Malang, Universitas PGRI Kanjuruhan (Unikama) – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan suka cita. Kegiatan tersebut mengukuhkan sebanyak 187 mahasiswa dari lima program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan.
Yudisium menjadi salah satu momentum penting bagi mahasiswa setelah menyelesaikan rangkaian proses akademik. Tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, kegiatan ini juga menjadi awal bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan ke dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
187 Mahasiswa FIP Unikama Dikukuhkan

Sebanyak 187 mahasiswa dinyatakan mengikuti yudisium pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Para peserta berasal dari lima program studi, dengan rincian sebagai berikut:
- Program Studi Bimbingan dan Konseling: 29 mahasiswa
- Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: 15 mahasiswa
- Program Studi Pendidikan Geografi: 8 mahasiswa
- Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD): 95 mahasiswa
- Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD): 40 mahasiswa
Program Studi PGSD menjadi program studi dengan jumlah peserta yudisium terbanyak, yakni 95 mahasiswa.
Perwakilan Mahasiswa Sampaikan Pesan Penuh Syukur
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan mahasiswa, Rimba Kurniawati dari Program Studi PGSD, menyampaikan sambutan yang merefleksikan perjalanan panjang para mahasiswa selama menempuh pendidikan di FIP Unikama.
Rimba mengatakan bahwa keberhasilan mengikuti yudisium merupakan buah dari berbagai proses, mulai dari menyelesaikan tugas, menghadapi revisi, melewati rasa lelah, hingga menghadapi berbagai momen ketika mahasiswa merasa hampir menyerah.
“Hari ini menjadi bukti bahwa setiap usaha yang kita lakukan tidak pernah sia-sia.” ungkapnya.
Menurutnya, ketekunan, doa, serta dukungan orang tua menjadi bagian penting yang mengantarkan mahasiswa hingga dapat merayakan yudisium bersama.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada orang tua serta keluarga yang selama ini memberikan doa, dukungan, dan semangat tanpa henti.
Dalam sambutannya, Rimba bahkan mengajak seluruh peserta yudisium untuk mengirimkan pesan kepada kedua orang tua sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan selama menempuh pendidikan.
Pesan tersebut berisi ucapan syukur karena telah dinyatakan sah memperoleh gelar sarjana sekaligus permohonan maaf kepada orang tua atas berbagai kesalahan yang mungkin pernah dilakukan selama ini.

Selain kepada orang tua, Rimba menyampaikan terima kasih kepada Dekan FIP, para ketua program studi, dosen pembimbing, serta seluruh sivitas akademika Unikama yang telah mendampingi mahasiswa selama perjalanan akademik.
Ia berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dapat menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ora et Labora” Menjadi Pesan bagi Para Lulusan
Dalam bagian lain sambutannya, Rimba mengangkat prinsip “Ora et Labora”, yang berarti berdoa dan bekerja. Menurutnya, sebuah impian tidak cukup hanya didoakan, tetapi juga harus diperjuangkan melalui kerja keras dan ketekunan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan agar tetap memiliki semangat untuk menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Setiap akhir adalah awal dari perjalanan yang baru,” ujarnya.
Rimba juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalani masa perkuliahan terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan kepada dosen, pimpinan, maupun sesama mahasiswa.
Dekan FIP Unikama: Perjalanan Setiap Mahasiswa Berbeda
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium.
Ia mengawali sambutan dengan menyampaikan salam lintas agama dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan yudisium.
“Puji syukur atas segala limpahan rahmat-Nya, pada pagi hari ini Fakultas Ilmu Pendidikan bisa melaksanakan yudisium dengan penuh khidmat,” tutur Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd..
Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mengemas kegiatan yudisium dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran Karawitan dalam kegiatan tersebut turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan yudisium.
Dekan FIP Unikama tersebut kemudian mengingatkan bahwa perjalanan setiap mahasiswa untuk mencapai kelulusan tidak selalu sama. Ada mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan dalam waktu relatif cepat, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang. Menurutnya, perbedaan waktu tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang patut disyukuri.

“Setiap perjalanan hidup manusia itu berbeda-beda, ada yang diberikan karunia cepat, ada yang dikaruniai lambat. Tetapi semuanya, kita sebagai manusia biasa hanya menjalankan,” jelasnya.
Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd. juga mengajak para lulusan untuk mengingat jasa orang tua, dosen pembimbing, ketua program studi, serta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kompetensi Nonakademik Juga Penting
Dalam sambutannya, Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd. menekankan pentingnya mahasiswa mengembangkan kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Menurutnya, pengalaman berorganisasi, mengikuti perlombaan, serta aktif dalam berbagai kegiatan dapat menjadi nilai tambah ketika lulusan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lulusan terbaik ketika terdapat mahasiswa yang memiliki capaian akademik yang relatif sama.
“Pentingnya berorganisasi, pentingnya ikut lomba, itu di sana,” katanya.
Ia mencontohkan prestasi Rimba Kurniawati yang berhasil memenangkan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pencapaian mahasiswa tidak hanya dapat dilihat dari indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga dari kontribusi dan prestasi yang diraih di luar bidang akademik.
Selain itu, Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd. juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif berkegiatan dan memberikan kontribusi bagi lingkungan kampus.
Tantangan Guru di Tengah Era Digital dan AI
Dekan FIP tersebut juga menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif.
Menurutnya, teknologi dapat membantu manusia dalam berbagai pekerjaan, tetapi nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kemampuan membangun hubungan dengan peserta didik tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Menjadi guru, terutama di era digital yang luar biasa masifnya, bukan sesuatu yang mudah. Memberikan kesan kepada peserta didik, memberikan sifat yang humanis kepada peserta didik, itu tidak bisa digantikan dengan digitalisasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan para calon pendidik agar tidak hanya mengandalkan teknologi dalam menjalankan tugas. Kemampuan untuk memahami peserta didik, membangun empati, serta memberikan pendampingan secara manusiawi tetap menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki seorang guru.
Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd. juga menyinggung penggunaan AI dalam proses pembelajaran dan penyusunan tugas akademik. Ia menilai bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan memahami proses di balik teknologi, bukan sekadar menggunakan teknologi untuk mendapatkan jawaban secara instan.
Menurutnya, kemampuan untuk memiliki empati dan memahami kebutuhan peserta didik merupakan bagian penting dari profesi guru yang tidak dapat digantikan begitu saja oleh teknologi.
Lima Lulusan Dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik
Pada rangkaian kegiatan yudisium, dilakukan pula pembacaan Surat Keputusan (SK) mengenai lulusan terbaik oleh Yulianti, S.Pd.I., M.Pd.
Lima mahasiswa dari masing-masing program studi dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan capaian IPK sebagai berikut:

- Rimba Kurniawati – Program Studi PGSD, IPK 3,94
- Sebastianus Mardi – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, IPK 3,94
- Hena Blessing – Program Studi Bimbingan dan Konseling, IPK 3,91
- Rizal Dwi Saputra – Program Studi Pendidikan Geografi, IPK 3,91
- Nina Nurvitasari – Program Studi PG PAUD, IPK 3,86
Kelima lulusan tersebut mendapatkan apresiasi atas capaian akademik dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalani masa pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama.


