Menu

Lulusan PIPS Unikama Banyak Lahirkan Kepala Sekolah

UNIKAMA – Program Pascasarjana Pendidkan Ilmu Pendidkan Sosial (PIPS) terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dosen di Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Latar belakang acara ini sendiri yakni karena banyaknya masyarakat maupun kalangan civitas akademika yang masih belum memahami apa sebenarnya muatan yang ada pada program studi ini.

“Kami undang semua dosen meskipun tidak fokus di IPS, mereka agar paham bagaimana IPS itu sebenarnya. Karena masih belum banyak yang mengerti kalau sebenarnya dalam IPS itu ada integrasi disiplin ilmu yang mencakup empat hal, yakni Geografi, Sosiologi, Ekonomi dan Sejarah,” tukas Dr. Endah Andayani, MM., Sekretaris Pascasarjana Unikama.

Endah, sapaan akrabnya menuturkan, untuk pihak internal Prodi IPS sendiri, pihaknya menilai banyak pengetahuan terbaru yang harus disampaikan pada dosen maupun mahasiswa. Karena sistem dan peraturan dari pemerintah selalu berkembang seiring berjalannya waktu.

“Selain itu kami juga fokus pada pengembangan diri dosen dan mahasiswa di dalam perkembangan kurikulum terkait pembelajaran terbaru. Ada beberapa peraturan yang selalu berkembang dan penting untuk mereka ketahui,” tuturnya saat seminar dan lokakarya, kemarin.

Pada dasarnya, Endah menjelaskan kompetensi mahasiswa prodi ini sudah sangat baik. Sehingga dengan sedikit dukungan dari kegiatan seperti ini akan memberikan manfaat yang besar untuk menambah pengetahuan mereka.

“Mahasiswa kita ada yang memang backgroundnya guru SD, SMP, jadi langka bergelar Magister Pendidikan. Namun karena kita selalu menambah kompetensi mereka, setelah lulus banyak dari mereka yang menjadi kepala sekolah di tempat masing-masing,” ungkapnya.

Kebanggaan Unikama terhadap output inilah yang membuat Endah mendukung setiap upaya pengembangan kompetensi mahasiswa maupun dosen di kampus ini.

“Ternyata kita memang mampu menambah kompetensi mereka salah satunya dengan kegiatan seperti ini. Semoga mereka tidak berhenti begitu tapi kita akan teruskan,” Tandasnya. (inka)