Fapet UNIKAMA Perkuat Kolaborasi dengan UPT PT & HMT Batu melalui Penandatanganan MoU

Kerja sama membuka peluang PKL, magang, riset, dan pengabdian masyarakat untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai instansi strategis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT & HMT) Batu pada Selasa (7/7/2026). Melalui kerja sama ini, kedua institusi sepakat mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dekan Fakultas Peternakan Unikama, Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., mengatakan bahwa Fapet Unikama secara konsisten membangun sinergi dengan instansi pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Menurutnya, kerja sama dengan UPT PT & HMT Batu menjadi langkah strategis karena lembaga tersebut memiliki fasilitas, sumber daya, dan program yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka juga harus belajar langsung di lapangan agar mampu menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di dunia kerja. Karena itu, kami terus menghadirkan mitra yang mampu mendukung proses pembelajaran secara nyata,” ujar Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P..

Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P. menjelaskan bahwa Fakultas Peternakan UNIKAMA mewajibkan mahasiswa menempuh mata kuliah Praktik Kerja Lapang (PKL) berbobot 4 SKS. Kebijakan tersebut mendorong fakultas untuk menyediakan lokasi praktik yang representatif sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan teknis, memperluas wawasan, sekaligus mengenal budaya kerja di sektor peternakan.

UPT PT & HMT Batu dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. Sebagai unit teknis di bawah Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, UPT ini menjalankan berbagai program pembibitan dan pemuliaan sapi perah, pengembangan hijauan makanan ternak, penyediaan bibit ternak bermutu, hingga pelatihan, magang, dan penyuluhan bagi masyarakat. Beragam aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik yang berlangsung setiap hari.

Melalui MoU ini, Fapet UNIKAMA akan menempatkan mahasiswa dalam program PKL dan magang di UPT PT & HMT Batu. Mahasiswa dapat mengamati proses pembibitan sapi perah, mempelajari manajemen pakan, memahami pengelolaan hijauan makanan ternak, serta mengikuti berbagai aktivitas operasional yang mendukung peningkatan kompetensi mereka sebagai calon sarjana peternakan.

Selain memperkuat proses pembelajaran, kedua institusi juga akan mengembangkan kolaborasi penelitian. Dosen dan mahasiswa Fapet UNIKAMA dapat melaksanakan riset mengenai pembibitan sapi perah, hijauan makanan ternak, maupun pengembangan teknologi peternakan. Hasil penelitian tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia akademik sekaligus menjawab kebutuhan sektor peternakan.

Kerja sama ini juga memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa dapat berpartisipasi dalam berbagai pelatihan, workshop, maupun kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan UPT PT & HMT Batu. Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika Fapet UNIKAMA dapat berbagi pengetahuan, mendampingi peternak, serta mendorong penerapan teknologi peternakan yang lebih efektif.

Dekan yang juga Dosen Fapet tersebut menambahkan bahwa kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Fapet Unikama memperoleh akses terhadap sarana praktik, data lapangan, serta fasilitas pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Sebaliknya, UPT PT & HMT Batu memperoleh dukungan sumber daya manusia, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian yang dapat memperkuat pengembangan sektor peternakan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin menciptakan hubungan yang saling menguatkan. Kampus menyediakan sumber daya akademik dan inovasi, sementara UPT menyediakan ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa. Sinergi seperti inilah yang kami harapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan peternakan di Indonesia,” pungkas Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P.

WhatsApp