Menu

Unikama Bahas Penguatan Karakter Bangsa lewat Diskusi Online (DiskOn) Series Bareng 55 Alumni

UNIKAMA – Peran alumni dalam kemajuan suatu Perguruan Tinggi memang tidak diragukan lagi. Maka dari itu, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan DiskOn (Diskusi Online) Series Bareng 55 alumni yang digelar selama 6 hari (20-25 Juli 2020).

Wakil Rektor I Dr. Sudi Dul Aji, M.Si menerangkan bahwa kegiatan DiskOn ini memiliki arti bahwa Alumni bisa berkontribusi untuk Unikama khususnya dan untuk Negeri pada umumnya.

“Jadi kita berharap nantinya akan ada kontribusi dari alumni untuk bangsa ini seperti apa. Selain itu, salah satu tujuannya ialah kami ingin mencatatkan ke Rekor MURI (Museum Rekor – Dunia Indonesia) karena kegiatan ini diikuti oleh 55 Narasumber yang semua berasal dari Alumni, hal ini merupakan pertama kali yang terbanyak. Harapannya, agar para alumni bisa menyumbangkan pikirannya untuk kita diskusikan bersama,” ujarnya.

Tepat di hari kedua, kegiatan DiskOn Series ini kebetulan membahas tentang Penguatan Karakter Bangsa Untuk Indonesia Maju. Tema yang sangat penting dan erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia.

“Jika bicara soal karakter maka erat kaitannya dengan nilai, budaya dan apa yang harus kita lakukan untuk Bangsa dan Negara. Seperti halnya para alumni yang pernah menempuh kuliah di Unikama, apakah masih ada sesuatu yang perlu kita kembangkan dalam rangka penguatan karakter ini. Kalau para alumni sudah berada di dunia kerja, maka harus tahu bagaimana penguatan karakter itu bisa terbentuk. Inilah yang perlu kita diskusikan, agar nilai-nilai kebiasaan karakter itu bisa muncul dari alumni Unikama dan dapat memberi warna pada Indonesia,” paparnya.

Menurut beberapa penelitian, karakter bisa membawa keberhasilan untuk seseorang itu bisa survive dalam hidupnya, bukan kepandaian yang menjadi faktor utama. Karakter tidak bisa diajarkan, tetapi bisa ditularkan. Bagaimana cara bertanggungjawab, berdisiplin, beretika, bagaimana cara menghormati teman-teman karena keragaman suku, budaya dan bahasanya.

“Saya yakin bahwa Unikama adalah miniatur Indonesia dengan beragam agama, suku, budaya dan kita hidup bisa berdampingan. Inilah yang Unikama harapkan dari berbagai narasumber atau alumni dapat memberikan pemikiran-pemikiran bagi Unikama dan Indonesia tentang apa yang harus dilakukan kedepannya untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Romadhon, M.Pd selaku Sekretaris Umum IKABA (Ikatan Keluarga Besar Alumni) Unikama yang juga sekaligus Moderator dalam Diskusi Online dengan tema ini, menjelaskan bahwa latarbelakang Unikama mengadakan DiskOn ini adalah ingin melihat peran strategis teman-teman alumni dari berbagai sektor terutama situasi ditengah pandemi Covid-19.

“Dengan adanya kegiatan DiskOn ini juga dapat menjadi bukti nyata bahwa alumni Unikama sangat memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan berkelanjutan pasca pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang temu kangen dan berbagi pengalaman setelah lulus dari Unikama,” paparnya.

Mengumpulkan para alumni untuk kegiatan ini tidaklah sulit, mengingat alumni sudah terhimpun dalam wadah yang bernama IKABA, disamping itu koordinasi dengan Prodi (Program Studi) juga sudah dilakukan. Sehingga, sinergitas yang bersisian dengan alumni bisa di efektifkan.

Diskusi Online Series ini mengangkat topik-topik yang menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, calon alumni dan masyarakat. Selain topik “Penguatan Karakter Bangsa Untuk Indonesia Maju” yang sudah dibahas hari ini (22/07/2020), masih adalagi 5 topik yang akan dibahas dalam Diskusi Online sampai tanggal 25 Juli 2020 nanti antara lain Tantangan Mengelola bisnis di Era Pandemi, Kiat Sukses Tembus Beasiswa, Good Goverment : Antara Harapan dan Kenyataan, Mempersiapkan Diri Untuk Meraih Karier Impian, dan Tetap berprestasi di Era Pandemi.

Dengan adanya kegiatan DiskOn ini, ia berharap peran alumni semakin nyata dalam menyongsong visi kampus Unikama Unggul di Tahun 2025. Jadi dalam berbagai hal keberadaan alumni sangat berarti bagi pengembangan kampus kedepan, termasuk dalam menyiapkan kampus merdeka.