Unikama – Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan diwujudkan Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah Konservasi Lahan dan Air. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026) ini mengambil lokasi di area perkebunan masyarakat di Dusun Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebuah kawasan dengan topografi lereng yang rentan terhadap degradasi. Dosen pengampu, Dwi Kurniawati, M.Pd., memimpin langsung mahasiswa untuk menganalisis permasalahan dan praktik konservasi di lapangan.
Di lokasi, mahasiswa secara aktif mengidentifikasi kondisi fisik lahan pertanian dan perkebunan di daerah lereng. Mereka mengamati faktor-faktor seperti kemiringan lereng, tutupan vegetasi, jenis tanaman, dan tanda-tanda erosi. Fokus utama adalah menganalisis penerapan metode konservasi tanah dan air yang telah ada, seperti terasering, penanaman menurut kontur, pembuatan rorak, dan penggunaan mulsa, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menahan laju erosi dan mempertahankan kelembaban tanah.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori konservasi, tetapi diajak menilai secara kritis teknik yang diterapkan petani. Apakah teraseringnya sudah sesuai kaidah teknis? Apakah ada alternatif metode yang lebih efektif dan ekonomis? Analisis ini mendorong mereka untuk merumuskan rekomendasi yang aplikatif dan berbasis kondisi spesifik lokasi,” terang Dwi Kurniawati, M.Pd., dalam panduannya menekankan pendekatan evaluatif.
Lebih lanjut, mahasiswa melakukan evaluasi kemampuan dan kesesuaian lahan untuk komoditas tertentu, seperti tembakau atau tanaman semusim lainnya. Evaluasi ini didukung dengan kajian lapangan terhadap sifat fisik, kimia, dan biologi tanah pada beberapa titik sampel. Pengujian sederhana terhadap tekstur, struktur, infiltrasi, dan kandungan bahan organik tanah dilakukan untuk memahami kualitas lahan dan hubungannya dengan tingkat kerentanan terhadap degradasi.
Kegiatan KKL ini diakhiri dengan kompilasi data dan temuan lapangan yang akan disusun menjadi laporan ilmiah yang sistematis. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya mampu mengidentifikasi masalah degradasi lahan, tetapi juga terlatih untuk merancang solusi konservasi yang bertanggung jawab. Pengalaman langsung di Gubug Klakah ini diharapkan dapat menumbuhkan sensitivitas dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik dan praktisi geografi dalam mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah berlereng.
Related posts:
- Serunya Siswa MI Belajar dan Bermain di Laboratorium PGPAUD Unikama
- Seminar FEB Unikama Kupas Masa Depan Rupiah di Tengah Percepatan Ekonomi Digital
- Merawat Warisan Nusantara, Ratusan Mahasiswa Unikama Meriahkan Parade Budaya
- Dies Natalis ke-41 Pendidikan Geografi Unikama Jadi Momentum Penguatan Nilai Kebersamaan


