MALANG — Dosen aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Leny Latifah, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh mahasiswa baru untuk berani bersuara dan menyuarakan kebenaran demi menciptakan lingkungan kampus yang aman. Pesan tegas tersebut disampaikan Kepala Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi ini saat mengenalkan Satgas PPKPT Unikama kepada Adipati Kanjuruhan dalam rangkaian PKKMB Unikama 2026 di Gedung Sarwakirti, Selasa (22/9/2026).
Komitmen Unikama Mewujudkan Lingkungan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan
Langkah preventif dan tegas terus digalakkan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang guna memastikan ruang belajar yang kondusif, inklusif, serta terbebas dari segala bentuk tindakan kekerasan maupun perundungan bagi seluruh civitas akademika.
Pesan Luas Leny Latifah untuk Mahasiswa Baru Adipati Kanjuruhan
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh civitas akademika. Sesi pengenalan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unikama menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Mahasiswa baru diajak untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas kampus. Acara yang berlangsung di Gedung Sarwakirti ini dihadiri ribuan mahasiswa baru yang dikenal dengan sebutan Adipati Kanjuruhan.

Materi pencegahan kekerasan disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi Unikama, Leny Latifah, S.Pd., M.Pd. Dosen aktif di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FIP Unikama tersebut menekankan pentingnya keberanian dalam mengungkapkan fakta serta menolak segala bentuk perundungan maupun kekerasan seksual di area kampus. Keberanian mahasiswa baru menjadi kunci utama menciptakan atmosfer akademik yang harmonis dan bermartabat.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang berani bersuara dan harus menyuarakan kebenaran demi menjaga ruang belajar yang aman bagi kita semua,” ujar Leny Latifah di hadapan para Adipati Kanjuruhan.
Kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi dan keberanian melaporkan tindakan menyimpang terus ditanamkan sejak hari pertama perkuliahan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh civitas akademika dapat menjalankan aktivitas akademik tanpa rasa cemas maupun intimidasi dari pihak mana pun.
Penguatan Peran Satgas PPKPT Unikama dalam Menjaga Keamanan Kampus
Keberadaan Satgas PPKPT di Unikama merupakan bentuk nyata implementasi regulasi pemerintah guna memastikan iklim belajar yang sehat dan bebas dari ancaman fisik maupun psikologis. Leny Latifah menjelaskan bahwa Satgas PPKPT tidak hanya bertugas menindak pelanggaran, melainkan juga berfokus pada langkah edukasi dan pencegahan secara menyeluruh. Penguatan kelembagaan ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kampus yang humanis.
Ruang lingkup kerja Satgas mencakup penanganan laporan, pendampingan korban, penyediaan fasilitas perlindungan, hingga layanan konseling profesional yang terjamin kerahasiaannya. Kehadiran lembaga ini memberikan rasa aman bagi seluruh mahasiswa baru dalam menempuh masa studi hingga selesai.
“Kami memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional dan rahasia identitas pelapor akan dilindungi sepenuhnya,” tegas Leny Latifah saat memaparkan mekanisme pengaduan.
Prosedur pengaduan dibuat sistematis dan mudah diakses oleh seluruh mahasiswa melalui berbagai kanal komunikasi terpadu. Keberadaan jaminan perlindungan pelapor diharapkan mampu mengikis keraguan mahasiswa dalam melaporkan setiap insiden kekerasan di lingkungan kampus.
Strategi Pencegahan dan Sinergi Bebas Kekerasan demi Citra Positif Unikama
Upaya menciptakan kampus bebas kekerasan membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pengelola lembaga, dosen, serta mahasiswa baru dalam membangun repuasi kampus yang aman dan terpercaya di mata publik.
Edukasi Proaktif bagi Adipati Kanjuruhan dalam Menyuarakan Kebenaran
Pengenalan Satgas PPKPT Unikama pada momentum PKKMB 2026 menjadi langkah awal yang strategis untuk membentuk mentalitas mahasiswa yang kritis, tanggap, dan berintegritas. Latar belakang Leny Latifah sebagai dosen aktif di Prodi BK FIP memberikan pendekatan humanis dalam menyampaikan konsep perlindungan diri serta kepedulian antar sesama rekan mahasiswa. Pendekatan persuasif ini memudahkan mahasiswa baru memahami peran penting mereka dalam menjaga ketertiban bersama.

Adipati Kanjuruhan diimbau agar tidak bersikap apatis terhadap tindakan kekerasan yang mungkin terjadi di sekitar mereka. Keberanian untuk melaporkan kejanggalan atau tindakan tidak menyenangkan dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap integritas almamater Unikama.
“Jangan pernah takut untuk melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan, karena ruang pengaduan selalu terbuka lebar untuk memberikan bantuan medis maupun psikologis,” pukas Leny Latifah menutup paparannya.
Edukasi mengenai jenis-jenis kekerasan verbal, fisik, hingga berbasis siber disampaikan secara lugas agar mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi bahaya lebih awal. Pemahaman menyeluruh ini dinilai ampuh dalam membangun ruang aman bagi pertumbuhan karakter mahasiswa.
Dampak Positif Kehadiran Satgas PPKPT Unikama bagi Calon Mahasiswa dan Masyarakat
Integrasi pencegahan kekerasan sejak hari pertama perkuliahan menunjukkan keseriusan Unikama dalam mempertahankan standar kualitas pendidikan tinggi yang ideal. Masyarakat umum dan calon mahasiswa dapat melihat bahwa Unikama bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga rumah yang memberikan jaminan perlindungan moral, mental, dan keselamatan fisik.
Keberadaan Satgas PPKPT Unikama menjadi keunggulan tersendiri yang memperkuat citra positif institusi di mata publik. Kepercayaan orang tua mahasiswa bertambah kuat karena anak-anak mereka berada dalam pengawasan lingkungan akademik yang bertanggung jawab dan responsif.
Langkah preventif ini diharapkan memicu kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa baru agar tumbuh menjadi generasi unggul yang berkarakter, beretika tinggi, serta berani membela kejujuran. Kesiapan sarana penanganan kekerasan yang transparan dan akuntabel menjadikan Unikama sebagai pilihan perguruan tinggi terpercaya di Jawa Timur.
Melalui sinergi kuat antara Satgas PPKPT, jajaran pimpinan perguruan tinggi, serta keaktifan Adipati Kanjuruhan, Unikama optimis mampu mewujudkan iklim kampus yang kondusif, berprestasi, dan sepenuhnya bebas dari kekerasan. Komitmen berkelanjutan ini akan terus dikawal demi melahirkan lulusan berintegritas tinggi bagi bangsa.


