Menu

FIP Unikama Ajarkan Menjadi Pengajar Profesional di Era Disrupsi

UNIKAMA – Tak bisa dipungkiri seiring perkembangan zaman, di era Disrupsi anak-anak sekarang sudah pandai bermain gadget, lagipula perkembangan internet membuat materi pembelajaran dengan metode dan pembelajaran yang menarik. Hal ini membuat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) berikan cara jadi pengajar profesional di era disrupsi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, FIP UNIKAMA menggelar acara Seminar Nasional yang bertajuk “Karakteristik Guru dan Dosen Profesional” untuk Pendidikan Unggul di Era Disrupsi ini berlangsung di Aula Sarwakirti (11/8) kemarin.
Seminar Nasional kali ini kerjasama FIP UNIKAMA bekerja sama dengan PGRI dan Penerbit Erlangga. Kegiatan kali ini mendatangkan narasumber dibidangnya yakni Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd., selaku ketua Harian Komisi Nasional Indoensia untuk UNESCO sekaligus praktisi Pendidikan Indonesia, dan Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., selaku Dekan FIP Universitas Negeri Malang, serta Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Di era Disrupsi ini serta perkembangan internet dan kecanggihan gadget membuat dosen dan mahasiswa sering tidak tatap muka. Nah, Seminar kali ini kita akan membahas bagaimana guru dan dosen dalam menghadapi era ini ,” ungkap Dekan FIPUniversitas Negeri Malang.
Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjelaskan, perspektif baru guru dan dosen “Jaman Now”, menurutnya dibutuhkan pendekatan baru selama pengelolaan Pendidikan seperti menyenangkan, mengasyikan, mencerdaskan, menguatkan. Hal ini bisa dipraktekan ketika proses belajar mengajar di sekolah maupun lingkungan kampus, karena dosen dan guru merupakan tulang punggung pembangunan mental.
Prof. Dr. H. Arief Rachman menambahkan, menurutnya pola kerja yang baik adalah berpartisipasi aktif, dapat memahami dan sadar waktu sangat terbatas, berpikir secara independent, komunikasi terbuka dengan mahasiswa maupun murid. Selain itu mempunyai semangat berkompetisi, menghargai pekerjaan serta senang menngali ilmu, membaca dan menulis.
Seminar kali ini dihadiri oleh Persatuan Guru mulai dari Paud, TK, SD, SMP, SMA se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang diadakan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang.
“para peserta mendapatkan pemahaman wawasan serta mendapatkan inside, di era disrupsi pendidikan kita seperti apa kepada pendidik harus menyesuaikan kondisi, agar peserta pendidik tertarik untuk mengikuti pembelajaran,” ujar ketua pelaksana, Rina Wijayanti. (inka)