatkan IPK 3,86. Sementara itu, Nur Avidah dari Prodi Manajemen menjadi peraih IPK tertinggi dengan 3,87.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FEB, Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa FEB Unikama meyakini keunggulan global justru tumbuh dari akar lokal yang kuat.

“Nilai-nilai integritas, kearifan lokal, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi merupakan DNA lulusan FEB Unikama yang menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan ekonomi dan bisnis yang berkelanjutan.” ungkapnya.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M, Dekan FEB Unikama tengah memberikan sambutan pada kegiatan Yudsisium.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. menekankan bahwa inovasi dan daya saing tidak harus meninggalkan identitas lokal. Justru, kearifan lokal menjadi sumber nilai strategis yang membentuk karakter, etika, serta keunggulan kompetensi lulusan di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

Menurutnya, dunia saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga lulusan yang beretika, kompeten, inovatif dalam berwirausaha, serta profesional dalam dunia kerja. Oleh karena itu, FEB Unikama berkomitmen secara konsisten mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap transformasi digital, dinamika pasar global, dan pertumbuhan berkelanjutan melalui kurikulum yang relevan, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, penguatan kewirausahaan, serta integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam proses pembelajaran.

“FEB UNIKAMA berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya job seeker, tetapi job creator dan solution maker bagi masyarakat,” tegasnya.

Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M. juga berpesan agar para lulusan menjadi representasi terbaik fakultas di berbagai ruang profesional, baik di dunia usaha, sektor publik, maupun di tengah masyarakat. “Keberhasilan Anda akan menjadi cerminan keberhasilan institusi ini. Ketika Anda mampu menciptakan dampak ekonomi yang inklusif, membangun bisnis yang beretika, dan berkontribusi pada masyarakat yang berkelanjutan, saat itulah nilai FEB UNIKAMA hadir secara nyata di tingkat nasional dan global,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato perwakilan mahasiswa yang disampaikan oleh Maria Norbertha Fatlolon dari Prodi Akuntansi. Dalam pidatonya, mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa sebagai lulusan FEB Unikama, mahasiswa telah dibentuk melalui proses akademik yang terstruktur.

“Kita dibekali ilmu, keterampilan, serta pola pikir kritis untuk menghadapi tantangan dunia nyata,” ujarnya.

Sebagai penutup, Maria mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademik hingga mencapai hari bersejarah tersebut.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah dan usaha kita ke depan,” pungkasnya.

Yudisium Semester Genap 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi para lulusan FEB Unikama untuk melangkah ke dunia profesional dengan kompetensi, integritas, serta semangat kewirausahaan yang kuat, sekaligus membawa nilai-nilai lokal ke panggung global.

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan khidmat di Auditorium Multikultural Unikama, Jumat 27/2/2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menuntaskan studi jenjang sarjana (S1) dan resmi dikukuhkan sebagai lulusan.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) Kelulusan disampaikan oleh KPM FIP, Yulianti, S.Pd.I., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut disebutkan bahwa Yudisium FIP kali ini mengukuhkan total 192 lulusan S1.

“Adapun rincian lulusan berdasarkan program studi yakni Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) sebanyak 22 mahasiswa, Prodi PPKn 3 mahasiswa, Prodi Pendidikan Geografi 2 mahasiswa, Prodi PGSD 44 mahasiswa, serta Prodi PG PAUD sebanyak 121 mahasiswa.” tambahnya.

Pada momen penuh kebanggaan tersebut, FIP juga mengumumkan para lulusan terbaik. Ahmad Zahidin Al Faruq dari Prodi PGSD meraih IPK tertinggi 3,97. Disusul Veni Soraida Eduk dari Prodi PPKn dengan IPK 3,93, Ririn Nur Faidah dari Prodi PG PAUD dengan IPK 3,90, Sindy Pratiwi Lestari dari Prodi BK dengan IPK 3,89, serta Maria Hingi Koten dari Prodi Pendidikan Geografi dengan IPK 3,52.

Dekan FIP, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas capaian yang telah diraih melalui perjuangan luar biasa. Dekan FIP tersebut berharap para lulusan tidak berhenti sampai di titik ini, melainkan terus berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan kompetensi.

Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd, Dekan FIP memberikan sambutan.

“Lulusan pendidikan adalah orang-orang yang kelak akan menjadi pribadi luar biasa dan hebat di masa depan,” ungkapnya.

Motivasi inspiratif juga disampaikan oleh alumni FIP, Diana Wulandari, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Semangatnya dalam dunia pendidikan terus berlanjut dengan menempuh studi S2 Pendidikan Psikologi di Universitas Utara Malaysia pada tahun 2016–2018, kemudian melanjutkan S3 Pendidikan Psikologi di universitas yang sama pada tahun 2019–2025.

