Menu

BEM Unikama Bantu Salurkan Aspirasi Mahasiswa

UNIKAMA – Adanya pandemi Covid-19 ini membuat pemerintah menerapkan WFH (Work From Home) yang juga berdampak kepada pelajar dan mahasiswa. Mereka diwajibkan belajar dari rumah atau Daring agar tetap aman dan tidak terjangkit wabah Covid-19.

Hal ini membuat BEM Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) berinisiatif untuk membantu menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa agar program Daring terlaksana dengan lancar.

“Kami membuat sebuah surat aspirasi yang ditujukan kepada Rektor Unikama. Alasan kami agar kampus bisa memperhatikan dan menunjang kebutuhan mahasiswa dalam proses pembelajaran Daring,” ungkap Ketua BEM Unikama Ignasius Wandelinus Manek.

Dalam surat tersebut ada beberapa poin,  yang pertama adalah kampus harus bisa memfasilitasi mahasiswa selama proses pembelajaran Daring dengan kuota internet. Hal ini dikabulkan oleh Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si, bahwa mahasiswa sudah memperoleh subsidi kuota internet selama kurang lebih 2 bulan.

“Tuntutan aspirasi kami sudah ada yang dikabulkan oleh Rektor Unikama. Berdasarkan surat edaran Kemendikbud Dirjen Dikti untuk memanfaatkan biaya operasional pendidikan guna membantu mahasiswa dalam hal bantuan kuota internet. Jadi, selama 2 bulan kami mendapatkan subsidi kuota,” paparnya.

Sedangkan untuk aspirasi yang kedua, mahasiswa ingin tenaga pengajar atau Dosen memaknai Daring dengan baik.

“Kami sangat berharap Dosen Unikama bisa memaknai program pembelajaran Daring dengan baik. Jadi, Dosen tidak hanya memberikan tugas saja, tetapi juga menerangkan dan membahas materi yang diajarkan. Sudah banyak aplikasi pembelajaran Daring yang bisa digunakan,” tuturnya.

Tugas memang perlu untuk diberikan, tetapi tidak setiap mata kuliah dan pertemuan diberikan tugas. Mahasiswa juga perlu penjelasan terkait materi yang diajarkan. Ketua BEM Unikama juga berharap kedepannya sistem pembelajaran Daring di Unikama bisa lebih baik lagi dan mahasiswa yang sudah difasilitasi kuota internet dapat memanfaatkannya dengan baik. Kalau kuota tersebut digunakan hanya untuk pembelajaran saja tidak untuk yang lainnya.