MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) secara konsisten terus mengokohkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berwawasan luas. Dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang dilangsungkan di Sarwakirti pada Senin, (21/06/2026), para mahasiswa baru disuguhi pemaparan istimewa mengenai materi sejarah Unikama. Penjelasan mendalam ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I PPLP-PT PGRI Malang sekaligus penulis buku “Meluruskan Sejarah Unikama”, Dr. Nawaji, M.Pd.
Melalui narasinya, Dr. Nawaji membakar semangat ribuan Adipati Kanjuruhan (sebutan untuk mahasiswa baru Unikama) dengan memaparkan dinamika panjang pendirian kampus hingga transformasinya menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.
Dr. Nawaji menegaskan bahwa mahasiswa baru patut merasa bangga menjadi bagian dari Unikama karena kampus ini lahir dari sejarah perjuangan yang panjang dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan nasional.
“Anda sekalian adalah bagian dari kampus multikultural yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Unikama bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi rumah bagi calon pemimpin, inovator, dan agen perubahan bangsa,” ujar Dr. Nawaji di hadapan peserta yang menyimak penuh antusias.
Pemaparan tersebut ditujukan untuk menanamkan rasa memiliki serta motivasi belajar yang kuat kepada para mahasiswa sejak awal melangkahkan kaki di dunia perguruan tinggi.
Perjalanan Panjang Sejarah Unikama dari Masa ke Masa
Memahami akar sejarah almamater merupakan langkah krusial bagi setiap mahasiswa untuk menumbuhkan rasa bangga dan civitas akademika yang solid. Dalam pemaparannya, Dr. Nawaji mengulas secara komprehensif bagaimana lembaga ini merintis jalannya dari sebuah akademi sederhana hingga mampu berdiri tegak sebagai universitas multikultural. Rekam jejak tersebut dipenuhi oleh dinamika perubahan nama, penyesuaian regulasi pemerintah, serta dedikasi tanpa henti dari para pendiri dan civitas akademika.
Transformasi Lembaga Perguruan Tinggi dari Tahun 1957 hingga Era Milenium
Perjalanan panjang Unikama berawal dari pendirian Akademi Pendidikan Guru pada tanggal 20 Mei 1957 berdasarkan SK Nomor 772/VIII oleh Abdoel Radjab bersama pengurus PGRI Cabang Malang II. Lembaga ini mengelola program Kursus B.1 Ilmu Mendidik yang berhasil meraih prestasi gemilang sebagai peringkat terbaik kedua se-Indonesia dari Pengurus Besar PGRI. Menanggapi dinamika politik nasional pada era 1960-an, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1963 tentang integrasi lembaga pendidikan, yang kemudian mengubah FKIP PGRI Malang II menjadi IKIP PGRI Malang II.

Langkah transformasi terus berlanjut saat Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) meresmikan perubahan nama lembaga menjadi IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro pada tahun 1965. Lembaga ini disahkan sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terdaftar pada tanggal 14 Juni 1969 dan menyelenggarakan kegiatan perkuliahan Extension Course di Jalan Kawi 51A Malang melalui kerja sama erat bersama IKIP Malang. Seiring meluasnya jangkauan layanan pendidikan, nama lembaga disesuaikan kembali menjadi IKIP PGRI Jawa Timur di Malang pada tahun 1976 di bawah kepemimpinan Soenarto Djojodihardjo selaku Dekan Koordinator.
Puncak perubahan struktur kelembagaan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2001. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 106/D/O/2001, IKIP PGRI Malang resmi digabungkan dengan Sekolah Tinggi Bahasa Aksi (STIBA) Kanjuruhan Malang menjadi Universitas Kanjuruhan Malang. Upaya penegasan identitas ke-PGRI-an terus dilakukan hingga akhirnya diterbitkan SK Menteri No. 1073/2020 pada tanggal 8 Desember 2020, yang secara resmi mengukuhkan nama kampus menjadi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Pengorbanan Historis Orang Tua Mahasiswa dalam Pembangunan Kampus Kepuh-Klayatan
Salah satu fondasi penting dalam sejarah Unikama terletak pada semangat gotong royong dan pengorbanan besar para orang tua mahasiswa. Antara tahun 1982 hingga 1984, pengelola kampus menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan fasilitas berupa tanah dan gedung perkuliahan permanen di kawasan Kepuh-Klayatan (Jalan S. Supriadi No. 48 Malang). Demi menjaga keberlangsungan aktivitas akademik, pihak lembaga memutuskan untuk meminjam terlebih dahulu dana ujian negara dari para mahasiswa untuk membeli lahan dan membangun gedung yang kini berdiri megah.
Dr. Nawaji mengungkapkan bahwa perjuangan tersebut diabadikan dalam bentuk prasasti bersejarah yang terpasang di lingkungan kampus.
“Prasasti itu menegaskan bahwa tanah dan bangunan IKIP PGRI dibangun dari keping-keping rupiah orang tua mahasiswa tertanggal 20 Mei 1982,” tegas Dr. Nawaji dalam pemaparannya.
Nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan inilah yang terus ditanamkan kepada seluruh mahasiswa baru agar senantiasa menghargai proses belajar dan menjaga nama baik almamater.
Menjawab Tantangan Zaman dan Menyiapkan Generasi Unggul
Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pijakan utama bagi Unikama untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan masa depan. Memasuki era digital dan persaingan global yang ketat, Unikama terbukti mampu mentransformasikan keagungan sejarahnya menjadi modal fundamental untuk meraih berbagai prestasi prestisius di tingkat nasional. Langkah strategis terus diambil guna memastikan kualitas lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Materi Sejarah Unikama PKKMB 2026 dan Kesiapan Menghadapi Industri Global
Selain memaparkan rekam jejak sejarah, Dr. Nawaji membagikan berbagai pencapaian membanggakan yang telah diraih oleh Unikama. Pada akhir tahun 2020, Unikama berhasil menembus jajaran Top 100 Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan menempati peringkat ke-89 dari 4.670 perguruan tinggi berdasarkan klasterisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Raihan ini sekaligus menobatkan Unikama sebagai perguruan tinggi swasta peringkat pertama di lingkungan PGRI seluruh Indonesia.

Dr. Nawaji menjelaskan bahwa relevansi pemahaman sejarah sangat krusial dalam menghadapi perkembangan era global dan perubahan demografi.
“Unikama secara adaptif terus menyesuaikan metode pembelajaran berbasis teknologi yang fleksibel untuk merespons kebutuhan Generasi Z dan Alpha,” ungkapnya.
Melalui pencerahan materi sejarah Unikama ini, mahasiswa baru dibekali kesiapan mental dan motivasi tinggi untuk melangkah menjadi lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta berkarakter kuat.


