UNIKAMA
Unikama Lepas 618 Mahasiswa KKN 2026, Dorong Digitalisasi Desa dan Penguatan Kearifan Lokal

Unikama Lepas 618 Mahasiswa KKN 2026, Dorong Digitalisasi Desa dan Penguatan Kearifan Lokal

Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) salah satu kampus swasta di Malang secara resmi melepas 618 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam upacara pemberangkatan yang berlangsung hidmat dan meriah di Lapangan Ganesha Unikama. Mengusung tema besar “KKN Integratif Berdampak untuk Transformasi Desa Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi”, pengabdian tahun ini menempatkan modernisasi teknologi dan penguatan potensi lokal sebagai pilar utama gerakan mahasiswa di tengah masyarakat. Suasana Lapangan Ganesha dipenuhi semangat ratusan sivitas akademika, mulai dari jajaran Pengurus dan Pengawas PPLP PT PGRI Kanjuruhan Malang, Rektor beserta para Wakil Rektor, Direktur LP3M, para Dekan, Ketua Program Studi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga ratusan mahasiswa yang mengenakan seragam rompi KKN terbaru. Acara pemberangkatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan menandai komitmen kampus dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam laporan resminya, Ketua Pelaksana Program KKN Unikama, Prof. Dr. Mujiono, S.Pd., S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa KKN tahun 2026 dirancang dengan memadukan berbagai jalur program pendidikan guna memberikan ruang pengabdian yang lebih fleksibel, inklusif, dan berdaya jangkau luas. Dari total 618 peserta yang terdaftar, mahasiswa terbagi ke dalam empat skema utama yaitu, Mahasiswa Reguler, Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Mahasiswa Program Freeform ,dan Mahasiswa KKN Internasional yang ditempatkan di Desa Kampung Maya Dalam, Melaka, Malaysia, hasil kolaborasi strategis dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) serta difasilitasi oleh Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM

Momen pelepasan burung dara sebagai simbolis pelepasan mahasiswa KKN 2026.

“KKN pada tahun ini itu diikuti oleh 618 mahasiswa yang terbagi dalam 488 diikuti oleh mahasiswa reguler, 100 mahasiswa diikuti oleh mahasiswa RPL, dan 27 diikuti oleh mahasiswa dengan program Freeform. Dan ada 15 mahasiswa yang mengikuti International Community Service atau KKN Internasional yang saat ini ditempatkan di Desa Kampung Maya Dalam di Melaka, Malaysia, bekerja sama dengan teman-teman mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan juga difasilitasi oleh Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) di Melaka, Malaysia,” papar Prof. Mujiono di hadapan pimpinan dan peserta KKN.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa telah melewati tahap pembekalan intensif pada 21–22 Juli lalu. Pembekalan tersebut menghadirkan beragam narasumber tepercaya, mulai dari jajaran pimpinan Unikama yang memaparkan kebijakan lima pilar KKN, perwakilan Bappeda yang mengulas arah dan prioritas pembangunan kabupaten, para Camat dari empat kecamatan sasaran yang membedah potensi serta masalah spesifik desa, hingga pemateri Manajemen Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L), etika komunikasi publik, hingga perancangan luaran program.

