JAKARTA — Dalam langkah strategis mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan dasar secara nasional, Unikama resmi menjalin sinergi dengan kementerian melalui program Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI). Kegiatan koordinasi tingkat nasional sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Choirul Huda, M.Si., pada Kamis, 5 November 2026. Acara berskala nasional ini diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berlokasi di Kompleks Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Kerja sama ini berfokus pada penyaluran Bantuan Pemerintah untuk Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Langkah kolaboratif ini menegaskan peran aktif kampus dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah, selaras dengan kampanye Pendidikan Bermutu Untuk Semua dan untuk mewujudkan transformasi pendidikan yang merata dan inklusif.
Sinergi Strategis Perguruan Tinggi dan Pemerintah Perkuat Kualitas Pendidik
Kehadiran civitas akademika dalam agenda penandatanganan kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kerja sama antara pemerintah dan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pilihan ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan kualitas pengajaran bahasa di tingkat dasar yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah. Melalui kemitraan ini, kepakaran akademis yang dimiliki kampus disalurkan secara langsung untuk memperkuat kapasitas para guru SD di lapangan.
Wakil Rektor I, Dr. Choirul Huda, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan kampus dalam program PKGSD-MBI merupakan wujud tanggung jawab moral dan akademis institusi terhadap masa depan generasi bangsa. Menurutnya, kualitas pembelajaran anak usia dini dan sekolah dasar sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogis serta penguasaan materi oleh guru pengajar.
“Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan pijakan utama kampus kami dalam mengawal transformasi pendidikan dasar di Indonesia. Kami menerjunkan para pakar dan fasilitator terbaik untuk memastikan para guru SD mendapatkan pelatihan bahasa Inggris yang metodologis, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan murid zaman sekarang,” ujar Dr. Choirul Huda, M.Si.
Peran Sentral Kampus dalam Pengembangan Kompetensi Guru Bahasa Kemendikdasmen

Sebagai salah satu perguruan tinggi pelaksana yang ditunjuk oleh pemerintah, kampus memegang peran kunci dalam mengeksekusi skema pelatihan secara efektif di daerah sasaran. Melalui pendekatan Perguruan Tinggi Mendatangi Lokus, tim akademisi kampus hadir langsung di wilayah-wilayah sasaran agar layanan pengayaan kompetensi mudah dijangkau oleh para pendidik tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar utama di sekolah. Pendekatan proaktif ini menjadi keunggulan utama program, yang menempatkan kampus sebagai garda terdepan solusi pendidikan daerah.
Keterlibatan aktif ini turut membuktikan kapasitas kelembagaan kampus yang memiliki standar keahlian tinggi, pengelolaan manajemen pelatihan teruji, serta jejaring pengabdian yang luas. Bagi calon mahasiswa, rekam jejak ini menunjukkan bahwa kampus bukan sekadar tempat menuntut ilmu di dalam ruang kelas, melainkan pusat inovasi pendidikan yang diakui secara resmi oleh negara.
Jangkauan Program Bantuan Pemerintah (Banpem 2026) di 19 Provinsi Sasaran
Program PKGSD-MBI yang didukung oleh skema Bantuan Pemerintah (Banpem 2026) ini menjangkau skala nasional yang amat masif. Berdasarkan laporan resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen, program ini melibatkan 101 klaster Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Perguruan Tinggi yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia. Program ini menargetkan total 58.482 sekolah sasaran, 3.002 kelas pelatihan, 227 kabupaten/kota, serta 2.717 kecamatan.
Perluasan jangkauan ini merupakan jawaban atas pemetaan kebutuhan nasional yang dilakukan sejak tahun 2024, di mana teridentifikasi sekitar 90.000 SD di Indonesia yang belum memiliki guru berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Setiap kelas pelatihan menampung rentang peserta antara 10 hingga 33 guru SD, dengan alokasi 1 hingga 3 kelas di setiap kecamatan. Melalui sebaran yang terstruktur ini, penjaminan mutu pelatihan dapat dijaga secara optimal oleh perguruan tinggi mitra.
