Amati Fenomena Langsung, KKL Meteorologi Unikama Rekam Dinamika Cuaca Pesisir

Unikama – Membangun pemahaman komprehensif tentang dinamika bumi, Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Pantai Wonogoro, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (11/1/2026) ini merupakan bagian dari mata kuliah Meteorologi Klimatologi, yang diampu oleh Dwi Kurniawati, M.Pd. KKL ini secara khusus dirancang untuk mengamati fenomena atmosfer yang melengkapi kajian litosfer dari mata kuliah sebelumnya.

Dipandu langsung oleh Dwi Kurniawati, M.Pd., para mahasiswa secara tekun mengidentifikasi dan mengukur unsur-unsur cuaca di wilayah pesisir, seperti suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan dan arah angin, serta tekanan udara menggunakan alat ukur sederhana dan aplikasi. Mereka juga mengamati secara langsung fenomena angin darat dan angin laut yang terjadi pada pagi dan siang hari, sekaligus menganalisis karakteristik iklim mikro kawasan pantai yang dipengaruhi oleh keberadaan tubuh air laut yang masif.

Analisis mendalam dilakukan untuk mengaitkan kondisi atmosfer dengan realitas di lapangan. Mahasiswa mengkaji pengaruh cuaca dan iklim terhadap lingkungan fisik, seperti percepatan pelapukan batuan akibat salinitas tinggi dan suhu, serta dampaknya terhadap aktivitas sosial-ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

“Pemahaman pola angin dan cuaca bukan hanya teori, tetapi penentu keselamatan dan keberhasilan mata pencaharian di sini. Mahasiswa belajar untuk membaca tanda-tanda alam yang langsung berimplikasi pada kehidupan,” jelas Dwi Kurniawati, M.Pd.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah, mahasiswa dituntut untuk menyusun laporan hasil pengamatan secara sistematis. Laporan tersebut memadukan data kuantitatif pengukuran dengan analisis kualitatif pengamatan lapangan, melatih kemampuan dokumentasi, sintesis data, dan penyajian ilmiah yang menjadi keterampilan esensial seorang geografer.

Signifikansi kegiatan ini tidak terpisahkan dari rangkaian KKL sebelumnya. Kegiatan ini secara sengaja menjadi bagian lanjutan dan pemadu dari mata kuliah Geologi Dasar dan Geomorfologi Indonesia yang telah dilaksanakan di lokasi serupa. Rangkaian tersebut bertujuan memberikan perspektif holistik kepada mahasiswa, di mana mereka dapat menganalisis satu lanskap (Pantai Wonogoro) dari tiga dimensi pembentuknya secara terintegrasi: batuan dan struktur (geologi), bentuk muka bumi (geomorfologi), serta proses atmosfer (meteorologi-klimatologi). Pendekatan ini memampukan mahasiswa untuk melakukan analisis lingkungan yang komprehensif dan berbasis keberlanjutan.