MALANG, Kamis, (8/10/2026) – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi menggelar acara Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta bidang studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan lulusan program Peningkatan Kualifikasi Akademik (PKA). Para peserta orientasi ini berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap 3 bagi lulusan PKA ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kompetensi dan legalitas profesionalisme pendidik di tanah air.
Kelanjutan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi
Dalam laporan resminya, Ketua Program Studi PPG Unikama menyampaikan bahwa pelaksanaan PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 ini merupakan kelanjutan langsung dari program RPL Afirmasi. Program tersebut sebelumnya telah membuka jalan bagi para guru untuk menuntaskan serta meningkatkan kualifikasi akademik mereka.
Setelah berhasil menyelesaikan tahap peningkatan kualifikasi, para peserta kini difasilitasi penuh untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG). Skema ini dirancang sebagai bentuk penguatan serta pengakuan resmi atas kompetensi profesional guru yang selama ini telah mengabdi di lapangan.
Komitmen Pendampingan di Tengah Kesibukan Mengajar
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan semangat kepada seluruh peserta Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3. Beliau menegaskan komitmen fakultas dalam mengawal proses pembelajaran para peserta hingga lulus.
“Atas nama Fakultas, kami mengucapkan selamat belajar kembali. Mudah-mudahan Bapak/Ibu diberikan kelancaran dan dapat lulus tepat waktu sesuai yang diharapkan. Kami sangat terbuka untuk memberikan pendampingan manakala Bapak/Ibu mengalami kesulitan,” ujar Dr. Cicilia.
Beliau juga memaklumi tantangan besar yang dihadapi para peserta, di mana durasi pelaksanaan program tergolong singkat sementara para guru tetap harus menjalankan tugas mengajar harian.

“Kami melihat melalui layar Zoom, masih ada Bapak/Ibu yang mengikuti orientasi sambil mengajar dan menjalankan kewajiban lainnya. Tentu ini bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, mohon kesempatan ini jangan disia-siakan. Harapan kami, pembelajaran singkat ini akan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas Bapak/Ibu guru serta anak-anak didik kita di sekolah,” tambahnya.
Rektor Unikama: Dorong Kemandirian Belajar Peserta
Acara Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kemandirian belajar dalam menghadapi dinamika program PPG yang padat.
“Saat ini Bapak dan Ibu bergabung bersama dalam program PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 dengan alokasi waktu yang sangat pendek. Dalam kondisi seperti ini, kemandirian belajar dituntut secara luar biasa. Kunci sukses peserta selama mengikuti orientasi dan perkuliahan PPG adalah sejauh mana mampu mengelola kemandirian belajarnya,” jelas Prof. Sudi Dul Aji.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Unikama memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak yang solid dalam mengelola berbagai program sertifikasi pendidik.
“Kami di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang sudah sangat berpengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa, baik untuk kategori Guru Tertentu maupun Calon Guru. Dengan pengalaman dan fasilitas yang kami miliki, insyaallah seluruh proses dapat berjalan lancar dan para peserta berhasil lulus dengan hasil terbaik,” tutup Rektor.
Penguatan Kualitas Pendidikan Nasional Lewat PPG Unikama
Penyelenggaraan Orientasi PPG Guru Tertentu Gelombang 3 Tahun 2026 di Unikama menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung percepatan sertifikasi guru nasional. Melalui pendampingan intensif dari dosen FIP Unikama dan semangat belajar mandiri dari peserta lintas pulau, program ini diharapkan melahirkan lulusan guru profesional yang siap meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.