Melalui tema yang diusung, mahasiswa KKN 2026 didorong untuk memprioritaskan program kerja berbasis inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan desa, tanpa merusak atau mengeyampingkan kearifan lokal yang telah mengakar. Transformasi digital menjadi instrumen utama dalam mendongkrak perekonomian warga serta menata tata kelola pemerintahan desa secara modern. Rektor Unikama dalam amanatnya menggarisbawahi bahwa penerapan ilmu pengetahuan di bangku kuliah harus berorientasi pada dampak nyata. Mahasiswa tidak dituntut membuat puluhan program kerja yang dangkal, melainkan berfokus pada beberapa program unggulan yang benar-benar memberikan manfaat nyata dan berjangka panjang bagi masyarakat desa.
“Dampak yang nyata itu seperti apa? Paling tidak saudara nanti merancang kegiatan yang ada manfaatnya bagi masyarakat. Saudara dengan keahlian, dengan ilmu teknologi yang saudara miliki, bagaimana kemudian nanti program kerja di lapangan itu punya dampak yang positif. Dan berkelanjutan itu maknanya pada saat pulang KKN, itu masih ada bekas program yang masih bisa dijalankan oleh masyarakat. Untuk itu, pada saat pembekalan juga sudah disampaikan, jangan terlalu banyak program, fokuslah pada program-program yang memiliki dampak, memiliki manfaat, memiliki makna bagi masyarakat desa tersebut,” pangkas Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. Beliau mencontohkan beberapa langkah konkret penerapan inovasi teknologi yang dapat segera dipraktikkan mahasiswa di lapangan, di antaranya akselerasi pemasaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui media sosial hingga digitalisasi sistem administrasi desa. “Dengan keahlian saudara, bagaimana bisa mempromosikan UMKM melalui medsos, saudara bisa melakukan administrasi desa secara digital, atau program-program yang mungkin bisa anda arahkan untuk supaya punya manfaat di masyarakat itu,” tambah Rektor Unikama.

Sambutan oleh Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si.

Aplikasi teknologi dan gagasan modern tidak akan berhasil tanpa adanya pendekatan kemanusiaan yang tepat. Oleh karena itu, Rektor Unikama menitikberatkan tiga sikap utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh peserta KKN selama berinteraksi dengan warga desa yaitu, datang sebagai Pembelajar, datang sebagai sahabat masyarakat, mahasiswa harus mampu berbaur dan membangun hubungan emosional yang hangat agar keberadaan mereka diterima secara terbuka, serta datang sebagai mitra Masyarakat.
Salah satu bagian menarik dalam pelaksanaan KKN Unikama tahun ini adalah pembaruan pada identitas visual peserta. Mahasiswa tampil percaya diri mengenakan rompi KKN edisi 2026 yang mengombinasikan warna abu-abu dan krem. Kombinasi warna ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan sarat akan pemaknaan filosofis yang selaras dengan sikap mental yang diharapkan dari seorang inovator desa.

Prof. Mujiono menjelaskan secara terperinci pendekatan semiotika warna yang melandasi pemilihan warna rompi KKN 2026 tersebut. Warna Abu-Abu (Putih + Hitam) melambangkan keseimbangan, objektivitas, dan profesionalisme. Merupakan perpaduan antara ketulusan niat (putih) dengan keteguhan dan keberanian (hitam) dalam memecahkan masalah masyarakat. Sedangkan warna Krem (Putih + Kuning + Cokelat Muda) melambangkan kerendahan hati, kedewasaan berpikir, dan kolaborasi. Mengajarkan mahasiswa untuk tidak merasa paling tahu, melainkan fleksibel dan bekerja sama dengan warga desa.
Sebelum menutup upacara dan memberikan komando pelepasan, Rektor memberikan lima pesan krusial kepada seluruh peserta KKN yakni menjaga nama baik almamater Unikama yang merupakan salah satu universitas swasta di Malang harus bisa membangun komunikasi yang santun dan berempati, menghormati adat istiadat setempat, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, serta menjaga integritas dan etika pengabdian. Pemberangkatan 618 mahasiswa KKN Unikama 2026 ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya program-program inovatif berbasis digital dan kearifan lokal yang mampu menggerakkan roda perekonomian, memodernisasi tata kelola desa, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Daftar Isi
Penulis Berita
kartikasari
Tim Publikasi UNIKAMA

Penulis merupakan bagian dari tim publikasi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) yang berkontribusi dalam penyusunan dan penyajian berbagai informasi seputar kegiatan kampus, akademik, prestasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta informasi lainnya. Setiap konten disusun berdasarkan sumber yang valid dan mengedepankan akurasi, relevansi, serta kualitas informasi bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Kategori Berita UNIKAMA
Berita Lainya

Berita Menarik UNIKAMA Lainya

WhatsApp