Dalam kisah perjuangannya, ia membagikan pengalaman hidup selama menempuh studi di Malaysia, mulai dari bekerja sebagai cleaning service, berjualan makanan, hingga menjaga toko buah demi menyambung hidup. Diana Wulandari, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menegaskan kepada para lulusan agar tidak hanya berhenti di jenjang S1.

“Jangan hanya berhenti di S1, karena ini bukanlah akhir. Ini hanyalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar di depan nanti. Perjalanan masih sangat jauh dan panjang. Kejar impian kalian, teruslah maju,” pesannya penuh semangat.

Yudisium Semester Genap 2025/2026 ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum refleksi dan awal perjalanan baru bagi para lulusan FIP Unikama untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.

Diana Wulandari, S.Pd., M.Pd., Ph.D. alumni FIP Unikama memberikan motivasi bagi peserta yudisium.

Malang – Fakultas Peternakan selenggarakan kegiatan Yudisium pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Ruang Abdoel Radjab. Kegiatan ini merupakan agenda akademik resmi sebagai penetapan kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.

Kegiatan yudisium diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 12 peserta kelas reguler yang hadir secara luring dan 8 peserta kelas karyawan yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. Pelaksanaan yudisium secara hybrid ini menjadi bentuk komitmen fakultas dalam memberikan layanan akademik yang inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Laporan pelaksanaan yudisium sekaligus penyampaian hasil studi peserta yudisium disampaikan oleh Ketua Program Studi, Dr. Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani, S.Pt., MM. Dalam laporannya disampaikan bahwa seluruh peserta yudisium telah memenuhi persyaratan akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sambutan Dekan Fakultas Peternakan disampaikan oleh Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., MP., IPM. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan menyelesaikan studi serta menegaskan bahwa yudisium merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademik mahasiswa.

“Yudisium tidak hanya menandai capaian akademik, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab lulusan untuk mengamalkan ilmu, menjunjung tinggi etika dan integritas, serta menjaga nama baik almamater,” tegasnya.

Sementara itu, sambutan perwakilan peserta yudisium disampaikan oleh Stephanus Herin Pinastico. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yudisium serta ucapan terima kasih kepada pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan atas bimbingan dan dukungan selama masa studi.

“Yudisium ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan. Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan, serta memohon maaf apabila selama menempuh pendidikan terdapat kekhilafan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan mahasiswa terbaik Fakultas Peternakan. Predikat mahasiswa terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 diraih oleh Stephanus Herin Pinastico. Melalui pelaksanaan yudisium ini, Fakultas Peternakan berharap para lulusan dapat menjadi insan akademis yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia kerja, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

Malang – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun institusi yang mandiri dan adaptif melalui peresmian unit usaha ritel modern Kanjuruhan Mart, Kamis (26/2/2026).

Peresmian yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan yayasan, termasuk Dr. Nawaji bersama pengurus Yayasan PPLP PT PGRI Malang, serta para Wakil Rektor Unikama.

Kehadiran Kanjuruhan Mart merupakan bagian dari strategi penguatan unit usaha kampus yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis praktik.

Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian Kanjuruhan Mart merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian institusi.

Menurut beliau, perguruan tinggi dituntut untuk mampu mengembangkan sumber daya secara optimal, termasuk melalui unit usaha yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Kanjuruhan Mart ini digagas untuk melayani kebutuhan sehari-hari, tidak hanya untuk dosen dan karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar. Kita pastikan harganya kompetitif karena kita bekerja sama dengan Indogrosir,” ujar beliau.

Untuk memastikan kualitas layanan dan daya saing harga, Unikama menjalin kerja sama dengan Indogrosir sebagai mitra strategis dalam penyediaan produk. Kolaborasi ini mendukung ketersediaan barang yang lengkap serta sistem distribusi yang stabil.

Kanjuruhan Mart dikelola dengan sistem manajemen ritel modern yang terintegrasi secara digital. Penerapan sistem aplikasi dalam pengelolaan transaksi dan stok barang bertujuan untuk menjamin transparansi, akurasi data, serta efisiensi operasional.

Selain itu, seluruh tenaga layanan telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan untuk memastikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Berlokasi di kawasan kampus yang strategis, Kanjuruhan Mart diharapkan dapat menjadi fasilitas penunjang bagi civitas akademika sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Lebih dari sekadar unit usaha, Kanjuruhan Mart juga difungsikan sebagai laboratorium kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam operasional ritel, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen bisnis, pengelolaan distribusi, hingga strategi pemasaran.

Pendekatan ini sejalan dengan visi Unikama dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan jiwa kewirausahaan.

Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi
Dengan diresmikannya Kanjuruhan Mart, Unikama berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengembangan institusi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik yang menjadi fondasi utama institusi.

Kehadiran Kanjuruhan Mart menandai babak baru penguatan unit usaha Unikama sebagai bagian dari transformasi menuju kampus yang mandiri dan berdaya saing.

