Menu

Mahasiswa Unikama Temukan Alat Pembersih Gulma

UNIKAMA – Sekelompok mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang tergabung dalam HPS Teknik Informatika berhasil mendapatkan dana program hibah bina desa dari Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti).

Tim HPS Teknik Informatika ini terdiri dari Rio Eka Retandi, Siti Nurjannah, Aji Kusuma Akbar, Rizky Nala R, Hanifah Octavia P, Tika Ambarwati, dan Ita Purnawati, dengan dosen pendamping Syahminan, S.Kom, M.Kom.

Salah satu anggota tim, Rio Eka Retandi mengatakan timnya berhasil lolos usai mengirimkan proposal ke Kemenristek Dikti. Setelah lolos proposal, Rio dan kawan-kawan melalui beberapa tahapan, mulai pra-proposal, lalu proposal, lalu presentasi awal pengenalan program, lalu pelaksanaan program hibah, pelaporan akhir pelaksanaan, lalu seminar hasil dari Program Hibah bina Desa.

“Kami berhasil lolos dan masuk dalam 40 dari 75 proposal yang didanai,” kata Rio.

Dalam program Hibah Dana Desa ini, tim HPS Teknik Informatika mengangkat judul proposal Pemanfaatan Teknologi Ringan Pembersih Rumput Liar Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi di Desa Gurid, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Judul ini sendiri diangkat, dikarenakan HPS Teknik Informatika memiliki tujuan untuk membantu pekerjaan jenis pertanian di Desa Gurid. Mereka melihat permasalahan yang ada di lahan persawahan di sana, yaitu sulitnya membasmi rumput liar gulma, yang mengganggu persawahan di daerah tersebut.

“Awalnya kami ingin membantu petani setempat menangani rumput liar tanpa menggunakan zat kimia, meningkatkan efektivitas para petani dalam mengelolah sawah,” terangnya.

Oleh karena itu, Rio berharap dengan adanya program bina desa ini, hasil inovasi alat pembasmi gulma ini dapat membantu masyarakat khususnya para buruh tani. Para petani juga diharapkan  lebih menghemat biaya dan memunculkan rasa kepedulian dengan tidak menggunakan zat kimia yang justru bisa meracun tanah.

“Selain pembersih rumput liar, alat ini juga memutus akar padi yang tua agar berganti yang muda, dengan akar padi yang muda sewaktu pemupukan tanaman padi bisa lebih optimal,” terangnya.

Rio berharap, alat pembersih gulma ini dapat membuat tumbuhan padi akan cepat tumbuh dan membantu proses penggemburan tanah, serta membuka ruang oksigen dalam tanah agar terjadi sirkulasi udara yang bagus.

Alat ini juga diharapkan membuat buruh tani lebih mudah dalam membersihkan rumput liar karena hanya mengoprasikan alat pembersih otomatis ini di area persawahan, yang nantinya akan memberikan efek bagus terhadap hasil panen mereka. (TI)