UNIKAMA
Sinergi Akademisi dan Industri Mebel Lokal Menuju Era Digital Melalui Program PM-UPUD Unikama

Sinergi Akademisi dan Industri Mebel Lokal Menuju Era Digital Melalui Program PM-UPUD Unikama

Peran Strategis Unikama dalam Menggeliatkan Potensi Industri Lokal

Dunia pendidikan tinggi Indonesia dewasa ini dituntut untuk tidak hanya berfokus pada ruang-ruang kelas akademik, melainkan juga hadir secara nyata di tengah masyarakat guna menyelesaikan berbagai persoalan riil di lapangan. Komitmen kuat tersebut kembali dibuktikan oleh Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi regional.

Melalui skema Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD), segenap civitas akademika Unikama menghadirkan solusi komprehensif bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Jawa Timur. Salah satu kisah sukses yang paling mencuri perhatian publik belakangan ini adalah transformasi fundamental yang dialami oleh UD Sumber Urip di Kota Pasuruan. Berkat pendampingan intensif dari para pakar Unikama, usaha mebel tradisional yang dirintis oleh Raswanto kini bertransformasi secara legal dan manajerial menjadi badan usaha berbadan hukum berstandar modern bernama PT Yudha Esa Putra.

Capaian monumental ini menegaskan bahwa kehadiran institusi Unikama di tengah masyarakat mampu menjadi katalisator perubahan, mengubah tantangan konvensional menjadi peluang keemasan di era digital. Artikel berita pendidikan dan ekonomi kreatif ini mengupas secara mendalam bagaimana kolaborasi lintas disiplin ilmu di Unikama berhasil mendongkrak daya saing industri mebel lokal hingga menembus kancah profesional yang lebih luas.

Mengurai Tantangan Klasik Industri Mebel Konvensional di Pasuruan

Kota Pasuruan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan geliat industri kerajinan kayu dan mebel yang cukup diperhitungkan. Berbagai produk furnitur berbahan dasar kayu, khususnya kayu jati berkualitas tinggi, diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar regional maupun nasional. Namun, di balik potensi besar tersebut, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap dihadapkan pada berbagai hambatan struktural yang menghambat eskalasi bisnis mereka.

Sebelum mendapatkan intervensi langsung dari Unikama, UD Sumber Urip milik Raswanto yang berlokasi di Kelurahan Randusari, Kota Pasuruan, menghadapi masalah klasik yang kerap menjerat sektor IKM. Tantangan utama tersebut meliputi keterbatasan teknologi produksi yang masih mengandalkan cara-cara manual, rendahnya tingkat efisiensi pengerjaan kayu, sistem pengelolaan keuangan yang belum tersistemasi secara digital, serta tekanan persaingan pasar furnitur yang semakin kompetitif.

Keterbatasan alat potong dan perakit konvensional sering kali memicu tingginya persentase kesalahan produksi (error rate), waktu pengerjaan yang relatif lama, serta kapasitas output yang terbatas. Menyikapi kompleksitas permasalahan tersebut, tim dosen Unikama turun tangan secara langsung untuk melakukan analisis mendalam berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif, Unikama merancang program intervensi terpadu guna memecahkan kebuntuan produktivitas yang dialami oleh mitra usaha lokal tersebut.

UD Sumber Urip milik bapak Raswanto yang berlokasi di Kelurahan Randusari, Kota Pasuruan (dok.tim pengabdian)

Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu Pakar Unikama Menerapkan Teknologi IoT dan Manajemen Modern

Keberhasilan program PM-UPUD di Kota Pasuruan tidak terlepas dari solidnya kolaborasi tim lintas disiplin ilmu yang dibentuk oleh Unikama. Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Rosita Dwi Ferdiani, S.T., M.Pd., seorang akademisi berpengalaman dari Program Studi Pendidikan Matematika Unikama. Beliau didukung oleh dua anggota pakar multidisiplin, yakni Dr. Sri Wilujeng, M.M., dosen ahli manajemen dari Program Studi Manajemen Unikama, serta Wahyudi Harianto, S.Kom., M.Si., dosen pakar teknologi informasi dari Program Studi Teknik Informatika Unikama.

Kombinasi keahlian antara pendidikan matematika, ilmu manajemen bisnis, dan teknologi informasi yang dimiliki oleh para dosen Unikama tersebut menciptakan sebuah ekosistem pendampingan yang sangat holistik. Dari aspek teknis produksi, tim Unikama memperkenalkan penerapan teknologi tepat guna berupa mesin band saw dan mortiser machine berbasis Internet of Things (IoT). Kehadiran mesin cerdas berteknologi IoT ini memungkinkan para operator mebel di Pasuruan untuk melakukan pemotongan dan penyambungan komponen kayu dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi, memangkas waktu produksi, sekaligus meminimalisir sisa bahan yang terbuang.

Tidak berhenti pada penyediaan perangkat keras berteknologi tinggi, Unikama juga memberikan pelatihan intensif secara berkala. Pelatihan tersebut mencakup teknik pengoperasian dan pemeliharaan mesin, implementasi sistem pembukuan keuangan berbasis digital, penyusunan katalog produk interaktif, hingga strategi pemasaran digital yang komprehensif. Melalui langkah strategis ini, Unikama memastikan bahwa transformasi yang terjadi tidak bersifat sementara, melainkan membangun fondasi kemandirian jangka panjang bagi para tenaga kerja lokal.

