UNIKAMA
Empat Perguruan Tinggi Gelar 2nd ICASSE 2026, Dorong Transformasi Pendidikan IPS Berbasis AI dan Nilai Lokal

Empat Perguruan Tinggi Gelar 2nd ICASSE 2026, Dorong Transformasi Pendidikan IPS Berbasis AI dan Nilai Lokal

ICASSE Unikama

Universitas PGRI Kanjuruhan (Unikama) Malang bersama Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), STKIP Pasundan, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menggelar 2nd International Conference on Applied Social Science in Education (ICASSE) 2026 pada 24–25 Juli 2026. Konferensi internasional yang dilaksanakan secara hibrid tersebut mengangkat tema “Reimagining Social Studies Education in the Digital Era: Artificial Intelligence, Character Education, and Local Values for Global Citizenship.”

Ketua Panitia, Dr. Yuli Ifana Sari, M.Pd., menjelaskan bahwa konferensi menjadi wadah akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, sekaligus memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi.

Menurutnya, penyelenggaraan ICASSE 2026 bertujuan membahas pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab dalam dunia pendidikan, memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai lokal, serta memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Konferensi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi platform akademik yang melahirkan publikasi bersama, riset kolaboratif, serta inovasi pendidikan yang berkelanjutan.” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi upacara pembukaan, pemaparan empat keynote speaker, diskusi pleno, sesi tanya jawab, presentasi invited speaker, forum kerja sama akademik, presentasi paralel, kompetisi mahasiswa internasional, hingga penutupan dan pemberian penghargaan. Hasil-hasil penelitian terpilih akan dipublikasikan dalam prosiding konferensi agar dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan 2nd International Conference on Applied Social Science in Education (ICASSE) 2026 di Unikama.

Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara internasional, yakni Hasliza ABD Halim, Ph.D. dari Universiti Utara Malaysia, Ravinesh Rohit Prasad, Ph. D. dari Fiji National University, Dr. Joanna Tan Tjin Ai dari Universiti Tunku Abdul Rahman, serta Antonius Nico Suryadi, S.Pd., Grad.Dip.TESOL, MBA, Senior Education Consultant.

Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa transformasi pendidikan yang dipicu perkembangan teknologi digital dan AI menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Menurutnya, pendidikan ilmu pengetahuan sosial memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Prof. Sudi juga menyampaikan bahwa ICASSE menjadi forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, guru, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, hasil penelitian, serta memperkuat jejaring kerja sama akademik.

Senada dengan itu, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menilai AI telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan sehingga menuntut lahirnya paradigma baru dalam proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi tersebut tidak boleh menggeser pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai lokal.

Menurutnya, karakter dan kearifan lokal merupakan fondasi utama dalam membentuk warga dunia yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas kebangsaan. Karena itu, AI harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus mempromosikan nilai-nilai lokal Indonesia di tingkat internasional.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., mengingatkan bahwa pendidikan sosial saat ini berada pada titik perubahan yang sangat menentukan. Perkembangan AI dan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru berupa banjir informasi digital.

Peserta luring kegiatan 2nd International Conference on Applied Social Science in Education (ICASSE) 2026 di Unikama.

Ia menekankan pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik agar mampu memverifikasi informasi, menyaring konten digital, serta tetap menjunjung tinggi empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi, melainkan harus dibangun melalui proses pendidikan yang berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Ketua STKIP Pasundan, Prof. Dr. Dedi Supriadi, M.Pd., AIFO. Ia menyebut era digital menghadirkan peluang besar melalui kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa tantangan dalam menjaga karakter dan jati diri bangsa. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

Ketua STKIP Pasundan tersebut berharap ICASSE 2026 menjadi ruang berbagi pengetahuan, gagasan, serta praktik terbaik dalam mengembangkan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanisme.

Melalui kolaborasi empat perguruan tinggi tersebut, ICASSE 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang inklusif, beretika, berakar pada budaya lokal, dan relevan dengan tantangan global.

WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Daftar Isi
Penulis Berita
Tim Redaksi Berita UNIKAMA
Kategori Berita UNIKAMA
Berita Lainya

Berita Menarik UNIKAMA Lainya

WhatsApp