Perkuat Kompetensi Calon Pendidik, FIP Unikama Libatkan Mahasiswa Lintas Prodi dalam Kuliah Tamu Internasional

Unikama – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses menyelenggarakan International Guest Lecture pada Kamis (8/1/2026). Kegiatan bertema “Deep Learning dan Pembelajaran Adaptif di Sekolah Dasar: Menyeimbangkan Pemanfaatan Teknologi dan Empati” ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Auditorium Multikultural.

Sesuai dengan konsep hybrid yang diusung, dua dari tiga pemateri utama memberikan paparannya secara daring melalui platform Zoom. Mereka adalah Ina Liem selaku Pakar Pendidikan Nasional dan CEO Jurusanku, serta Dr. Abdul Hamid Busthami Nur dari Universitas Utara Malaysia (UUM). Sementara itu, Dr. Prihatin Sulistyowati, S.S., M.Pd. dari Unikama hadir secara langsung untuk melengkapi diskusi yang dipandu oleh moderator Dr. Oktavia Widiastuti, M.Pd..

Ina Liem selaku Pakar Pendidikan Nasional dan CEO Jurusanku
Dr. Abdul Hamid Busthami Nur dari Universitas Utara Malaysia (UUM)

Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd.. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kecanggihan teknologi seperti deep learning tidak akan pernah bisa menggantikan aspek empati dan pembentukan karakter anak didik. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa agenda ini merupakan inisiatif inklusif yang turut melibatkan Program Studi PG PAUD serta mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unikama.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd. sedang memberikan arahan kepada mahasiswa

“Keterlibatan lintas prodi dan jenjang ini bertujuan untuk menyinergikan pemahaman mengenai pembelajaran adaptif di seluruh tingkatan pendidikan dasar dan pra-sekolah. Karena mereka akan menghadapi tantangan pendidikan dasar yang semakin kompleks,” tegas beliau.

Ketua Program Studi PGSD Unikama, Dr. Farida Nur Kumala, S.Si., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa penguasaan teknologi pendidikan adalah kunci bagi guru untuk tetap relevan dengan zaman. Beliau mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyelenggarakan forum internasional ini sebagai sarana peningkatan kualitas akademik mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang fundamental bagi mahasiswa angkatan 2025. Sejak awal masa perkuliahan, mereka sudah kita bekali dengan pandangan bahwa menjadi guru bukan sekadar mengajar di kelas, tapi juga tentang bagaimana beradaptasi dengan alat digital tanpa melupakan aspek psikologis anak,” jelasnya.