Malang, 23 Februari 2026 – Senin pagi yang cerah di Kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menjadi saksi sebuah momentum penting. Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) menggelar sidang yudisium yang tidak hanya menandai berakhirnya masa studi 34 mahasiswa, tetapi juga menjadi refleksi mendalam tentang masa depan lulusan humaniora di tengah derasnya arus teknologi.

Dalam sidang yang dipimpin Dekan FBS Unikama, Rusfandi, S.Pd., MA., Ph.D., sebanyak 34 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia dinyatakan lulus. Pada akhirnya para calon penerus bangsa ini berhasil menyelesaikan masa studi dan tugas akhir mereka, kini para lulusan resmi menyandang gelar sarjana dan menanti wisuda yang akan digelar dalam waktu dekat.

Sebelum memasuki prosesi resmi Yudisium, Komisi Penjaminan Mutu (KPM) mengumumkan lulusan terbaik dengan capaian gemilang yang berhasil mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) membanggakan. Mereka adalah:

  • Annesia Permatasari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan IPK 3.90.
  • Melinda Dwi Wahyuningsih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan IPK 3.81.
  • Diah Amanda Resfika, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, dengan IPK 3.80.

Ketiganya menerima apresiasi tertinggi dari civitas akademika FBS Unikama atas konsistensi dan dedikasi akademik yang mereka tunjukkan selama masa perkuliahan.

Salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian yudisium kali ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Uun Muhaji, M.Pd. Mengusung tema “Tantangan dan Peluang dalam Membangun Identitas Profesional pada Era Human-AI Collaboration,” orasi ini memberikan perspektif segar sekaligus penuh tantangan bagi para lulusan yang akan segera memasuki dunia profesional.

Dr. Uun Muhaji, M.Pd. pada saat menyampaikan orasi ilmiah (doc.humasunikama)

Dengan lugas, Dr. Uun Muhaji menegaskan sebuah premis penting: “Bukan AI yang akan menggantikan kita manusia, melainkan bagaimana manusia membangun identitas profesionalnya ketika bekerja bersama AI.” Pernyataan ini menjadi titik tolak diskusi tentang peran strategis lulusan bahasa dan sastra di tengah revolusi teknologi. Lebih jauh, ia mengupas bagaimana bahasa, identitas, dan relevansi manusia akan terus diuji sekaligus dibutuhkan dalam era kolaborasi dengan kecerdasan buatan.

“Ketika mesin bisa menulis puisi, menerjemahkan bahasa, bahkan menganalisis sentimen, lalu di mana posisi manusia? Justru di situlah letak tantangannya,” ujar Dr. Uun di hadapan para lulusan yang duduk dengan khidmat. “Manusialah yang memberi makna, yang merasakan empati dan yang mampu membaca konteks sosial-budaya di balik setiap kata. AI bisa memproses, tapi manusialah yang memahami.”

Pesan kuat yang ingin disampaikan melalui orasi ilmiah ini adalah perlunya membentuk generasi lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis dan melek teknologi, tetapi juga matang secara reflektif. Di era di mana batas antara manusia dan mesin semakin kabur, justru nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga dan diperkuat. “Bahasa akan tetap menjadi jantung peradaban. Sastra akan tetap menjadi cermin kemanusiaan. Dan manusia dengan kesadaran, empati, dan tanggung jawab akan tetap menjadi pusat makna,” tegas Dr. Uun, disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Pesan ini seolah menjadi jawaban atas keresahan yang mungkin dirasakan para lulusan humaniora di tengah hiruk-pikuk teknologi. Bahwa di masa depan, justru kemampuan berbahasa yang humanis, pemahaman sastra yang mendalam, dan kesadaran reflektif tentang identitas profesional akan menjadi pembeda utama. Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan mahasiswa naik ke panggung untuk menyampaikan pesan dan kesan. Mereka bercerita tentang suka duka menjalani perkuliahan, tentang bimbingan dosen yang tak kenal lelah, dan tentang harapan besar yang kini dipikul untuk mengabdi di masyarakat.

Rusfandi, S.Pd., MA., Ph.D. Dekan FBS dalam sambutannya sekaligus menutup acara (doc.humasunikama)

Dekan FBS Unikama, Rusfandi, dalam sambutan penutupnya, menyampaikan harapan besar kepada para lulusan. “Kami tidak sekadar melepas sarjana. Kami melepas duta-duta bahasa dan sastra yang akan membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada. Jadilah profesional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter, berempati, dan mampu menjadi pusat makna di tengah derasnya arus teknologi.”

Acara yudisium yang berlangsung khidmat ini menjadi penegasan bahwa Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama tidak hanya mencetak lulusan dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang siap menjawab tantangan zaman. Dengan bekal ilmu bahasa dan sastra, serta kesadaran reflektif tentang identitas profesional di era Human-AI Collaboration, 34 lulusan baru ini resmi melangkah ke gerbang masa depan, siap menorehkan karya dan makna bagi peradaban.