MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menggelar Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru melalui PKKMB Unikama 2026 di Gedung Sarwakirti Unikama, Senin (21/9/2026). Momentum tahunan ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa baru untuk bertransformasi dari jenjang sekolah menengah menuju dunia akademik yang dinamis. Kampus yang berorientasi pada inovasi dan kearifan lokal ini membekali para mahasiswa baru dengan wawasan akademik komprehensif, kesiapan mental, serta keahlian abad ke-21 guna mencetak generasi lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unikama, Dr. Choirul Huda, M.Si, hadir langsung memberikan pemaparan materi utama mengenai peta jalan akademik dan strategi adaptasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Rangkaian acara disambut antusias oleh seluruh peserta yang memenuhi aula utama kampus.
Pemetaaan Peta Jalan Akademik dan Pemanfaatan Artificial Intelligence
Dr. Choirul Huda, M.Si menekankan pentingnya perubahan pemikiran (mindset) saat memasuki Perguruan Tinggi. Perkembangan teknologi dan ledakan informasi menuntut mahasiswa untuk tidak sekadar menghafal teori, tetapi membangun kemampuan belajar berkelanjutan (learning agility).
“Kuliah bukan sekadar pindah tempat belajar. Mahasiswa mulai belajar mengelola diri, memilih, bertanggung jawab, dan membangun masa depan,” tegasnya.

Transformasi Mindset dan Literasi Digital Mahasiswa Baru
Perubahan pola belajar dari SMA ke perguruan tinggi membutuhkan kemandirian tinggi. Peran dosen di Unikama bertindak sebagai fasilitator dan pemantik diskusi, sementara mahasiswa dituntut aktif mengeksplorasi berbagai sumber belajar.
Integrasi teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu poin prioritas yang disampaikan. Dr. Choirul Huda, M.Si menjelaskan bahwa AI merupakan alat bantu untuk berdiskusi, mengeksplorasi ide, dan merangkum materi. Pemanfaatan AI harus tetap dibentengi oleh integritas akademik, kejujuran, serta verifikasi data secara mandiri agar tidak mengurangi kedalaman berpikir kritis.
“Jangan hanya mengumpulkan nilai. Kumpulkan bukti kompetensi melalui karya, proyek, dan portofolio nyata yang bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Dr. Choirul Huda, M.Si.
Penerapan Sistem Kurikulum OBE Unikama dan Pengembangan Karakter
Pendidikan di Unikama mengusung pola Outcome-Based Education (OBE) yang berfokus pada capaian pembelajaran dan kompetensi konkret lulusan. Sistem ini memastikan setiap mata kuliah memiliki orientasi luaran yang jelas, baik dalam bentuk produk ilmiah, aplikasi, maupun karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Struktur perkuliahan juga dirancang fleksibel melalui program pembelajaran mandiri, magang industri, riset, hingga pengabdian masyarakat. Skema tersebut disiapkan untuk mendukung skenario kelulusan yang tepat waktu dan relevan dengan dunia kerja.
Pembentukan Keahlian Abad 21 Berbasis Kearifan Lokal
Pengembangan kompetensi teknis diimbangi dengan penguatan keahlian abad ke-21 yang mencakup Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration (4C). Karakter siswa terus ditempa agar senantiasa inklusif, adaptif, dan memberikan dampak sosial positif.
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang terus berkomitmen menyediakan ekosistem belajar yang kondusif melalui fasilitas pendampingan akademis, pusat karir, serta unit layanan mahasiswa. Sinergi antara keunggulan akademik, penguasaan teknologi digital, dan nilai kearifan lokal diharapkan mampu mengantarkan para mahasiswa baru menjadi insan Kanjuruhan yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan pembukaan PKKMB Unikama 2026 ini menutup babak awal orientasi dengan penegasan komitmen kampus untuk mendampingi seluruh mahasiswa sepanjang perjalanan studi mereka.


