Menu

PUNCAK ECONOMIC FAIR 2019, UNIKAMA AJAK MAHASISWA SAINGAN BUSINESS PLAN

UNIKAMA – Setelah berlangsung selama lima hari kemarin, sejak 29 April 2019, acara Economic Fair 2019 mencapai puncaknya, kemarin. Acara yang diadakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (FEB Unikama) ini ditutup dengan acara bertajuk Business Plan. Para mahasiswa yang jadi peserta saling bersaing dengan mempresentasikan rencana bisnis mereka masing-masing.

Hal ini sebagai upaya Unikama untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam diri mahasiswa dengan saling sharing ide business plan. Diadakan di Ruang Rapat Abdul Rajab, Universitas Kanjuruhan Malang, panitia juga menghadirkan juri dari masing-masing jurusan yakni Akuntansi, Manajemen dan Pendidikan Ekonomi yang bertugas mengomentari produk mahasiswa dan memberikan nasihat tiap tim.

Acara bertema Ekonomi Indonesia Dalam Visi Digitalisasi Bisnis yang diadakan diikuti 17 tim dari semua Prodi dan diarahkan langsung oleh Andi Nu Graha, SE., M.Si, selaku Kepala Program Studi Manajemen Unikama.

“Jadi ini masih berkaitan dengan peringatan Hardiknas. Kegiatan internal FEB Unikama ini memang diadakan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa bagaimana merancang plan bisnis,” sebut pria yang diberikan tanggung jawab langsung sebagai pengarah di Acara Business Plan ini.

Dengan acara ini juga Unikama mengajak mahasiswa untuk mengeluarkan masing-masing ide mereka yang kiranya potensial untuk dikomersilkan. “Nanti kita akan menilai dan memberikan saran. Apakah produk mereka layak atau tidak, jika tidak layak ya akan diberikan saran agar mereka benahi,” sebut Andi.

Acara puncak ini juga menguji kreatifitas dan gagasan tiap tim mahasiswa di hadapan para juri. Bagaimana dia bisa mepresentasikan produknya dihadapan para juri dengan baik dan menarik.

“Jadi di FEB ini kita punya mata kuliah kewirausahaan, isinya ada teori dan praktik. Ke depan, mungkin mereka bisa merealisasikan produknya dan membuat bazaar produknya masing-masing melalui acara di Unikama,” tandasnya.

Mahasiswa diajari bagaimana mengemas suatu produk yang biasa dan familiar menjadi berbeda di mata publik dan menjadikan suatu produk itu naik peringkat di mata masyarakat.

“Nah, itu yang ingin kita tanamkan di diri mahasiswa, bagaimana kita berinovasi. Misal dari yang hanya produk kaki lima, bisa dikemas dan mengangkat produk agar naik kelas,” tutup pria yang juga Dosen Manajemen ini.

Salah satu kerajinan yang dipresentasikan mahasiswa bernama KECUT (Kerajinan Kertas Cute). Galuh, Najmas, Diyah, kelompok tim dari Jurusan Manajemen mengangkat tema bagaimana membuat produk dari sampah yang didaur ulang.

Di akhir, Agus hanya berharap lebih banyak lagi wirausahawan muda yang lahir dari Unikama, khususnya dari business plan yang mereka tampilkan siang ini.