UNIKAMA
Pameran Foto PFI Malang: Refleksi Hari Tani Nasional dan Strategi Ketahanan Pangan Perkotaan

Pameran Foto PFI Malang: Refleksi Hari Tani Nasional dan Strategi Ketahanan Pangan Perkotaan

Peringati Hari Tani Nasional, PFI Malang gelar pameran foto dan diskusi kemajuan perekonomian Kota Malang. Simak rangkuman diskusi ketahanan pangan dan urban farming di sini.

Sinergi Visual dan Diskusi Publik dalam Memperingati Hari Tani Nasional

Kolaborasi PFI Malang dan Pemkot Malang dalam Sorotan Ketahanan Pangan

Peringatan Hari Tani Nasional tahun 2026 di Kota Malang disemarakkan dengan sebuah acara yang menggabungkan seni visual dan diskusi intelektual. Bertempat di Gedung Parkir Kayutangan pada Kamis, 24 September 2026, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang sukses menyelenggarakan Pembukaan Pameran Foto dan Diskusi Kemajuan Perekonomian Kota Malang. Mengusung tema “Tanah, Pangan dan Harapan” , acara ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya jurnalistik foto, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis mengenai masa depan ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, legislatif, akademisi, hingga komunitas lokal. Darmono, selaku Ketua PFI Malang, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pemangku kepentingan dan rekan – rekan yang telah hadir dalam pembukaan acara pameran foto tersebut. Ia menekankan bahwa momen Hari Tani Nasional ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali betapa vitalnya sektor pertanian dan pangan bagi keberlanjutan hidup anak cucu di masa depan. Melalui lensa kamera, para pewarta foto berusaha menyajikan potret realitas pertanian perkotaan yang sarat akan makna.

Apresiasi Pemerintah Kota Malang terhadap Jurnalisme Foto dan Program Ketahanan Pangan

Dukungan Penuh Walikota Malang untuk Event Lokal dan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif PFI Malang. Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT., selaku Asisten II Pemerintahan Kota Malang yang hadir mewakili Walikota Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan pesan khusus. Walikota berharap agar ke depannya semakin banyak event serupa yang mengangkat lokus Kota Malang sebagai subjek utama dan berharap agar bisa untuk kemudian dilombakan.

“Pameran ini sangat bagus sekali, karena tema yang disampaikan terkait Tanah, Pangan dan Harapan sesuai dengan Program Strategis Nasional terkait ketahanan pangan,” ujar Diah Ayu saat membacakan sambutan Walikota. Dukungan ini menegaskan bahwa isu kedaulatan pangan bukan hanya milik daerah agraris, tetapi juga menjadi perhatian serius pemerintah kota yang memiliki keterbatasan lahan. Pameran ini diharapkan menjadi katalisator kesadaran publik akan pentingnya kemandirian pangan di tingkat lokal.

Dari kiri: Ibu Diah, Ibu Amithya, Ibu Irma sedang memperhatikan setiap foto dan caption diruang pameran. (doc humas unikama)

Dinamika Diskusi: Strategi Tata Kelola Pangan di Kota Malang

Tantangan Geografis dan Ketergantungan Pasokan antar Daerah

Setelah prosesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan forum diskusi yang membahas secara mendalam Kemajuan Perekonomian Kota Malang. Dalam paparannya, Ir. Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan data terkini mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Malang. Ia menyadari bahwa tipologi Kota Malang bukanlah daerah berbasis pertanian produsen, melainkan konsumen.

“Sebagai perkotaan, kita menyadari bahan pangan tidak dihasilkan sendiri di kota. Jadi kita tetap menggantungkan kerja sama dengan daerah-daerah lain,” jelasnya. Namun, pemerintah tetap berkomitmen melakukan intervensi pada aspek distribusi. Fokus utama Pemkot Malang adalah memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran komunikasi antar pihak, serta ketersediaan stok pangan yang memadai bagi masyarakat perkotaan. Ini merupakan wujud nyata manajemen logistik pangan yang responsif terhadap kebutuhan warga.

