Menu

Ikuti Blitar Koi Show Wali Kota Cup 2020 Tingkat Nasional, Mahasiswa Unikama Berhasil Raih 5 Piala

Unikama –  Meraih prestasi tidak harus selalu di bidang akademik, seperti halnya Robi Readi mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Ia mengikuti event tahunan Blitar Koi Show Wali Kota Cup 2020  tingkat Nasional yang sekaligus ajang silaturahmi antar pembudidaya ikan koi.

“Kegiatan ini diikuti oleh pembudidaya ikan koi se-Indonesia. Event ini sangat spesial karena dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meskipun begitu, tidak menyurutkan antusiasme peserta yang datang dari Dalam bahkan ada yang dari Luar Negeri,” ujar Robi Readi.

Ia juga berpartisipasi dalam kegiatan antar pembudidayaan ikan koi dan berhasil meraih piala mulai dari kelas Best in Size D (16-20), Best in Size D (36-40), Best in Size C (40-45), dan Best in Size A (36-40). Selain itu Robi Readi yang akrab disapa “Robi Koi Farm Malang” juga mendapatkan medali Most Entry di ajang tersebut.

Total ada 419 peserta yang hadir dari berbagai Farm Koi dari seluruh Indonesia. Mulai dari Pulau Jawa, Bali Lombok, Sumatera, Kalimantan bahkan Singapura dan Malaysia.

“Piala ini meruapakan piala bergengsi karena  pesertanya bukan hanya orang Indonesia, akan tetapi datang dari Luar Negeri seperti Malaysia dan Singapura,” tuturnya.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 14 – 16 Agustus 2020 di Gedung Kesenian Blitar dan ditutp secara resmi oleh Walikota Blitar Drs. Santoso. Masing-masing peserta membawa total 1.168 ekor yang dibagi dalam 5 kelas penjurian yang menghadirkan juri kelas Nasional.

“Penilaiannnya juga macam-macam ada kelas A sampai E. Ada juga yang dilihat jenis dan ukuran ikannya. Seperti jenis Kohaku, Tainsho, Sanshoku dan masih banyak lagi. Dengan meraih piala ini akan berdampak positif pada bisnis yang saya tekuni ini, harga ikan melambung tinggi dari range harga sebelumnya. Setelah memenangkan show harga ikan meningkat dan tidak ada patokan harga, jadi terserah penjual mau meminta harga berapapun” tutupnya.

Ia berharap, untuk peserta yang masih belum memenangkan lomba agar tetap semangat karena masih ada event selanjutnya untuk bisa memenangkan kontes. Selain itu, dengan meraih piala di ajang bergengsi ini membuatnya lebih semangat dalam pembudidayaan ikan koi, karena yang dilakukannya selama ini tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang memuaskan.