Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Berdampak selama dua hari, 21–22 Juli 2026, di Sarwakirti. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, sosial, dan teknis sebelum diterjunkan ke desa untuk melaksanakan program pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.
Dalam laporannya, Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) UNIKAMA, Prof. Dr. Mujiono, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema “Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi.” Melalui tema tersebut, Unikama ingin memperkuat peran sivitas akademika dalam mendukung pembangunan desa melalui pengabdian yang berdampak.
“KKN Terintegrasi Berdampak kami selenggarakan untuk mendukung transformasi desa berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat yang terintegrasi,” ujar Prof. Mujiono.
Prof. Mujiono menjelaskan, DP3M merancang pelaksanaan KKN berdasarkan lima pilar kebijakan, yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan sektor lingkungan dan kesehatan. Kelima pilar tersebut diperkuat dengan satu flagship program, yakni digitalisasi desa, yang diarahkan untuk mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Direktur yang aktif sebagai dosen tersebut juga melaporkan bahwa KKN Unikama 2026 diikuti 618 mahasiswa, terdiri atas 488 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa kelas karyawan, dan 27 mahasiswa yang mengikuti skema free form. Selain itu, Unikama telah memberangkatkan mahasiswa peserta International Service yang difasilitasi Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM) sebagai bagian dari penguatan jejaring pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
Sementara itu, Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. menegaskan bahwa tema KKN Terintegrasi Berdampak menuntut mahasiswa menghasilkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda kegiatan selama masa KKN.
“Yang kami harapkan bukan banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bermanfaat, dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegasnya.
Rektor menjelaskan bahwa desa kini berkembang semakin dinamis sehingga membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berkolaborasi. Melalui observasi lapangan, dialog dengan pemerintah desa, dan pemetaan kebutuhan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga digitalisasi layanan desa.

Prof. Sudi juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan kearifan lokal selama menjalankan KKN. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi kunci agar program pengabdian dapat diterima dan terus berlanjut setelah KKN berakhir.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta memanfaatkan pembekalan secara maksimal dengan menyerap materi dari para narasumber serta menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
Melalui pembekalan ini, Unikama berharap seluruh peserta KKN mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.


