69 Tahun Unikama: Dari Parade Budaya hingga Festival UMKM Nusantara, Kebersamaan Menjadi Nafas Perayaan Dies Natalis

Malang, 8 Mei 2026 – Suasana kampus Universitas PGRI Kanjuruhan Malang sedikit berbeda. Bukan hanya hiruk-pikuk perkuliahan yang terdengar, tetapi irama musik ceria menggema dari Aula Sarwakirti hingga halaman Rektorat UNIKAMA. Para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bergerak serempak mengikuti berbagai lomba, menandai awal rangkaian Dies Natalis ke-69 Unikama yang berlangsung meriah sepanjang Mei hingga Juni 2026 mendatang.

Sebagai institusi pendidikan yang telah mengakar hampir tujuh dasawarsa, Unikama tidak hanya sekedar merayakan bertambahnya usia. Lebih dari itu, agenda tahunan ini menjelma menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan penguatan budaya akademik yang inklusif. Dimulai dari lomba Zumba, kemudian berlanjut dengan lomba menyanyi karaoke, membaca puisi dan semarak Festival UMKM Nusantara dihalaman Rektorat UNIKAMA.

Rangkaian kegiatan yang masih akan terselenggara hingga akhir bulan juni nanti ini mencakup workshop peningkatan kompetensi, International Guest Lecture, hingga bazar UMKM yang melibatkan ekonomi lokal sekitar dan juga rekan – rekan mahasiswa didalamnya. Berbagai jenis lomba dari cabang olahraga seperti bulutangkis, bola voli, tenis meja juga dihadirkan oleh panitia penyelenggara, diikuti oleh seluruh keluarga besar unikama civitas akademika, mahasiswa, tenaga kependidikan unikama

Kemeriahan lomba – lomba perayaan Dies Natalis 69 Unikama (doc.humas unikama)

Dalam sambutannya, Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si, menegaskan bahwa perayaan ini adalah milik kita semua. “Perayaan ini adalah perayaan kita, dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Mari bersama kita meriahkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 Unikama kali ini dengan kebersamaan dan penuh rasa bangga,” ujarnya penuh semangat sembari membuka acara.

Sebagaimana aspek fundamental dunia pendidikan tinggi: kampus bukan hanya sekedar tempat menuntut ilmu, tetapi juga merupakan komunitas yang hidup. Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya saja, tetapi juga dari bagaimana kemampuannya merawat semangat kebersamaan.

Unikama, di usianya yang ke-69, menunjukkan bahwa tradisi Dies Natalis ini merupakan investasi budaya: melahirkan alumni – alumni yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan almamater.