MALANG (21/9/2026) – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) secara resmi menggelar pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikama 2026 di Gedung Aula Sarwakirti. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan dinamika perguruan tinggi serta mengoptimalkan seluruh ekosistem sumber daya kampus dalam meraih prestasi di era globalisasi.
Dalam pemaparan materi utama, Wakil Rektor II Unikama, Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ph.D., Ak., CA., CPA., CRA., menekankan pentingnya perubahan mindset bagi mahasiswa anyar. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Universitas tersebut menyampaikan bahwa lulusan perguruan tinggi masa kini tidak lagi bisa hanya mengandalkan ijazah atau sekadar menyandang status lulusan program studi tertentu.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang sekadar kuliah, jadilah mahasiswa yang bertumbuh, berkarya, dan berdampak. Empat tahun dari sekarang, Anda harus bisa membuktikan diri sebagai pribadi yang memiliki kompetensi utuh, pengalaman riil, karakter kuat, serta jejaring yang luas,” ujar Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ph.D. di hadapan mahasiswa baru yang memadati Aula Sarwakirti.
Wakil Rektor II tersebut menambahkan bahwa ekosistem Unikama telah dirancang sedemikian rupa untuk mendukung proses pembelajaran holistik. Menurutnya, Unikama bukan sekadar tempat belajar di dalam kelas, melainkan sebuah wadah kolaborasi antara dosen, praktisi, alumni, serta mitra industri dan pemerintah guna memfasilitasi mahasiswa menjadi agen perubahan yang siap bersaing secara global.
Ekosistem Sumber Daya Kampus Unikama dan Kebijakan Finansial
Sebagai kampus bertagline The Multicultural University, Unikama menyediakan fasilitas dan infrastruktur modern guna menunjang iklim akademik yang transformatif. Mahasiswa baru diajak untuk memanfaatkan berbagai sumber daya unggulan, mulai dari Smart Classroom, perpustakaan digital, pusat laboratorium, hingga sistem informasi terintegrasi (SIAKAD).

Selain itu, keberadaan lembaga kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Pusat Pengembangan Karir, hingga inkubator bisnis dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) diposisikan sebagai sarana untuk mengasah keterampilan lunak (soft skills) dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang Transparan
Di samping materi pengembangan diri, pemaparan PKKMB juga memberikan pemahaman komprehensif terkait tata kelola administrasi dan kebijakan keuangan kampus. Unikama menerapkan sistem Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dengan nominal tetap dari semester 1 hingga semester 8. Sistem ini menggabungkan SPP dan biaya SKS sehingga memberikan kepastian finansial bagi orang tua dan mahasiswa.
Untuk menjaga keberlanjutan studi mahasiswa, pihak universitas juga menyediakan skema keringanan berupa pengajuan dispensasi pembayaran. Mahasiswa yang mengalami kendala finansial dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran BPP sebesar 50% melalui prosedur resmi yang disetujui oleh Kaprodi, Dekan, hingga Wakil Rektor II. Kejelasan aturan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa fokus pada pencapaian akademik tanpa terbebani masalah administratif.
Sosialisasi K3L untuk Mewujudkan Lingkungan Kampus Aman dan Berkelanjutan
Guna mendukung terciptanya atmosfer akademik yang kondusif, agenda PKKMB Unikama 2026 turut membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Penerapan K3L menjadi prioritas Unikama untuk menjamin keselamatan seluruh sivitas akademika dalam menjalankan berbagai aktivitas perkuliahan, riset laboratorium, maupun kegiatan lapangan.

Irma Tyasari, SE., S.Pd., MM., Ph.D. menjelaskan bahwa bahaya di lingkungan kampus bisa datang dari berbagai aspek, seperti risiko fisik, kimia, ergonomi, biologi, hingga psikososial akibat beban akademik. Oleh karena itu, pengenalan budaya K3L sejak dini menjadi langkah preventif yang sangat krusial.
Mitigasi Risiko dan Kesadaran Budaya Keselamatan Kampus
Pengendalian risiko K3L di Unikama dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, mulai dari eliminasi bahaya, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) di area-area berisiko seperti laboratorium dan bengkel. Mahasiswa diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan, menjaga kebersihan lingkungan kampus, serta aktif melaporkan potensi bahaya di sekitarnya.
Melalui pembekalan materi K3L ini, Unikama menegaskan komitmennya dalam membangun sustainable campus sebuah lingkungan belajar yang aman, sehat, serta berwawasan lingkungan. Dengan integrasi antara fasilitas modern, tata kelola yang fleksibel, serta budaya keselamatan yang kuat, Unikama siap melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.