Model Pelatihan PKGSD-MBI dan Akselerasi Keterampilan Mengajar
Program pelatihan ini dirancang menggunakan metodologi pembelajaran terkini yang menggabungkan interaksi tatap muka secara intensif dan pembelajaran mandiri berbasis teknologi modern. Langkah ini diambil untuk memastikan terjadinya peningkatan kompetensi yang terukur serta berkelanjutan bagi para guru peserta pelatihan.
Penyusunan kurikulum pelatihan diawali dengan penyiapan 13 modul pembelajaran berstandar (terdiri dari 8 modul tingkat A1 dan 5 modul tingkat A2) serta pemetaan 1.057 Fasilitator Daerah (Fasda) di seluruh Indonesia. Selain itu, skema pelatihan intensif dilaksanakan melalui pola In-On-In selama 6 bulan untuk melatih sekitar 5.777 guru dengan penjaminan mutu yang ketat.
Kurikulum Intensif 80 JP dan Moda Pembelajaran Berkelanjutan
Struktur pelatihan PKGSD-MBI dirancang dalam durasi 10 hari kerja dengan total alokasi waktu mencapai 80 Jam Pelajaran (JP). Moda pelatihan dibagi secara seimbang menjadi dua alur utama, yakni 40 JP sesi tatap muka langsung bersama narasumber perguruan tinggi dan 40 JP sesi mandiri yang memanfaatkan infrastruktur digital LMS Ruang GTK.
Materi tatap muka difokuskan pada empat pilar mendasar yaitu, Penguatan Pemahaman Materi: Mengasah tata bahasa, kosakata, serta keahlian berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara percaya diri. Penyusunan Perangkat Pembelajaran: Membimbing guru merancang modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kreatif. Praktik dan Simulasi Mengajar (Microteaching): Menguji coba metode pengajaran di depan fasilitator untuk mendapatkan umpan balik langsung, serta Strategi Pembelajaran Sesuai Karakteristik Murid SD: Mengajarkan teknik penyampaian materi yang menyenangkan, berbasis permainan, lagu, dan cerita yang sesuai dengan perkembangan anak. Hingga saat ini, lebih dari 15.000 guru di berbagai wilayah Indonesia telah aktif mengakses platform LMS Ruang GTK secara mandiri untuk menyelesaikan topik-topik pembelajaran yang disediakan. Keberhasilan integrasi teknologi ini menegaskan kesiapan infrastruktur Kemendikdasmen dan kampus dalam mengawal pembelajaran digital di era modern.
Bukti Kualitas Akademik dan Daya Tarik Bagi Calon Mahasiswa
Kolaborasi strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menjadi cerminan nyata dari kualitas akademik dan reputasi kampus di tingkat nasional. Bagi masyarakat luas serta calon mahasiswa baru, keterlibatan aktif institusi dalam program-program prioritas pemerintah memberikan jaminan bahwa proses pendidikan di dalam kampus ditopang oleh dosen-dosen berkaliber nasional yang responsif terhadap dinamika dunia kerja dan kebutuhan zaman.
Mahasiswa yang menempuh studi di kampus ini tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek pengabdian masyarakat, riset terapan, dan edukasi publik yang berdampak langsung pada pembangunan bangsa. Lingkungan akademik yang dinamis ini membentuk lulusan yang berdaya saing tinggi, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. Dengan keberhasilan penandatanganan kerja sama ini, kampus terus memperkuat posisinya sebagai institusi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas, berwawasan global, dan berakar kuat pada pengabdian masyarakat. Pintu kesempatan terbuka lebar bagi generasi muda untuk bergabung dan tumbuh bersama perguruan tinggi yang aktif mengukir sejarah kemajuan pendidikan Indonesia.


