MALANG, 6 Agustus 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses mendampingi SMPN 2 Sumberpucung, Kabupaten Malang, dalam program Digitalisasi Eduecopreneurship Batik Tulis Malangan. Program ini merupakan Hibah Pengabdian Dosen yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Dipimpin Dr. Walipah, M.Pd., bersama Dr. Roni Alim Ba’diya Kusufa, M.Pd. dan Ainia Walidaroyani, S.Tr.Kom., M.Kom., program ini menjawab tiga persoalan utama mitra: peralatan produksi tradisional, pemasaran konvensional, dan ketiadaan sistem manajemen keuangan. “Selama ini siswa membatik dengan kompor minyak tanah dan canting manual, promosi hanya dari mulut ke mulut, dan tidak ada pembukuan sama sekali,” ungkap Dr. Walipah.
Program ini mengusung konsep Eduecopreneurship, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan tiga pilar utama: education (pendidikan), ecology (kepedulian lingkungan), dan entrepreneurship (kewirausahaan). Melalui konsep ini, kegiatan membatik tidak sekedar menjadi tugas mata pelajaran Seni Budaya, melainkan menjadi wahana pembentukan karakter siswa yang mencintai budaya lokal, peduli terhadap kelestarian lingkungan dalam proses produksi, serta memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini. Batik Tulis Malangan dipilih sebagai media karena memiliki nilai historis, filosofis, dan estetis yang kuat sebagai identitas budaya daerah Malang.

Melalui metode Participatory Learning and Action (PLA), tim melaksanakan 10 tahapan kegiatan mulai survei, koordinasi, pengadaan peralatan, hingga pelatihan dan evaluasi. Pada aspek produksi, diserahkan kompor listrik, canting elektrik, dan alas/midangan kayu untum membatik. Siswa dibekali teknik produksi modern mencakup 10 tahapan, mulai pencipratan malam, mencanting, pewarnaan, waterglass, pelorodan, hingga display produk.
Pada aspek pemasaran, mitra dilatih strategi digital marketing melalui Website khusus batik, Instagram, TikTok, dan marketplace dengan target unggahan 12–24 konten per bulan. Sementara aspek keuangan diperkuat melalui penguatan manajemen pengelolaan keuangan digital. Dengan demikian, pembukuan mingguan, serta penetapan harga berbasis biaya produksi dapat terencana dengan baik.
Davit Harijono, S.Pd., M.Pd., menyambut antusias transformasi ini. Kini Batik TGP telah memiliki katalog produk, daftar harga, kanal promosi digital, dan sistem pembukuan terstruktur. Lebih lanjut lagi, Kepala SMPN 2 Sumberpucung, Davit Harijono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program ini.

“Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah memberikan hibah, serta kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang atas pendampingan yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi sekolah kami, khususnya Tim Guru Pegiat Batik Tulis (TGP), para siswa, dan seluruh warga sekolah. Harapan saya, program PKM tidak berhenti sampai di sini. Kami masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut melalui kerja sama dalam bentuk MoU pada berbagai bidang, seperti pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program-program kolaboratif lainnya yang dapat mendukung pengembangan sekolah secara berkelanjutan.”
Program ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta sejalan dengan Asta Cita dalam penguatan SDM dan industri kreatif. Luaran yang dihasilkan meliputi artikel jurnal, buku ber-ISBN, video YouTube, poster, dan pengajuan HKI merek Batik TGP. “Kami ingin SMPN 2 Sumberpucung menjadi sekolah percontohan Eduecopreneurship berbasis kearifan lokal di Malang Raya,” tegas Dr. Walipah. (Tim Humas PKM Unikama).


