PPLP PT-PGRI Malang

Mengenal PPLP PT-PGRI Malang: Sejarah, Struktur Organisasi, dan Perannya dalam Mengembangkan Unikama

Unikama – Di balik perkembangan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), terdapat lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi tersebut, yaitu PPLP PT-PGRI Malang.

Bagi sebagian masyarakat, nama Perkumpulan ini mungkin belum sepopuler Unikama. Namun, keberadaan PPLP PT-PGRI Malang menjadi fondasi penting. Perannya sangat penting, mengawal perjalanan panjang perguruan tinggi tersebut hingga berkembang menjadi salah satu kampus swasta terkemuka di Jawa Timur.

Sejarah Yayasan PPLP PT-PGRI Malang dari Masa ke Masa

Sejarah yayasan ini tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang pendidikan tinggi PGRI di Malang. Awalnya, lembaga pendidikan yang menjadi cikal bakal Unikama bermula dari Akademi Pendidikan Guru yang didirikan pada 20 Mei 1957 oleh Abdoel Radjab bersama pengurus PGRI Cabang Malang II.

Seiring perkembangan zaman, lembaga tersebut mengalami berbagai transformasi mulai dari FKIP PGRI Malang II, IKIP PGRI Malang II, hingga menjadi IKIP PGRI Malang dan kemudian bertransformasi menjadi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

PPLP PT-PGRI Malang

Dalam perkembangannya, pengelolaan perguruan tinggi dilakukan di bawah Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PT-PGRI) Malang. Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar PGRI Nomor 2135/SK/PB/XVII/2002, YPLP PT-PGRI Malang. Kemudian, berubah menjadi Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia atau PPLP PT-PGRI Malang.

Ketua PPLP PT-PGRI Malang, Agus Priyono menjelaskan bahwa perjalanan yayasan dan Unikama merupakan sejarah yang tumbuh bersama selama puluhan tahun.

“Perjalanan PPLP PT-PGRI Malang dan Unikama merupakan perjalanan yang tidak bisa dipisahkan. Sejak awal berdirinya lembaga pendidikan yang menjadi cikal bakal Unikama, Perkumpulan hadir untuk memastikan cita-cita menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat dapat terus berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam setiap fase perkembangan kampus, yayasan selalu berupaya memberikan dukungan terbaik, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas akademik, hingga pengembangan sarana dan prasarana.

“Bagi kami, kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga merupakan pusat budaya dan tempat mencetak generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, PPLP PT-PGRI Malang terus mendorong penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama agar Unikama mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Penyelenggara perguruan tinggi mengutamakan prinsip prinsip akademik governance bukan aspek birokrasi, politik atau hanya efisiensi manajemen.

Lembaga yang Menaungi Unikama

Sebagai badan penyelenggara, yayasan memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan institusi pendidikan yang berada di bawah naungannya. Agus Priyono mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap PPLP PT-PGRI Malang dan universitas memiliki fungsi yang sama. Padahal, keduanya memiliki tugas yang berbeda.

“PPLP PT-PGRI Malang memiliki peran sebagai badan penyelenggara perguruan tinggi. Tugas kami bukan menjalankan aktivitas akademik sehari-hari, melainkan memastikan institusi memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa yayasan mengawal arah kebijakan strategis, pengelolaan aset, pengembangan sumber daya, serta memastikan seluruh proses kelembagaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika universitas fokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka PPLP PT-PGRI Malang bertugas menjaga agar seluruh ekosistem tersebut dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang,” lanjutnya.

Dalam sistem pengelolaan perguruan tinggi swasta, PPLP PT-PGRI Malang dan universitas memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Menurut Agus Priyono, yayasan berada pada ranah kebijakan strategis dan keberlangsungan institusi, sedangkan pimpinan universitas bertanggung jawab menjalankan kegiatan akademik dan operasional kampus sehari-hari.

“Kami memberikan dukungan, pengawasan, serta arah pengembangan jangka panjang. Sementara universitas menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mengelola mahasiswa, dosen, penelitian, dan berbagai aktivitas akademik lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya harus berjalan harmonis karena memiliki tujuan yang sama. Yaitu, meningkatkan kualitas pendidikan dan membawa Unikama terus berkembang.

Sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan, yayasan ini menerapkan tata kelola organisasi yang baik. Hal itu terbukti dari tata kelola yang profesional, akuntabel, transparan, efektif dan efisien melalui struktur organisasi yang jelas.

Agus Priyono menjelaskan bahwa secara umum terdapat dua unsur utama dalam organisasi, yakni pengurus dan pengawas.

“Pengurus bertanggung jawab menjalankan program dan pengelolaan Perkumpulan sehari-hari. Sedangkan pengawas bertugas memastikan seluruh kebijakan dan aktivitas organisasi berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola yang baik,” terangnya.

Menurutnya, pembagian tugas tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dalam organisasi.

“Melalui tata kelola yang sehat, Perkumpulan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung kemajuan Unikama,” katanya.

Komitmen untuk Masa Depan Pendidikan

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, yayasan berkomitmen untuk terus mendukung transformasi Unikama. Menjadikan Unikama sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Dengan sejarah panjang yang telah terlewati, PPLP PT-PGRI Malang tidak hanya berperan menjaga keberlangsungan institusi. Namun, juga menjadi penggerak berbagai inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, pengembangan infrastruktur, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut.

Bagi organisasi yang menaungi Unikama ini, kemajuan kampus bukan hanya tentang pembangunan fisik atau pencapaian akademik semata, melainkan juga tentang menciptakan generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

WhatsApp