KSR Unikama Ubah Mental Remaja

Altara'16

Perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tentunya dibutuhkan untuk mengekspresikan wahana keterampilan. Demikian juga bagi tunas Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengemban tugas mulya mengabdikannya pada masyarakat. Untuk merealisasikan hal tersebut, Korps Sukarela (KSR) PMI unit Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar acara kepalangmerahan bagi madya dan wira.

Hal tersebut berupa Ajang Latihan Keterampilan Palang Merah Remaja (ALTARA) bagi PMR wira dan madya se-Jawa Timur. Ajang dua tahunan ini merupakan yang ke sembilan yang dilakukan KSR Unikama yang memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, ujar ketua pelaksana Shinta Rochmasari.

Dalam ajang yang berlangsung tiga hari ini, 26-28 Agustus 2016, ada tujuh macam lomba kepalangmerahan. Diantanra, bagi madya Pertolongan Pertama (PP), Sanitasi Kesehatan (SANKES), Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Kesiapsiagaan Bencana, Poster Doras, Drama Kepalangmerahan, Mading 3 Dimensi. Sedangkan bagi wira Pertolongan Pertama (PP), Sanitasi Kesehatan (SANKES), Pendidikan Remaja Sebaya, Kesiapsiagaan Bencana, Maskot Doras, Theaterical Demonstration, ALTARA News.

Ajang semacam ini tentunya menjadi ajang bergengsi bagi para PMR, karena hal tersebut persiapan bagi mereka dalam menghadapi bencana. Dengan demikian, para peserta benar-benar mendalami ajang yang bertema “Belajar, Bergerak, dan Berkreasi untuk Mengukir Prestasi Gemilang dalam Bingkai Kepalangmerahan” ini, tutur Shinta.

Sementara itu, rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si memberikan apresiasi kepada KSR Unikama yang terus melakukan lomba kepalangmerahan. Dengan demikan, KSR tetap menjalankan Tri bakti dan prinsip-prinsip dasar palang merah. “Kalau dirangkum didalamnya, tentunya hal tersebut berbicara kemanusiaan,” kata rektor.

Esensi PMR masih berupaya dalam rangka kemanusiaan, karena saat ini di daerah-daerah remaja diterpa teknologi yang serba canggih. Sebagai teladan bagi remaja-remaja sekarang yang selalu aktif dengan gadjed dan android, hal semacm ini menjadi tugas bagi seniornya untuk memberi apresiasi pada mereka. Karena setuasi semacam ini masih terlibat dalam kepalangmerahan.

Hal semacam ini tentunya pilihan yang tidak mudah, karena kegian ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang selalu terkait dengan kepentingan orang lain. Sementara gadjed dan android merupakan kesenangan diri sendiri.

“Kalian mau ikut kepalangmerahan, tentunya kalau terjadi bencana, pastinya kalian akan terlibat didalamnya, tutur Pieter lebih lanjut.

Dengan banyaknya peserta ALTARA yang mempunyai motto Together for Humanityini terlihat banyak para remaja yang masih peduli terhadap sesama. Perlu berikan apresasi pada remaja yang peduli terhadap kemanusiaan ditengah-tengah begitu hebatnya pengaruh individualisme.

Bukan hanya kepentingan mendapat piala dalam ajang semacam ini, namun utamanya mementingkan kemanusiaan. Dalam PMR jiwa persahabatan, persatuan, kebersamaan, dan kejiwaan terus dipupuk dimana nilai-nilai semacam ini di era sekarang sedikit mengalami dekadensi. Dikwatirkan penurunan nilai-nilai remaja hilang, sehingga kepedulian terhadap lingkungan, sesama tidak ada sama sekali.

Ditambahkan, dengan kegiatan yang rutin dilaksanakan KSR PMI Unikama ini, bisa merubah mental remaja yang mulai merosot. “Mengikuti perlombaan semacam ini rasakan dan nikmati saja, karena dalam perlombaan ada persaingan. Hal semacam ini perlu dipegang teguh nilai-nilai persahabatan, sehingga hal-hal ketidak jujuran perlu dihindari,” tutur Pieter sapaan akrabnya.

Selain itu, ajang semacam ini untuk membentuk pribadi yang punya kepedulian terhadap nilai-nilai kamanusiaan, persahabatan, baik lokal, regional, nasional maupun internasional. (dinog)