Malang, 21 September 2026 – Menghadapi era persaingan global yang kian dinamis dan disrupsi teknologi yang masif, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak sekadar mencetak lulusan bergelar.
Melalui agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikama 2026, Rektor Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., memberikan pembekalan strategis kepada Adipati Kanjuruhan—sebutan bagi mahasiswa baru Unikama—untuk menjadi pribadi yang inovatif, kompetitif, dan berkarakter pemimpin dalam bingkai visi-misi universitas.
Adipati Kanjuruhan: Representasi Mahasiswa Berkarakter Pemimpin
Dalam sesi yang berlangsung di Aula Sarwakirti tersebut, Prof. Sudi menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah tujuan akhir dari proses perkuliahan. Menurutnya, esensi menjadi mahasiswa terletak pada bagaimana seseorang mampu memaknai perannya sebagai agen perubahan. “Tak hanya gelar yang kita cari, akan tetapi sebuah peran yang berarti sebagai mahasiswa,” tegas Prof. Sudi di hadapan para peserta PKKMB Unikama 2026.
Rektor Unikama ini menjelaskan bahwa Adipati Kanjuruhan merupakan representasi mahasiswa yang memiliki visi jauh ke depan, keberanian dalam mengambil keputusan, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Konsep Adipati Kanjuruhan tidak sekadar menjadi simbol semata, melainkan sebuah identitas yang harus diinternalisasi oleh setiap mahasiswa baru Unikama agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menghadapi Persaingan Global dan Perubahan Teknologi
Prof. Sudi menekankan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi gelombang perubahan besar akibat revolusi industri dan perkembangan kecerdasan buatan. Persaingan global yang semakin ketat menuntut setiap individu, khususnya mahasiswa, untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan. World Economic Forum bahkan memperkirakan bahwa 39 persen keterampilan kerja akan mengalami perubahan signifikan menuju tahun 2030.
Dalam konteks inilah, Adipati Kanjuruhan dituntut untuk tidak hanya mengandalkan nilai akademik, tetapi juga membangun soft skills, kemampuan berpikir kritis, serta adaptabilitas terhadap perubahan teknologi. Prof. Sudi menegaskan bahwa visi Unikama—menjadi perguruan tinggi yang inovatif dan kompetitif berbasis kearifan lokal—menjadi kompas utama dalam membentuk lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Tujuh Karakter Utama Adipati Kanjuruhan sebagai Fondasi
Sebagai fondasi pembentukan identitas mahasiswa, Prof. Sudi secara rinci menjabarkan tujuh karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap Adipati Kanjuruhan. Ketujuh karakter tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan mentalitas dan keterampilan yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
1. Adaptif
Karakter pertama yang ditekankan adalah adaptif. Mahasiswa baru Unikama harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan akademik, sosial, dan teknologi. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar tidak tergerus oleh dinamika zaman yang terus berubah.
2. Disiplin
Disiplin menjadi karakter kedua yang tidak bisa ditawar. Menurut Prof. Sudi, kedisiplinan adalah fondasi bagi setiap pencapaian besar. Mahasiswa yang disiplin dalam mengelola waktu, tugas, dan tanggung jawab akan lebih siap menghadapi tekanan akademik maupun dunia kerja.
3. Inspiratif
Adipati Kanjuruhan diharapkan mampu menjadi pribadi yang inspiratif. Artinya, kehadiran mereka harus mampu memberikan dampak positif, memotivasi orang lain, dan menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan kampus maupun masyarakat.
4. Produktif
Karakter produktif menekankan pentingnya menghasilkan karya nyata. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi harus mampu memproduksi gagasan, karya, dan solusi bagi permasalahan di sekitar mereka.
5. Amanah
Amanah atau dapat dipercaya menjadi karakter kelima yang sangat ditekankan. Dalam setiap peran yang diemban—baik sebagai mahasiswa, anggota organisasi, maupun bagian dari masyarakat—Adipati Kanjuruhan harus mampu menjaga integritas dan tanggung jawab.
6. Tangguh
Tangguh berarti tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Prof. Sudi menegaskan bahwa proses perkuliahan dan kehidupan sebagai mahasiswa tidak akan selalu berjalan mulus. Kegagalan dan hambatan adalah bagian dari proses yang harus dihadapi dengan mental yang kuat.
7. Inovatif
Karakter terakhir sekaligus menjadi inti dari visi Unikama adalah inovatif. Mahasiswa harus mampu berpikir kreatif, menciptakan solusi baru, dan tidak takut untuk mencoba hal-hal yang berbeda. Inovasi menjadi kata kunci dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Kearifan Lokal sebagai Akar Identitas
Meskipun mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkompetisi di tingkat global, Prof. Sudi tetap mengingatkan pentingnya akar budaya lokal. Visi Unikama yang berbasis kearifan lokal menekankan bahwa kemajuan tidak boleh tercerabut dari identitas budaya bangsa . Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam setiap inovasi yang diciptakan, sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Menemukan Identitas, Menemukan Karakter, dan Berkarya
Tujuan utama dari pembekalan Adipati Kanjuruhan ini, sebagaimana dijelaskan Prof. Sudi, adalah agar mahasiswa mampu memahami makna identitas mereka, berinovasi dalam menghadapi perubahan, mengimplementasikan nilai-nilai Unikama, menghidupkan kearifan lokal, serta menciptakan aksi nyata yang berdampak. “Mahasiswa dapat menemukan identitas dan menjadikannya karakter, menemukan karakter dan kemudian berkarya,” ujar Prof. Sudi menegaskan
Harapan Besar untuk Generasi Muda Unikama
Melalui PKKMB Unikama 2026, Rektor Unikama menaruh harapan besar agar para Adipati Kanjuruhan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter pemimpin, berintegritas, inovatif dalam berkarya, memiliki jiwa kompetitif yang sehat, serta tetap berpijak pada budaya lokal. Dengan fondasi tujuh karakter utama tersebut, mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, kampus, masyarakat, dan bangsa Indonesia di masa depan.