Optimalisasi Rantai Pasok dan Inovasi Smart Farming

Sesi diskusi semakin menarik ketika Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D., Wakil Rektor II Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), memberikan pandangannya sebagai akademisi. Irma Tya menyoroti fenomena Kota Malang sebagai “Kota Pendidikan” yang menjadi magnet bagi pendatang. Dengan sekitar 60 institusi pendidikan tinggi, kebutuhan makanan di Kota Malang terus meningkat secara signifikan, sementara lahan pertanian semakin terbatas.

“Ketika kita berbicara tata kelola, kita berbicara tentang supply chain atau rantai pasok. Bagaimana kita bisa memotong rantai pasok yang panjang yang menyebabkan inefisiensi menjadi rantai pasok yang lebih pendek,” tegas Irma. Ia mendorong penerapan pertanian urban atau smart farming sebagai solusi inovatif. Teknologi ini memungkinkan produksi pangan dilakukan di lahan terbatas, namun mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota. Hal ini sejalan dengan konsep ekosistem ekonomi perkotaan yang tidak hanya berpusat pada pasar sebagai tempat transaksi, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan petani serta konsumen.

Peran Legislatif dalam Menyiapkan Ketersediaan Pangan

Senada dengan narasumber lainnya, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS., Ketua DPRD Kota Malang, menekankan pentingnya peran legislatif dalam mengawal kebijakan pangan. Ia menyadari bahwa keterbatasan lahan dan kondisi geografis Kota Malang mengharuskan adanya strategi jangka panjang untuk mempersiapkan supply bahan pangan.

“Sebagai wakil rakyat, kita harus mempersiapkan supply-nya. Ini adalah salah satu peran penting yang selalu diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ujar Amithya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk merancang regulasi yang mendukung ketahanan pangan kota, termasuk dalam hal penganggaran dan perlindungan terhadap petani lokal serta pelaku usaha pangan.

Ibu Irma saat memaparkan materi terkait kemajuan perekonomian Kota Malang (doc. humas unikama)

Sinergi Multipihak untuk Masa Depan Pangan Kota Malang

Menjadikan Pameran sebagai Momentum Refleksi dan Aksi

Pameran foto dan diskusi yang digelar oleh PFI Malang ini membuktikan bahwa isu ketahanan pangan dan perekonomian kota dapat dikomunikasikan secara menarik melalui pendekatan visual dan dialogis. Karya-karya fotografi yang dipamerkan bukan sekadar estetika, melainkan representasi dari realitas sosial yang membutuhkan solusi konkret.

Melalui diskusi ini, terungkap bahwa Kota Malang menghadapi tantangan nyata dalam hal keterbatasan lahan, namun memiliki peluang besar melalui inovasi teknologi pertanian, optimalisasi rantai pasok, dan kolaborasi antardaerah. Peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular di perkotaan semakin tumbuh. Pameran ini menjadi bukti bahwa jurnalisme foto dapat menjadi alat advokasi yang kuat untuk perubahan sosial, khususnya dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan dan perekonomian.

WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Pencarian
Daftar Isi
Penulis Berita
Ramadhan Satria Adi Pradana, S.Ikom
Staff Humas Unikama

Saya sangat menyukai hal hal baru dalam dunia kreatif. Ketertarikan terhadap perkembangan ilmu komunikasi dan media massa membuat saya ingin terus belajar lebih jauh lagi. Bersikap terbuka, berfikir kreatif, kompeten dalam lingkungan kerja yang dinamis, berintegritas dan mengedepankan profesionalisme kerja merupakan prioritas utama dalam meniti karir.

Kategori Berita UNIKAMA
Berita Lainya

Berita Menarik UNIKAMA Lainya

Scroll to Top
WhatsApp