Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi membuka kegiatan pelatihan bertajuk “Membangun Kompetensi Guru Masa Depan Melalui Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI)” bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Acara yang bekerja sama dengan IBLU ini dibuka langsung oleh Kaprodi PPG Dr. Dyah Tri Wahyuningtyas, S.Si., M.Pd. dan Dekan FIP Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., dalam suasana penuh semangat.
Urgensi Coding dan AI bagi guru masa depan di era transformasi digital yang mengalami pertumbuhan pesat, penguasaan terhadap teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah melainkan kebutuhan mutlak. Melalui pelatihan ini, Unikama menekankan bahwa pembelajaran coding dan AI menjadi pilar krusial dalam membangun kompetensi guru masa depan. ”Kegiatan coding dan kecerdasan artifisial ini bukan sekadar keterampilan teknis saja, melainkan sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, inovasi, serta etika dalam memanfaatkan teknologi.” ujar kaprodi ppg dalam sambutannya.

Guru masa depan tidak hanya dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga harus mampu memadukan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar. Namun, integrasi teknologi ini juga membawa tantangan moral yang besar. “Sayangnya sekarang praktik yang menerobos etik dalam penggunaan AI itu sudah menjadi hal yang biasa. Tanggung jawab kita bukan sekadar membuat siswa bisa memakai AI, tapi bagaimana agar tools ini bisa dipakai dengan bijak dan dipahami koridor-koridor etiknya,” ujar perwakilan IBLU Academy.
Pengenalan coding melatih para calon pendidik untuk berpikir logis, sistematis, dan solutif. Sementara itu, pemahaman mendalam mengenai Artificial Intelligence (AI) membekali guru agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak dan baik untuk pembelajaran, personalisasi metode mengajar bagi siswa, maupun sebagai media pendukung kreativitas di dalam kelas. Proses ini lantas diibaratkan seperti meracik sebuah hidangan yang matang, di mana mahasiswa PPG berperan sebagai bahan baku utamanya. Membangun kompetensi guru masa depan itu tidak gampang. Ibarat membuat kue, ramuannya harus lengkap dan bahannya juga harus jelas. Kesiapan anda di dalam berproses belajar itu sangat kami butuhkan,” tegas Ibu Cicilia.
Meskipun teknologi menawarkan kecanggihan yang luar biasa, Ibu Cicilia juga menyoroti tantangan krusial terkait etika pemanfaatannya di kalangan mahasiswa saat ini. Ia mengingatkan agar para calon guru tidak terjebak pada budaya jalan pintas, seperti asal menyalin atau copy-paste tugas menggunakan AI tanpa memahami esensi data lapangan yang riil. Pihak Unikama berharap, lewat kolaborasi intensif dengan IBLU Academy yang dipimpin oleh Pak Hadis selaku manager beserta tim, pelatihan coding dan AI ini dapat melahirkan generasi pendidik hebat yang siap menjawab tantangan zaman.
Related posts:
- Sinergi Keilmuan dan Kolaborasi Sosial Kunci Cetak Generasi Unggul: Refleksi Seminar dan Yudisium Sekolah Pascasarjana Unikama
- Mengenal Program Studi di Unikama dan Prospek Karier Lulusannya
- Ekspedisi Geografi Kelautan: 22 Mahasiswa PGRI Kanjuruhan Ukur Dinamika Ombak Pantai Nganteb
- Pesan Sang Ayah dan Nyali di Gelora Bung Karno: Cerita Masa Kecil Prof. Yusril Menjemput Takdir Hukum