Evaluasi Kinerja dan Lonjakan Produktivitas Signifikan Pasca Pendampingan Unikama

Pendampingan berkelanjutan yang dikawal secara ketat oleh tim dosen Unikama membuahkan hasil yang sangat luar biasa sepanjang tahun evaluasi 2026. Berdasarkan indikator kinerja utama yang diukur secara objektif, terjadi lonjakan produktivitas yang masif di lini operasional usaha mebel binaan Unikama tersebut.

Tercatat sekitar 90 persen operator diworkshop kini telah mahir mengoperasikan peralatan modern secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada tenaga ahli luar. Dampak langsung dari penggunaan teknologi cerdas ini terlihat dari penurunan angka kesalahan pemotongan komponen kayu yang merosot tajam hingga 70 persen. Sementara itu, tingkat efisiensi waktu produksi meningkat sedikitnya 20 persen, dan kapasitas produksi total melesat dari kisaran awal 60–70 persen menjadi 80–85 persen.

Dari sudut pandang finansial dan ekonomi makro regional, peningkatan kapasitas produksi tersebut berkolerasi positif terhadap pendapatan bulanan pelaku usaha. Omzet usaha yang mulanya berkisar di angka Rp30 juta hingga Rp35 juta per bulan dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sekitar 15 hingga 20 persen. Capaian empiris ini membuktikan bahwa intervensi teknologi tepat guna yang dikombinasikan dengan manajemen bisnis profesional dari Unikama mampu menjadi motor penggerak kebangkitan industri mebel daerah.

UD Sumber Urip Bertransformasi Menjadi PT Yudha Esa Putra

Aspek paling krusial dan visioner dari program pendampingan yang digagas oleh Unikama adalah penguatan kelembagaan hukum usaha mitra. Sadar bahwa pertumbuhan produksi harus diimbangi dengan legalitas yang kuat, tim pengabdian Unikama mendampingi proses transformasi struktural UD Sumber Urip menjadi badan usaha resmi berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT Yudha Esa Putra.

Perubahan status hukum dari usaha perorangan menjadi badan usaha berbadan hukum PT merupakan langkah strategis tingkat tinggi yang dirumuskan bersama pakar ekonomi Unikama. Dengan payung hukum Perseroan Terbatas ini, PT Yudha Esa Putra kini memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat di kancah industri furnitur nasional. Badan usaha ini memiliki akses lebih luas untuk menjalin kerja sama kontraktual dengan instansi pemerintah maupun swasta berskala besar, memperkuat tingkat kepercayaan para mitra bisnis, serta memperluas jangkauan jaringan pemasaran produk mebel hingga ke luar daerah.

Transformasi kelembagaan ini sekaligus menjadi garansi keberlanjutan (sustainability) bagi bisnis mebel tersebut. Di tengah ketatnya arus globalisasi dan persetujuan perdagangan bebas, kehadiran PT Yudha Esa Putra binaan Unikama menjadi teladan nyata bagaimana sinergi antara dunia akademisi kampus dan sektor riil mampu melahirkan korporasi lokal yang tangguh, modern, dan berdaya saing global.

Kontribusi Nyata Tridharma Perguruan Tinggi Unikama untuk Negeri

Kisah sukses transformasi UD Sumber Urip menjadi PT Yudha Esa Putra di Kota Pasuruan memberikan teladan inspiratif mengenai pentingnya kolaborasi pentahelix, di mana institusi perguruan tinggi seperti Unikama memegang peran sentral sebagai pusat inovasi dan diseminasi ilmu pengetahuan. Keberhasilan program PM-UPUD ini sekaligus merefleksikan dedikasi berkelanjutan Unikama dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pendekatan humanis yang berlandaskan penguasaan teknologi mutakhir dan tata kelola manajemen profesional, Unikama membuktikan kapasitasnya sebagai kampus unggulan yang senantiasa hadir memberikan solusi nyata atas berbagai problem pembangunan daerah. Kedepan, Unikama berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program pemberdayaan serupa, melahirkan lebih banyak sentra-sentra industri unggulan baru, serta mencetak pelaku usaha lokal yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital di Indonesia.

WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Telegram
Pencarian
Daftar Isi
Penulis Berita
Ramadhan Satria Adi Pradana, S.Ikom
Staff Humas Unikama

Saya sangat menyukai hal hal baru dalam dunia kreatif. Ketertarikan terhadap perkembangan ilmu komunikasi dan media massa membuat saya ingin terus belajar lebih jauh lagi. Bersikap terbuka, berfikir kreatif, kompeten dalam lingkungan kerja yang dinamis, berintegritas dan mengedepankan profesionalisme kerja merupakan prioritas utama dalam meniti karir.

Kategori Berita UNIKAMA
Berita Lainya

Berita Menarik UNIKAMA Lainya

Scroll to Top
WhatsApp