Malang, UNIKAMA [13/6/2026] – Kabar membanggakan datang dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Sebanyak 8 dosen berhasil menembus seleksi ketat Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026, sebuah inisiatif bergengsi dari ParagonCorp yang dirancang khusus untuk mencetak para akademisi menjadi academic changemakers atau agen perubahan di lingkungan perguruan tinggi.
Kedelapan dosen yang lolos tersebut adalah:
- Ajeng Intan Nur Rahmawati, M.Pd.
- Yulianti, M.Pd.
- Dr. Nury Yuniasih, M.Pd.
- Dr. Dyah Triwahyuningtyas, S.Si., M.Pd.
- Dr. Prihatin Sulistyowati, SS., M.Pd.
- Dr. Riski Nur Istiqomah Dinnullah, M.Si.
- Dr. Sri Wilujeng., SE., MM., CHRP.
- Asna,. M.Si, Ph.D.
Bukan sekedar penghargaan biasa, ini merupakan bukti nyata bahwa dosen Unikama mampu bersaing di level nasional dan siap membawa transformasi pendidikan yang lebih modern, inovatif, dan berdampak luas bahkan hingga level internasional.
Bagi pembaca yang belum familiar, ILP adalah program pengembangan kapasitas dan kompetensi dosen yang diinisiasi oleh ParagonCorp sejak 2021. Tujuan utamanya tidak tanggung-tanggung: mengubah paradigma dosen dari sekadar pengajar di kelas untuk menjadi agen perubahan changemakers yang berpengaruh di ekosistem akademik nasional.
Manfaat utama ILP yang sangat krusial bagi perkembangan karier dosen:
- Hibah & Publikasi Internasional: Para peserta mendapatkan akses pendanaan riset dan subsidi biaya publikasi di jurnal internasional. Ini adalah peluang emas untuk memperluas dampak penelitian dosen Indonesia ke kancah global.
- Pelatihan dari Pakar: Ada rangkaian kelas dan lokakarya (workshop) yang difasilitasi langsung oleh praktisi industri dan akademisi senior. Ilmu yang didapat langsung aplikatif.
- Jejaring Nasional: Peserta dibangun koneksinya dengan ribuan dosen dari berbagai PTN/PTS se-Indonesia. Sinergi ini akan melahirkan kolaborasi riset lintas kampus.
Perlu diketahui juga bahwa seleksi ILP terkenal sangatlah kompetitif. Tidak semua dosen bisa lolos dengan mudah, karena penilaiannya mencakup kapasitas mengajar, potensi riset, hingga visi perubahan yang nyata di kampus asal. Fakta bahwa Unikama mengirimkan lima wakil sekaligus dari satu fakultas (FIP) menunjukkan bahwa ekosistem akademik didalamnya berkembang sangat baik.
Program seperti ILP adalah jawaban atas tantangan pendidikan tinggi di era disrupsi. Dosen tidak bisa lagi hanya sebatas menyampaikan materi dari papan tulis ke papan tulis. Mereka juga harus menjadi changemakers: menggagas solusi, melakukan riset terapan, dan menuliskan temuannya di jurnal internasional.
Sekali lagi selamat kepada para dosen yang sudah terpilih dan lolos. Semoga ilmu dan hibah dari ParagonCorp ini segera berdampak nyata bagi mahasiswa Unikama dan masyarakat luas. Goreskan namamu di jurnal internasional, bangun jejaring yang kuat, dan buktikan bahwa dosen – dosen Indonesia adalah motor perubahan pendidikan nasional.
Related posts:
- 69 Tahun Unikama: Dari Parade Budaya hingga Festival UMKM Nusantara, Kebersamaan Menjadi Nafas Perayaan Dies Natalis
- Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H dan Penyerahan Hewan Qurban
- Perkuat Kualitas Global, FEB UNIKAMA Gelar Diskusi Ilmiah Bersama Pakar dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka
- Perluas Jejaring Global, FEB UNIKAMA Resmi Jalin Kerjasama Strategis dengan UTeM Malaysia


