MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mengawal program-program strategis nasional. Melalui pelaksanaan program Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan (TKML), Unikama mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam ruang akademis, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat di tingkat tapak. Penyelenggaraan TKML di Unikama sudah memasuki tahun yang ketiga, program pendampingan TKML ini dibawah koordinasi langsung oleh Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Bandung Barat, dan kini resmi memasuki fase Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tahap Antara pada Rabu (4/11/2026).
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang inklusif dan transformatif, keberadaan program TKML di Unikama menjadi jembatan krusial antara kebijakan pemerintah dan kemandirian ekonomi wirausaha lokal. Keberhasilan Unikama dalam mengarahkan dan mengawal jalannya program ini membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan di berbagai penjuru Nusantara.
Mengenal Program TKML dan Peran Strategis Unikama dalam Penguatan Wirausaha Nasional
TKML merupakan salah satu langkah konkret Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) untuk mendampingi pelaku usaha pemula agar mampu naik kelas, mengoptimalkan tata kelola bisnis, serta memperluas jangkauan pasar. Dalam konteks pembangunan nasional, partisipasi aktif perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan metodologis, pelatihan manajemen, hingga evaluasi berkala bagi para peserta TKML.
Dalam skema kolaborasi ini, Unikama senantiasa berdiri di garda terdepan untuk mensukseskan implementasi TKML di Indonesia. Sejak bergulirnya pendampingan TKML tahun ketiga pada 22 September 2026 lalu, tim akademisi Unikama telah secara konsisten menerjunkan para pendamping profesional untuk mengawal para wirausahawan. Kepercayaan pemerintah kepada Unikama selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti nyata integritas dan keahlian institusi ini dalam mengelola program pemberdayaan berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
Jangkauan Pendampingan TKML Unikama Dari Jawa – Bali, hingga Pelosok Papua
Salah satu keunggulan utama dari pelaksanaan program TKML yang dikelola oleh Unikama pada periode 2026 ini adalah sebaran wilayah perdampingannya yang sangat luas dan inklusif. Berdasarkan data rekapitulasi pelaksanaan program, tim pendamping dari Unikama menyebar di berbagai penjuru wilayah Tanah Air, mencakup pulau Jawa – Bali, hingga menjangkau kawasan timur Indonesia di Papua.
Luasnya sebaran geografis pendampingan TKML ini menunjukkan fleksibilitas dan kapabilitas sivitas akademika Unikama dalam beradaptasi dengan beragam karakteristik wirausaha daerah. Tim Unikama tidak hanya memberikan konsultasi secara daring, tetapi juga terjun langsung memastikan bahwa aspek-aspek krusial pengembangan usaha dalam program TKML dapat terfasilitasi dengan baik, terlepas dari tantangan geografis yang ada.
Tahap Antara TKML Unikama: Mengukur Progres dan Efektivitas Pendampingan Lapangan
Fase Monitoring dan Evaluasi Tahap Antara yang berlangsung pada 4 November 2026 ini menjadi tolok ukur penting setelah kurang lebih dua bulan pendampingan TKML beroperasi sejak September lalu. Melalui forum Monev ini, Unikama bersama seluruh tim pendamping mengevaluasi capaian kinerja, kendala operasional di lapangan, serta perkembangan daya saing usaha para peserta TKML.
Evaluasi berkala ini dirancang oleh Unikama untuk memastikan bahwa setiap intervensi pendampingan TKML benar-benar memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet, perbaikan manajemen keuangan, dan perluasan jejaring pemasaran peserta. Dengan demikian, program TKML tidak berhenti sebagai agenda administratif semata, melainkan menghasilkan output wirausaha yang benar-benar tangguh dan mandiri.
Arahan Wakil Rektor II Unikama: Perguruan Tinggi Sebagai Aksi Nyata Pemberdayaan Masyarakat
Hadir secara langsung untuk membersamai dan membuka agenda Monev TKML tersebut, Wakil Rektor II Unikama, Ibu Irma Tyasari, Ph.D., memberikan arahan strategis mengenai arah kebijakan pengabdian perguruan tinggi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya reorientasi peran Universitas di era modern agar tidak hanya menjadi pabrik pencetak lulusan akademis.
“Perguruan tinggi hari ini dituntut untuk tidak hanya fokus mencetak lulusan bergelar akademik, tetapi juga harus hadir memberi dampak nyata di tengah masyarakat. Kehadiran Unikama dalam mengawal pendampingan TKML ini merupakan aksi konkret institusi kami untuk mendukung secara langsung program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi warga,” tegas Irma Tyasari, Ph.D.
Beliau menyertakan bahwa keterlibatan aktif Unikama dalam TKML merupakan momentum emas untuk membuktikan relevansi institusi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan pengangguran dan penguatan ekonomi Nasional.

Penguatan Kewirausahaan Melalui TKML Sebagai Momentum Strategis Unikama
Irma Tyasari, Ph.D. juga menambahkan bahwa konsistensi Unikama dalam memfasilitasi TKML selama tiga tahun berturut-turut memperkuat posisi kampus ini sebagai mitra strategis pemerintah yang terpercaya. Sinergi antara Unikama dan Kemnaker RI dalam program TKML diharapkan terus berlanjut dan berkembang ke skala yang lebih luas pada masa-masa mendatang.
Melalui pendampingan TKML, Unikama berhasil mengintegrasikan kepakaran akademis dengan kebutuhan praktis para pelaku usaha. Hal ini sejalan dengan visi Unikama untuk senantiasa menjadi lembaga pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemakmuran masyarakat luas melalui penciptaan ekosistem wirausaha yang solid.
Komitmen Unikama Mengawal Keberlanjutan Program TKML Kemnaker RI
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tahap Antara ini mempertegas langkah Unikama untuk terus mendampingi para peserta TKML hingga mencapai kemandirian utuh di akhir siklus program. Unikama berkomitmen untuk menyempurnakan seluruh catatan rekomendasi dari Monev ini agar proses pendampingan pada tahap selanjutnya dapat berjalan lebih optimal.
Dengan keberhasilan mengawal TKML dari wilayah Jawa hingga Papua, Unikama membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat menjadi formula efektif dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Unikama akan terus berdiri di depan, mengawal setiap langkah penciptaan wirausaha mandiri demi Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi.


