Malang – Langkah strategis memperkuat budaya akademik kini diwujudkan melalui pembekalan Navigasi Perpustakaan Unikama bagi mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikama 2026 di Gedung Sarwakirti, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan fasilitas fisik, melainkan menjadi ajakan terbuka untuk mengajak mahasiswa aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat ekosistem intelektual di tengah pesatnya gempuran informasi digital. Kepala Unit Perpustakaan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sekaligus dosen aktif di FEB, Dr. Andi Nu Graha, SE., M.Si, hadir langsung memberikan panduan komprehensif mengenai pemanfaatan seluruh instrumen literasi kampus.
Gempuran eranya digitalisasi seringkali membuat mahasiswa menggantungkan pencarian referensi hanya pada mesin pencari umum seperti Google. Dr. Andi Nu Graha, SE., M.Si menekankan bahwa informasi di mesin pencari umum cenderung algoritmik dan tidak semuanya tervalidasi secara akademis. Kebutuhan riset perkuliahan membutuhkan sumber literasi terkurasi, teruji, dan berkredibilitas tinggi yang dapat diakses langsung melalui unit perpustakaan kampus.
Menggeser Paradigma Gudang Buku Menjadi Pusat Ekosistem Intelektual
Perpustakaan Unikama bertransformasi menjadi sarana modern yang mendukung penuh pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa diajak untuk mengubah pandangan lama yang menganggap perpustakaan hanya sebagai tempat peminjaman buku fisik secara konvensional.
Transformasi Digital dan Layanan Terpadu Perpustakaan Unikama
Portal terpadu kini mengintegrasikan berbagai layanan digital, mulai dari katalog online (OPAC), e-journal, e-book, hingga repository karya ilmiah institusi. Mahasiswa dapat mengakses ribuan jurnal ilmiah terbitan internal kampus seperti Jurnal Ekonomi Modernisasi, Jurnal Inspirasi Pendidikan, hingga SMARTICS Journal secara mandiri.

“Perpustakaan adalah mitra belajar Anda, bukan sekadar gudang buku. Kami telah menyediakan satu portal utama terintegrasi untuk memudahkan mahasiswa mengakses e-journal, e-book, repository, hingga mengajukan usul buku baru yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran,” ujar dosen aktif di FEB tersebut saat memaparkan materi kepada Adipati Kanjuruhan.
Sistem digital ini memungkinkan seluruh sivitas akademika menelusuri literasi secara presisi dan cepat, baik dari dalam maupun luar area kampus.
Protokol Penelusuran Koleksi dan Etika Akademik
Kemudahan akses digital diimbangi dengan pentingnya menjaga etika penulisan ilmiah. Mahasiswa dibekali pemahaman cara melakukan pencarian literasi secara terstruktur agar terhindar dari praktik plagiarisme.
Langkah Strategis dan Aturan Pemanfaatan Fasilitas Kampus
Protokol penelusuran koleksi fisik mengharuskan mahasiswa memeriksa keberadaan buku melalui katalog online terlebih dahulu sebelum menuju rak penyimpanan. Langkah ini melatih efisiensi dan ketertiban mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas ruang baca ber-AC, koneksi Wi-Fi gratis, serta ruang diskusi kolaboratif.
“Budaya akademik yang bertanggung jawab dibangun dari cara Anda memilih referensi. Gunakan literasi teruji, cermati konteksnya, dan salurkan ide ilmiah Anda dengan selalu mencantumkan sitasi sumber asli untuk menghindari plagiarisme,” tegas Kepala Unit Perpustakaan Unikama tersebut.
Aturan tata tertib wajib dipatuhi oleh seluruh pengunjung, seperti melakukan tap Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) pribadi saat memasuki gedung, berpakaian rapi, serta menjaga kebersihan ruang baca. Peminjaman koleksi sirkulasi dibatasi maksimal tiga buku dengan jangka waktu tujuh hari kerja. Layanan self-upload karya akhir dan Free Library (bebas pustaka) juga disiapkan sebagai syarat administrasi utama kelulusan mahasiswa kelak.
Inisiasi awal mengenali ekosistem perpustakaan sejak semester pertama menjadi modal utama pembentuk prestasi akademik mahasiswa Unikama. Ketersediaan fasilitas belajar yang lengkap serta sistem layanan mutakhir membuktikan komitmen Unikama dalam mencetak lulusan unggul, kritis, dan beretika ilmiah tinggi.


