Menu

Unikama Kembangkan Kampung Salak Desa Suwaru UNI

UNIKAMA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengembangkan Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran sebagai Kampung Salak berbasis ekonomi produktif. Salah satu implementasinya, Pemkab Malang menggandeng Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) untuk mengembangkan tempat tersebut menjadi Kampung Salak.

Bentuk kerjasama itu, seperti tertuang dalam Memorandum Of Agreement (MOA) yang ditandatangani Pemkab Malang melalui SKPD terkait dengan Unikama, di Pendopo Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran ini, disaksikan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna dan Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si.

Dr. H. Rendra Kresna mengatakan, sejak dahulu kala Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran ini dikenal dengan potensi Salak Suwarunya. “Sampai-sampai ada daerah lain yang menjual salak dengan nama Salak Suwaru. Padahal, aslinya adalah dari Desa Suwaru di Kabupaten Malang ini,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, dulunya Desa Suwaru memang terdapat lahan salak yang sangat luas. Namun, seiring bertambahnya waktu, lahan salak di tempat tersebut terus menyusut. Hal itu berimbas dengan menurunnya produktivitas salak. Sehingga, keberadaan lahan salak itu perlu segera diselamatkan, supaya tidak terus menyusut dan habis. “Untuk itu, perlu langkah kongkrit mengembalikan kejayaan tempat ini. Salah satu caranya, melalui pengembangkan desa ini menjadi Kampung Salak,” terang Bung Rendra sapaan akrabnya.
Untuk itu, pihaknya mengapresiasi langkah Unikama yang menggandeng Pemkab Malang untuk mengembangkan desa tersebut.“Saya mengucapkan terimakasih kepada Unikama, yang bersinergi dengan Pemkab Malang untuk mengembangkan Kampung Salak di Desa Suwaru ini,” kata Bung Rendra.
Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si mengatakan, pengembangan yang dilakukan itu meliputi berbagai aspek. Yakni aspek pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertenian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang dan aspek pariwisata dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) Kabupaten Malang. Selain itu aspek makanan olahan bekerjasama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten  Malang.
“Kalau mengandalkan sisi pertanian, belum maksimal. Karena harga jual salak, maksimal Rp 5 ribu satu kilogram. Harus berinovasi dengan mengembangkan ke sektor pariwisata dan menjadi aneka makanan olahan dari salak,” terangnya.
Dijelaskannya, bentuk kerjasama itu meliputi pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Selain itu, kami juga memberikan bantuan alat pengolahan dan tenda jualan untuk para pedangan,” imbuhnya, Dia mengharapkan melalui pengembangan ini, menjadikan Desa Suaru kembali ke masa jaya yakni sentra Salak. (erem)