Menu

Buat Penelitian yang ‘Menjual’, Dosen Bisa Produktif Meneliti

UNIKAMA – Upaya membuat penelitian yang berdaya jual tinggi serta dibutuhkan oleh masyarakat luas, seorang peneliti memang harus melalui tahapan yang cukup berat. Tidak hanya panjang, namun demikian ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam upaya menerbitkan penelitian dalam bentuk jurnal yang berkualitas.

Dalam Annual Conference of Science and Technology “Applied Mathematics, Sciences and Technology for Commercialism and Industrialization” yang digelar kemarin, Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) mendatangkan lima pemateri. Prof. Dr. Mustafa bin Mamat, Direktur Pascasarjana Universitas Sultan Zainal Abidin. Anusua Ghosh, Ph.D, University of South Australia, Werasak Surareungcha, Ph.D., King Mongkut University of Technology Thonbury, Thailand, Dr. Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D., Kepala Pusat Informasi LIPI Indonesia, Dr. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., Unikama.

“Kalau masih master belum Ph.D itu kalau mau menulis ya masih, apa masih ilmunya belum memadai, maka harus Ph.D. Selain itu kalau menulis riset misal disertasi, kalau salah metode, hasil penelitian dan lain-lainnya bisa bermasalah, harus dibimbing,” ungkap Prof. Dr. Mustafa.

Inilah latar belakang Kemenristekdikti memiliki target tinggi agar para dosen Indonesia yang masih menyandang predikat master segera menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk itu rencananya tahun depan akan mengajukan proposal pada Kemenristekdikti untuk membuka peluang sekolah jarak jauh di universitas yang ada di Malaysia.

“Karena kan dosen harus mengajar dan tidak bisa lama-lama keluar untuk kuliah saja,” ujarnya.

Sejalan dengan hal ini, Unikama saat ini juga memfasilitasi dan memudahkan para dosen untuk mengambil studi lanjut. “Sekarang 10 Doktor baru saja lulus dan yang sedang studi 30 dosen dari berbagai prodi, seperti peternakan, manajemen, akuntansi, hukum, pendidikan Matematika, dan banyak lagi ya. Kami bertekad memang meningkatkan kwalitas dari sisi peningkatan SDM,” tukas wakil rektor III UNIKAMA Dr. Joice Soraya, S.H., M.Hum.

Namun demikian Prof. Werasan Surareungchai, Ph.D, dari Universitas King Mongkut’s University of Technology Thonburi Thailand tetap menekankan pada dampak penelitian itu sendiri bagi peneliti maupun masyarakat luas.

“Mengerjakan tugas berat atau tantangan berat bukan untuk sekarang. Akan tetapi untuk masa depan dampaknya besar di masa depan untuk kita, karena ini barang kita ini pengetahuan kita. Selain itu kita juga harus pikirkan apa yang industri dan society butuhkan, kalau tidak ada yang peduli tidak ada yang minat ini jadi tantangan juga,” tandasnya. (inka)