MALANG – Jumat, (26/10/2026) Langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik dan peningkatan mutu pendidikan tinggi kembali ditunjukkan oleh Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Melalui program pertukaran pengajar lintas perguruan tinggi, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Unikama, Dr. Siti Muntomimah, M.Pd., berkesempatan menjadi dosen tamu di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM).
Kehadiran sosok akademisi yang akrab disapa Bu Mimah ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademik antar-perguruan tinggi mampu memicu sinergi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sebagai akademisi dan pakar pendidikan anak di lingkungan Unikama, pengalaman panjang beliau di dunia PAUD memberikan warna baru bagi dinamika perkuliahan di lingkungan Universitas Negeri Malang.
Memperkuat Sinergi Pendidikan Melalui Kolaborasi Akademik
Dalam lanskap pendidikan modern, kolaborasi akademik bukan sesuatu yang baru, melainkan sudah menjadi kebutuhan untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa. Kehadiran Kaprodi PG-PAUD Unikama di forum akademik Fakultas Psikologi UM menunjukkan pentingnya keterbukaan antar-lembaga pendidikan tinggi dalam berbagi kepakaran.
Sinergi antara Unikama dan UM ini membuktikan bahwa perjumpaan ilmu antara disiplin psikologi dan keilmuan PG-PAUD mampu menciptakan diskursus yang kaya. Melalui kolaborasi akademik lintas universitas dari sisi pengajar, kedua institusi sepakat untuk terus memupuk tradisi akademis yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Pertukaran pengajar ini adalah bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Sinergi antara keilmuan PG-PAUD dan psikologi menjadi modal penting bagi lahirnya pendidik masa kini,” ungkap Dr. Siti Muntomimah.
Ekosistem Pedagogi Indonesia: Merajut Filsafat, Psikologi, dan Praksis
Pada perkuliahan khusus tersebut, Kaprodi PG-PAUD Unikama membawakan materi utama bertajuk “Ekosistem Pedagogi Indonesia: Merajut Filsafat, Psikologi, dan Praksis”. Topik ini disusun untuk membedah psikologi pembelajaran secara komprehensif, menghubungkan akar kearifan lokal dengan teori-teori psikologi perkembangan modern.
Melalui kolaborasi akademik ini, beliau menegaskan bahwa pendidikan di Indonesia tidak boleh lepas dari akar sejarah dan kebudayaannya. Dosen PG-PAUD Unikama tersebut mengajak para mahasiswa melihat bahwa pedagogi bukan sekadar teknik mengajar di kelas, melainkan sebuah ekosistem utuh yang menyeimbangkan ranah filsafat, teori psikologi, dan praktik lapangan.

Menggali Kedalaman Sistem Among Ki Hajar Dewantara bersama PG-PAUD Unikama
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Muntomimah mengupas tuntas filosofi dasar “Sistem Among” yang digagas oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Sebagai akademisi PG-PAUD Unikama, beliau menyoroti bagaimana filosofi Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani harus dijiwai oleh setiap calon pendidik maupun psikolog pendidikan.
Di hadapan peserta kuliah, Kaprodi PG-PAUD Unikama menekankan pentingnya pendidik untuk memahami kesatuan aspek Cipta, Rasa, dan Karsa. Beliau menjelaskan bahwa:
- Cipta (Olah Pikir): Mengembangkan ketajaman daya pikir dan intelektualitas anak sejak dini.
- Rasa (Olah Hati/Estetika): Mengasah kepekaan empati, kehalusan budi pekerti, dan nilai kemanusiaan.
- Karsa (Olah Raga/Kemauan): Menguatkan kemauan keras dan kehendak untuk berkarya serta berbuat kebaikan.
Penjelasan mendalam dari pakar PG-PAUD Unikama ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa bahwa pendekatan psikologi pembelajaran harus menyentuh seluruh dimensi kemanusiaan anak, bukan sekadar capaian kognitif semata.
Integrasi Teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky dalam Perkuliahan Kolaborasi Akademik
Tidak hanya mengulas pemikiran Ki Hajar Dewantara, riset dan pemaparan dari pakar PG-PAUD Unikama ini juga menyandingkan filsafat Nusantara dengan gagasan konstruktivisme Barat, seperti teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan teori sosio-kultural Lev Vygotsky.
Melalui ruang kolaborasi akademik ini, disimulasikan bagaimana tahap perkembangan anak versi Piaget dan aspek Zone of Proximal Development (ZPD) milik Vygotsky dapat dipadukan secara harmonis dengan Sistem Among. Akademisi PG-PAUD Unikama tersebut memperlihatkan bahwa pendampingan pendidik (scaffolding) sejatinya selaras dengan semangat Tut Wuri Handayani dalam mendorong kemandirian belajar peserta didik.
Dari Implementasi Kurikulum Merdeka Hingga Pergeseran Paradigma Deep Learning
Topik perkuliahan yang diusung oleh Kaprodi PG-PAUD Unikama ini juga menyoroti transformasi kurikulum Nasional, khususnya dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan. Beliau menggarisbawahi bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka menuntut kesiapan mental dan kejelian para pendidik dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak.
Lebih jauh lagi, pakar dari PG-PAUD Unikama ini memaparkan pergeseran paradigma menuju Deep Learning (pembelajaran mendalam). Beliau menegaskan bahwa proses belajar mengajar tidak boleh berhenti pada tahapan menghafal atau memahami di permukaan, melainkan harus mendorong anak untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata.
melalui momentum kolaborasi akademik ini, para mahasiswa diajak memahami bahwa pergeseran ke arah Deep Learning membutuhkan fondasi psikologi belajar yang kokoh agar peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna (meaningful learning).

Harapan dan Komitmen Berkelanjutan Kolaborasi Akademik Unikama
Keberhasilan pelaksanaan perkuliahan tamu oleh Ketua Program Studi PG-PAUD Unikama di Universitas Negeri Malang ini diharapkan menjadi pemantik bagi kerja sama berkelanjutan di masa depan. Kolaborasi akademik semacam ini dibuktikan efektif dalam mempererat jalinan kelembagaan serta meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa di kedua perguruan tinggi.
Manajemen Unikama terus berkomitmen untuk membuka ruang-ruang sinergi serupa, baik dalam bidang pengajaran, penelitian bersama, maupun pengabdian kepada masyarakat. Melalui kapabilitas para pengajar di lingkungan Unikama, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang optimistis dapat terus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan Nasional.
Kolaborasi akademik yang terjalin erat antara Unikama dan institusi mitra seperti UM membuktikan bahwa semangat gotong royong ilmiah adalah kunci utama dalam mencetak generasi pendidik Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.


