Malang, 21 Juni 2026 – Deburan ombak Pantai Nganteb di Kabupaten Malang tidak hanya menjadi pemandangan wisata, tetapi juga menjadi laboratorium alam bagi 22 mahasiswa Pendidikan Geografi Angkatan 2024 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Di bawah bimbingan langsung ibu Dwi Kurniawati, M.Pd. , mereka menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kecil bertajuk “Karakteristik Fisik dan Dinamika Perairan Pantai Ngantep.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (21/6) ini merupakan implementasi praktis dari Mata Kuliah Geografi Kelautan, yang bertujuan mentransformasi teori ruang kelas menjadi pengalaman observasi nyata di lapangan.
Pantai Nganteb dipilih sebagai lokus penelitian karena memiliki karakteristik perairan yang unik dan dinamis. Dalam sambutan singkatnya, Ibu Dwi Kurniawati menekankan bahwa pengukuran ombak bukan sekadar menghitung tinggi gelombang, melainkan membaca pola energi laut yang memengaruhi ekosistem pesisir. “Mahasiswa tidak hanya mencatat angka, tetapi mereka belajar bahwa setiap pecahan ombak menyimpan data tentang angin, pasang surut, dan sedimentasi pantai. Ini adalah esensi dari dinamika perairan yang menjadi objek kajian utama geografi,” ujar dosen pengampu mata kuliah tersebut.

Sepanjang hari, para mahasiswa yang tergabung dalam tim kecil ini terlihat aktif menggunakan alat ukur arus dan refraktometer, serta melakukan dokumentasi visual terhadap garis pantai. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengukur:
- Tinggi dan periode ombak menggunakan metode wave staff dan stopwatch.
- Arah arus pantai melalui metode drift (pelampung).
- Suhu dan salinitas air laut sebagai indikator massa air.
- Identifikasi potensi sumber daya pesisir, termasuk vegetasi dan biota laut dangkal.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi tugas akhir semester (UAS) berupa laporan individu, tetapi juga sebagai sumber data akademik untuk pengembangan penelitian geografi kelautan di masa depan.
Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam ekspedisi ini adalah interaksi antara lingkungan pesisir dan aktivitas manusia. Di sekitar Pantai Nganteb, mahasiswa mengamati bagaimana aktivitas nelayan tradisional serta tekanan wisata memengaruhi dinamika garis pantai. “Kami melihat secara langsung bahwa karakteristik fisik laut di sini sangat memengaruhi cara masyarakat lokal beradaptasi. Misalnya, jenis perahu yang digunakan sangat bergantung pada tinggi gelombang rata-rata di musim pancaroba,” jelas salah satu perwakilan mahasiswa, yang sedang fokus pada analisis geomorfologi pantai.

KKL Kecil ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis riset yang digalakkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Data mentah yang berhasil dikumpulkan dari Pantai Nganteb akan diolah lebih lanjut di kampus melalui pendekatan statistik dan sistem informasi geografis (SIG). Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai nilai UAS, tetapi mampu menjadi bahan rujukan untuk pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan di Kabupaten Malang. Dengan demikian, peran geografi sebagai ilmu yang menjembatani alam dan manusia semakin terasa aplikatif di tengah masyarakat.
Ekspedisi yang berlangsung lancar hingga sore hari ini berhasil mencatat data penting yang akan menjadi fondasi pemahaman mahasiswa tentang siklus hidro-oceanografi. Dengan bimbingan penuh dari Ibu Dwi Kurniawati, M.Pd., para mahasiswa pulang membawa tidak hanya catatan lapangan, tetapi juga kesadaran baru akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Related posts:
- 69 Tahun Unikama: Dari Parade Budaya hingga Festival UMKM Nusantara, Kebersamaan Menjadi Nafas Perayaan Dies Natalis
- Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H dan Penyerahan Hewan Qurban
- Perkuat Kualitas Global, FEB UNIKAMA Gelar Diskusi Ilmiah Bersama Pakar dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka
- Perluas Jejaring Global, FEB UNIKAMA Resmi Jalin Kerjasama Strategis dengan UTeM Malaysia

