Menu

Mahasiswa KKN Unikama Bantu Desa Tumpakrejo Lawan Covid-19

Unikama- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) tahun 2020 yang melaksanakan Program Kerja (Proker) di Desa Tumpakrejo, Kec. Gedangan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur ini membantu warga Desa Tumpakrejo dalam menghadapi pandemi Covid-19. Masa Pandemi ini tentu dirasakan bukan hanya  mahasiswa, tetapi seluruh dunia juga merasakan dampak dari wabah Covid-19  yang sangat buruk. Oleh sebab itu, KKN kali ini tetap terlaksana dengan menggunakan protokol kesehatan dan membatasi jumlah mahasiswa per-kelompok.

“Di desa Tumpakrejo sendiri, keadaan masih terkendali dan kondusif, masih belum ada yang positif Covid-19.Walaupun begitu kami tidak boleh lengah dalam menangani pandemi Covid-19. Kami tetap menganjurkan para warga dan perangkat desa Tumpakrejo menggunakan masker dan menghindari keramaian,” ungkap Miselan selaku Kepala Desa Tumpakrejo.

Untuk mengantisipasi tersebarnya Covid-19 ini, mahasiswa KKN Unikama memberikan tempat-tempat cuci tangan untuk fasilitas umum yang belum mempunyai tempat cuci tangan  diantaranya  pondok pesantren dan Masjid yang berada di RT.03 Dusun Pohkecik, Desa Tumpakrejo.

Mahasiswa KKN Universitas Kanjuruhan Malang juga membantu Desa Tumpakrejo melawan dengan memberi edukasi pembuatan hand sanitizer dan disinfektan kepada ibu-ibu rumah tangga yang berada di RT.03 Dusun Pohkecik, Desa Tumpakrejo.

“Untuk menghindari keramaian edukasi pembuatan hand sanitaizer dan disinfektan tersebut hanya melibatkan tiga orang ibu-ibu rumah tangga dan anggota kelompok 16 KKN Unikama. Dengan adanya edukasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik kedepannya untuk Desa Tumpakrejo,” ujar ketua kelompok Anis Fitria.

Sementara itu, Siti selaku salah satu ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan edukasi ini berterimakasih atas ilmu yang telah diberikan mahasiswa KKN.

“Terima kasih banyak atas ilmu yang diberikan oleh adik-adik KKN Unikama, sehingga sekarang ibu-ibu bisa membuat hand sanitizer dan disinfektan sendiri di rumah, karena untuk membeli hand sanitizer dan disinfektan sekarang memerlukan biaya yang mahal, dengan adanya edukasinya kami jadi sangat terbantu,” paparnya.