UNIKAMA
Karawitan Pakadata dan Pagelaran Wayang Meriahkan Senada Festival #2 Unikama Malang

Karawitan Pakadata dan Pagelaran Wayang Meriahkan Senada Festival #2 Unikama Malang

Malang – Unikama (19/9/2026) – Senada Festival #2 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menghadirkan sesuatu yang berbeda dari edisi sebelumnya. Pada gelaran yang berlangsung Sabtu malam, 19 September 2026, di Halaman Depan Kampus Unikama, penampilan Karawitan Pakadata Unikama dan pagelaran wayang dengan judul “Fragmen Perang Gagal” menjadi sorotan utama yang berhasil memukau penonton serta menegaskan identitas Unikama sebagai kampus multikultural yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

Karawitan Pakadata Unikama: Menjaga Seni Tradisional di Era Modern

Penampilan Karawitan Pakadata Unikama menjadi penghangat yang menenangkan dalam rangkaian acara Senada Festival #2. Alunan gamelan yang dibawakan oleh mahasiswa dari berbagai program studi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional Jawa masih hidup dan berkembang di lingkungan kampus. Karawitan Pakadata hadir sebagai representasi pendidikan seni berbasis budaya yang terus dilestarikan oleh Unikama.

Dalam konteks akademik, kehadiran Karawitan Pakadata di Senada Festival #2 menunjukkan bahwa pembelajaran seni di perguruan tinggi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga praktik langsung yang melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama. Hal ini sejalan dengan semangat Unikama dalam mengembangkan literasi budaya dan pendidikan karakter melalui seni tradisional.

Wayang “Fragmen Perang Gagal”: Pesan Filosofis di Balik Pagelaran

Salah satu yang paling dinantikan dalam Senada Festival #2 Unikama adalah pagelaran wayang “Fragmen Perang Gagal”. Judul ini mengandung pesan mendalam yang disampaikan melalui falsafah Jawa Suradira Jayaningrat, Lebur Dining Pangastuti, yang berarti kesombongan atau keangkara murkaan akan kalah dengan budi pekerti yang luhur.

Dalam perspektif yang lebih luas, pagelaran wayang “Fragmen Perang Gagal” juga menggambarkan bahwa Unikama sebagai kampus multikultural mampu menjadi wadah seluas-luasnya bagi segala sesuatu yang positif. Hal-hal positif yang terus digaungkan oleh Unikama tentu saja akan menjauhkan kampus dari segala sesuatu yang negatif.

Pagelaran wayang ini menjadi gebrakan baru dalam event Senada Festival, karena untuk pertama kalinya seni pewayangan ditampilkan walaupun tidak secara penuh dalam agenda tahunan Unikama ini.

Ki Saiful Anwar, Dalang Muda dari PBSI Unikama

Di balik layar pagelaran wayang “Fragmen Perang Gagal”, terdapat sosok Ki Saiful Anwar atau yang akrab disapa Hospi, yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unikama. Kehadiran Hospi sebagai dalang muda membuktikan bahwa regenerasi seni pewayangan di lingkungan kampus berjalan dengan baik.

Peran Hospi sebagai dalang dalam Senada Festival #2 Unikama menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam pelestarian seni budaya. Hal ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan seni di Unikama mampu melahirkan generasi muda yang mencintai dan menguasai warisan budaya bangsanya.

Penampilan Dalang Saiful Anwar saat membawakan lakon wayang “Fragmen Perang Gagal” (doc.humas)

Dukungan Dosen dan Komitmen Unikama terhadap Seni Karawitan

Bapak Dwi Cahyo Pangestu, M.Pd., dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan yang juga merupakan salah satu pengajar karawitan sekaligus tokoh di balik berjalannya gelaran Senada Festival ini, berpendapat bahwa kesenian di lingkungan Unikama harus terus hidup dan berkembang. Menurutnya, seni karawitan dan wayang bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga media pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter kepada mahasiswa.

“Kesenian di lingkungan Unikama harus terus hidup dan berkembang. Jangan sampai seni tradisional hanya menjadi pajangan atau bahkan kenangan, tetapi justru harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari. Melalui Senada Festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa karawitan dan wayang bukanlah seni yang kuno, melainkan seni yang relevan dan mampu berbicara di era modern,” ujar Dwi Cahyo Pangestu.

Komitmen Unikama terhadap pengembangan seni karawitan dan wayang ini menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pelestarian budaya bangsa. Melalui Senada Festival #2, mahasiswa diajak untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Senada Festival #2: Gebrakan Baru dalam Dunia Seni Kampus

Senada Festival kedua ini memang menyajikan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Pagelaran wayang yang disuguhkan tentu saja menjadi gebrakan baru dalam event ini. Berbagai penampilan yang disajikan memiliki warna yang berbeda-beda, akan tetapi mengusung semangat yang sama, yaitu membawa Unikama makin maju ke depannya.

Kehadiran Karawitan Pakadata Unikama dan pagelaran wayang “Fragmen Perang Gagal” dalam Senada Festival #2 menjadi penanda bahwa Unikama serius dalam mengembangkan seni tradisional sebagai bagian dari identitas kampus multikultural. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen kampus, Senada Festival diharapkan terus menjadi wadah bagi pegiat seni di lingkungan Unikama.

Harapan dan Rencana Ke Depan Seni Karawitan dan Wayang di Unikama

Ke depan, Senada Festival Unikama diharapkan mampu menjadi event seni berskala lebih besar, dengan penampilan karawitan dan wayang yang lebih utuh. Rencana penyelenggaraan festival secara rutin setiap empat bulan sekali menjadi indikasi keseriusan universitas dalam membangun ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat Suradira Jayaningrat, Lebur Dining Pangastuti, Unikama terus berkomitmen untuk menjadikan seni dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan. Melalui Karawitan Pakadata dan pagelaran wayang “Fragmen Perang Gagal”, Unikama tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi pusat pengembangan budaya dan seni di wilayah Malang Raya.

WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Pencarian
Daftar Isi
Penulis Berita
Ramadhan Satria Adi Pradana, S.Ikom
Staff Humas Unikama

Saya sangat menyukai hal hal baru dalam dunia kreatif. Ketertarikan terhadap perkembangan ilmu komunikasi dan media massa membuat saya ingin terus belajar lebih jauh lagi. Bersikap terbuka, berfikir kreatif, kompeten dalam lingkungan kerja yang dinamis, berintegritas dan mengedepankan profesionalisme kerja merupakan prioritas utama dalam meniti karir.

Kategori Berita UNIKAMA
Berita Lainya

Berita Menarik UNIKAMA Lainya

Scroll to Top
WhatsApp