Malang, 18 Agustus 2026 – Sebuah kisah inspiratif datang dari Maulana, seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2025 di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Ia berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan tampil sebagai penari dalam pergelaran seni budaya di puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada saat Upacara 17 Agustus 2026, di Istana Merdeka, Jakarta .
Penampilan Maulana dan penari lainnya menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto . Kehadiran dan penampilan kreasi seni dan budaya di Istana Negara tentu bukan sekadar sebuah pertunjukan biasa, melainkan representasi dari kekayaan budaya khas Jawa Timur, khususnya Tari Topeng Malang, yang dipersembahkan di hadapan para pemimpin tertinggi negara dan tamu undangan kehormatan.
Peluang Emas dari Sanggar dan Pemerintah Daerah
Kesempatan luar biasa ini tentu tidak datang secara instan. Maulana mengungkapkan rasa syukur dan terharunya atas amanah besar yang diberikan kepadanya. “Tentunya perasaan saya sangat bahagia sekali, ada perasaan terharu juga karena bisa tampil di Istana Merdeka. Bagi saya, ini adalah pengalaman yang sangat berharga di kehidupan saya,” ungkap Maulana dengan penuh haru.
Ia menjelaskan bahwa keterpilihannya merupakan buah dari proses panjang bersama Sanggar Lestari Widodo Wiryotama yang berasal dari Tulungagung. Sanggar yang telah malang melintang di dunia seni tari tradisional ini dipercaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk mengirimkan delegasi terbaiknya dalam rangka menyemarakkan perayaan kemerdekaan di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya terpilih dan diberi amanah dari Sanggar Lestari Widodo Wiryotama Tulungagung untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bisa tampil ke Istana Merdeka kemarin karena ada dukungan dari Gubernur Jawa Timur dan dinaungi oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Jatim, serta di bawah bimbingan sanggar,” jelas Maulana .
Penampilannya merupakan bagian dari kolaborasi besar yang melibatkan sekitar 100 hingga 200 seniman muda dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka membawakan medley lima tarian khas Jatim, di antaranya Tari Topeng Malang yang dibawakan oleh Maulana dan rekan – rekannya, kemudian Tari Remo, Jaranan Senterewe, Glipang, dan Jaripah. Kekompakan dan estetika pertunjukan yang disajikan mendapat perhatian langsung dari peserta upacara yang hadir di halaman Istana Merdeka .

Refleksi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra
Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Maulana tidak hanya belajar tentang teks dan tata bahasa, tetapi juga mendalami nilai-nilai luhur budaya yang terkandung dalam kesenian tradisional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa Unikama, memiliki peran aktif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya bangsa di kancah nasional bahkan internasional.
Hal ini merupakan langkah konkret dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur sekaligus komitmen sebagai Pemerintah Provinsi untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda dalam mengembangkan dan memperkenalkan seni tradisional daerah. Keberhasilan Maulana dan kawan-kawan tidak hanya membanggakan institusi pendidikan, tetapi juga memperkuat posisi budaya Jawa Timur di mata dunia.


