MALANG, UNIKAMA – Rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) 2026 di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, mencatatkan capaian yang sangat baik di tengah gelaran monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kehadiran Ketua PPLP-PT PGRI Malang, Bapak Agus Priyono, MM., dan Direktur DP3M UNIKAMA, Prof. Dr. Mujiono, S.Pd., S.Ag., M.Pd., menjadi saksi atas nyaris tercapainya seluruh kriteria program yang dicanangkan puluhan mahasiswa. Prof. Dr. Mujiono menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan para mahasiswa KKN UNIKAMA di Kecamatan Pakisaji, Desa Sutojayan, tersebut sangatlah positif dan sungguh sangat luar biasa, hampir memenuhi seluruh indikator keberhasilan yang ditentukan.
Ciptakan Beragam Program Inovatif di Desa Sutojayan Lewat Identitas Visual dan Infrastruktur
Salah satu pencapaian monumental dari tim KKN UNIKAMA 2026 adalah terciptanya logo resmi untuk Desa Sutojayan. Proses pembuatan logo ini tidak dilakukan secara instan; tim mahasiswa melalui tahap konsultasi mendalam mengenai filosofi dan desain bersama perangkat desa, kemudian melakukan revisi berkali-kali sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik yang diinginkan oleh desa. Logo tersebut dirancang dengan elemen-elemen sarat makna, seperti sawah dan padi yang melambangkan potensi agraris, pendopo sebagai pusat pelayanan masyarakat, bulan dan bintang yang menggambarkan masyarakat religius dan harmonis, daun sebagai representasi pembangunan berkelanjutan, serta tempe sebagai ikon ekonomi berbasis masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada logo, tim KKN juga menuntaskan pembuatan plang petunjuk arah dengan progres 100 persen, di mana seluruh plang telah dipasang di titik-titik strategis, serta pembuatan tong sampah yang telah ditempatkan pada lokasi-lokasi sesuai rencana untuk mendukung kebersihan lingkungan desa.

Sentuhan Pada Program Pendidikan dan Kesehatan
Tim KKN UNIKAMA 2026 juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sebuah sosialisasi bertajuk “Manajemen Emosi, Nilai, dan Tanggung Jawab” telah terlaksana dengan progres 100 persen di MTs MA KH. Hasyim Asy’ari, yang disambut antusias oleh para santri dan guru. Selain itu, program bimbingan belajar yang dimulai sejak 9 Agustus 2026 masih berlangsung hingga kini dan akan terus berlanjut hingga akhir masa KKN, memberikan pendampingan akademik bagi siswa-siswi di Desa Sutojayan.
Di bidang kesehatan dan kebugaran, kegiatan senam bersama rutin dilaksanakan di berbagai sekolah, mulai dari TK PGRI 2 Sutojayan, SDN Sutojayan, hingga SDI Sutojayan, dengan jadwal selanjutnya pada 22 Agustus 2026 meski beberapa agenda mengalami penyesuaian mengikuti kesibukan sekolah. Tim KKN juga aktif membantu kegiatan Posyandu setiap hari Selasa, yang telah berjalan pada pekan pertama 12 Agustus 2026, meskipun sempat mengalami kendala dalam penentuan lokasi karena tempat pelaksanaan sering berpindah secara mendadak.

Program Inovatif di Desa Sutojayan dengan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan
Pelatihan pembuatan kompos yang digelar pada 7 Agustus 2026 menjadi bukti komitmen mahasiswa terhadap isu lingkungan. Hingga 18 Agustus 2026, pemantauan hasil kompos menunjukkan progres sebesar 80 persen, meskipun tim menemukan kendala teknis berupa penyiraman yang terlalu sering sehingga kelembapan kompos kurang terjaga. Hal ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi tim dan warga untuk proses selanjutnya. Secara keseluruhan, Kehadiran Ketua PPLP-PT PGRI Malang dan Direktur DP3M UNIKAMA dalam kegiatan Monev tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memberikan apresiasi.
Prof. Dr. Mujiono menekankan bahwa keberhasilan program KKN ini tidak hanya diukur dari angka persentase, tetapi dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Saya melihat dedikasi yang tinggi dari para mahasiswa. Mereka tidak sekadar menjalankan program, tetapi benar-benar meresap ke dalam kebutuhan masyarakat. Ini adalah modal dasar yang sangat luar biasa,” tegas Prof. Dr. Mujiono. Masa KKN Mahasiswa yang tinggal menghitung hari, seluruh program yang telah dijalankan diharapkan dapat menjadi legacy positif yang terus dijaga dan dikembangkan oleh warga Desa Sutojayan, mengukuhkan KKN UNIKAMA 2026 sebagai program pengabdian masyarakat yang inovatif, humanis, dan berdampak nyata.
Inovasi dalam Bidang Seni dan Audio Visual
Di sektor kreativitas, mahasiswa KKN UNIKAMA menggagas pembuatan video bumper lagu kebangsaan Indonesia Raya yang nantinya akan melibatkan banyak warga. Dari 15 scene yang direncanakan, sebanyak 14 scene telah selesai direkam, dengan satu scene terakhir yang masih menunggu video penampilan tari siswi yang dibimbing langsung oleh tim KKN. Untuk mendukung produksi tersebut, latihan menari bagi siswa-siswi setempat pun digencarkan dan saat ini progresnya telah mencapai 95 persen.
Rencananya, tari yang dibawakan tidak hanya tarian jawa, tapi juga berbagai tarian dari berbagai daerah seperti Tarian khas Nusa Tenggara Timur dan Tarian Kalimantan. Tidak hanya menghiasi video bumper, tetapi tarian juga akan ditampilkan dalam acara perpisahan sebagai rangkaian akhir kegiatan. Kendala yang sempat dihadapi tim adalah pencarian dan penyesuaian kostum, namun berkat kerjasama solid dengan warga, hambatan tersebut berhasil diatasi.
“Saya ingin menekankan, yang terpenting adalah bagaimana program ini bisa berkelanjutan. Mahasiswa datang dan pergi, tetapi manfaatnya harus tetap dirasakan oleh Desa Sutojayan. Saya melihat kolaborasi yang sangat baik antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat. Itu kunci utama kesuksesan ini,” pungkas Prof. Dr. Mujiono mengakhiri tinjauannya.
Dari pembuatan logo resmi yang sarat filosofi hingga video bumper kebangsaan yang menggugah semangat, dari pendampingan belajar bagi generasi muda hingga pelatihan kompos yang ramah lingkungan, seluruh program yang digagas mahasiswa KKN UNIKAMA 2026 di Desa Sutojayan bukan sekadar daftar kegiatan yang tertuntaskan. Lebih dari itu, mereka telah menanamkan benih-benih perubahan: identitas visual yang akan menjadi kebanggaan desa, kesadaran pendidikan yang terus ditanamkan kepada anak-anak, serta budaya gotong royong yang dihidupkan kembali melalui setiap interaksi dengan warga.
Di tengah keterbatasan waktu dan tantangan teknis yang sempat menghadang, semangat kolaborasi dan ketulusan mengabdi menjadi energi penggerak yang membuat hampir seluruh kriteria keberhasilan tercapai. Kini, tinggalah tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen Desa Sutojayan untuk merawat dan meneruskan warisan inovasi ini, menjadikannya fondasi bagi pembangunan desa yang lebih mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan. KKN UNIKAMA 2026 telah membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa bukanlah sekadar ritual tahunan, melainkan gerakan nyata yang meninggalkan jejak abadi bagi masyarakat.


